Miris! 4 Bocah Ini Rela Putus Sekolah Demi Mencari Nafkah dan Hidupi Keluarga

Posted on

Melihat fenomena sosial yang terjadi di Indonesia dewasa ini kadang membuat hati kita teriris. Sudah bukan rahasia rupanya, ketika orang kaya menjadi sangat kaya dan yang miskin menjadi sangat tidak terjamah keberadaannya.

Dilansir dari akun bersifat sosial yaitu @ketimbang.ngemis, banyak sekali netizen membagikan mereka yang tetap berjuang dan berpeluh setiap hari, meski mungkin hartanya tidak akan bisa menyanyingi Setya Novanto ketika sudah berpuluh tahun bekerja. Terutama 4 bocah ini yang rela putus sekolah demi membantu ekonomi keluarga.

1. Asep, Rela Bangun Pagi Buta untuk Berjualan Kangkung Keliling

Dewasa ini, jarang ada bocah SD hingga SMA yang rela bangun pagi buta untuk membantu orang tuanya. Pengaruh smartphone dan sosial media membuat mereka bukan bangun pagi kuterus mandi, tapi bangun pagi kuterus cek sosmed.

@Regrann from @vittrianzar – Sedikit berbagi cerita buat temen2 maap bukan niat pamer skdr share.. Aku sering bgt liat anak ini d jam2 istirahat jm 12an siang bgni keliling jualan kangkung, setau aku dia keliling sekitaran daerah kota. Bukan tidak mau membeli , ingin sekali membeli tp kondisi aku lg kerja dan gada tmpt klo d bawa ke kerjaan jadilah tiap ktmu aku cm bisa ksh sdkt makanan utk dia bekal krna kalo d ajak makan bareng dia selalu menolak. Mungkin ntah malu atw gmna tp dia ga prnh mau d ajak makan bareng.. . . Nah baru tadi ksempatan ngobrol sm dia, dia itu namanya agus usia 16thn, aku kira msh anak smp trnyata udh 16thn. Dia bercerita bapanya sudah meninggal trbawa arus waktu kejadian banjir dan skrg tinggal dg ibu juga ke2 adiknya yg masih bersekolah. Jadi dia yg menghidupi keluarganya, jd tulang punggung. Sehari bisa dapat 30rb kalo dagangnya habis krna ternyata dia ambil dagangan dr org lain juga. Jd tdi aku lupa brtanya 30 itu pnghasilan bersih apa bukan krna tadi d tanya dia blg sudah mau pulang berjualan dan hanya mendapat uang 10rb utk hari ini… . . . Utk teman2 semua klo nemu dia tolong d beli ya murah kok satu ikat hanya Rp.2.500,- mungkin jika ada rezeky lebih boleh d beri lebih *maapkan ya wajah uncontrol krna gatau bakal d rekam sm @viena_zio 😅 bahasa sundaku juga yg ga fasih bgt krna sehari2 klo ngmong cmpur aduk hehe @ketimbang.ngemis.garut @ketimbang.ngemis #ketimbangngemis #krtimbangngemisgarut – #regrann

A post shared by Ketimbang Ngemis Garut (@ketimbang.ngemis.garut) on

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Beda halnya dengan Asep, seorang bocah 13 tahun asal Garut yang rela berpeluh dari pagi buta. Ia seharusnya duduk di bangku kelas 3 SD, namun memutuskan untuk keluar dari sekolah dan bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya beberapa tahun lalu. Meskipun begitu dirinya tak pernah putus asa hingga kisahnya viral dan mendapat banyak donasi dari warganet.

2. Fadil, Dipaksa Berhenti Sekolah oleh Sang Guru

Berbeda dengan Asep yang memang putus sekolah karena ekonomi keluarganya yang tak mumpuni, bocah yang juga berasal dari Garut ini diusir secara paksa oleh sang guru dengan alih-alih sekolahnya memiliki terlalu banyak siswa. Sejak saat itu, Fadil memutuskan untuk mencari nafkah dan membantu perekonomian keluarga.

Fadil [image source]

Meski ibunya tak memaksa Fadil untuk bekerja, namun, ia memiliki sebuah tanggung jawab untuk meringankan beban ekonomi keluarga. Alhasil, setiap hari ia memulai aktivitasnya dengan berjualan kerupuk keliling agar bisa keluar dari saung dan membelikan ibunya sebuah rumah yang layak.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan