Miris, 4 Guru Ini Harus Meringkuk di Jeruji Besi Hanya Karena “Cubitan” Kepada Siswa

Posted on

Zaman dulu, namanya di hukuman oleh guru adalah hal yang  biasa. Mulai dari dicubit hingga dipukul dengan sebuah kayu kecil pun pernah dilakukan. Namun uniknya, anak dulu tidak ada yang melawan. Bukannya apa sih, memang mereka sudah sadar diri kalau namanya salah, wajar kalau dapat hukuman.

Namun siapa sangka zaman sekarang justru yang terjadi berkebalikan. Ya, saat guru memberikan hukuman harus berakhir di pengadilan. Padahal mungkin hukuman yang diberikan hanya sebuah cubitan. Terlepas apakah benar para oknum guru ini yang benar atau malah justru memang melakukan tindak kekerasan, berikut para pengajar yang harus mendekam karena cubitan.

Menegur siswa yang main hape, guru ini malah dipolisikan

Nasib malang harus terjadi pada seorang guru di daerah Wajo Sulawesi Selatan. Pasalnya pengajar yang satu ini beberapa waktu yang lalu harus dipolisikan oleh salah satu murid dan walinya lantaran diduga melakukan aksi “kekerasan”. Ternyata “kekerasan fisik” yang dimaksud adalah sebuah cubitan kecil yang dilakukan pada muridnya karena dari terus-terusan memainkan smartphone saat pelajaran berlangsung.

Tegur main hape [image source]

Alhasil beberapa ormas setempat melayangkan protes terhadap kejadian tersebut, mengingat apa yang dilakukan guru itu bukanlah sesuatu hal yang kelewatan, bahkan mereka menganggap memang begitulah tugas seorang pendidik. Beruntung permasalahan ini tidak sampai ke meja hijau, karena kedua pihak sudah menyelesaikannya secara damai.

Cubit anak tentara, pahlawan tanpa tanda jasa ini dicyduk polisi

Sebelumnya, ada sebuah kasus yang lebih heboh terjadi di Sidoarjo. Pasalnya seorang guru bernama Samhudin ( Pak Sam) harus berurusan dengan polisi lantaran aksi tegurannya saat di kelas. Ya, sempat mencubit salah salah satu murid karena tidak ikut sholat berjamaah, bahkan  anak itu mengganggu siswa lain yang sedang ibadah.

Cubit anak tentara [image source]

Beruntung atas bantuan solidaritas dari para guru yang ada, lumayan bisa menolong sang pendidik ini dari jeratan hukum yang ada. Di sisi lain, siswa yang melaporkan sang gurunya ini sempat ditolak oleh seluruh sekolah yang ada di sana karena dianggap kebablasan menganggap gurunya melakukan penganiayaan, padahal hanya cubitan untuk mengingatkan.

Teguran pada anak polisi berujung hukuman di hotel prodeo

Nasib serupa juga dialami oleh Nurmayani Salam, seorang guru di SMPN 1 Bantaeng, Sulawesi Selatan. Masih serupa dengan kasus sebelumnya, alasan mengapa guru yang satu ini, masuk di jeruji besi adalah karena sebuah “cubitan” yang dilakukan pada murid. Dilansir dari IDN, peristiwa terjadi saat ada dua orang murid yang melakukan kejar-kejaran waktu sholat Duha.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan