SHARE
CANCER

Selama ini, sejumlah orang menganggap ramalan bintang itu sesuatu yang sah-sah saja untuk diyakini. Akan tetapi, jika kita menelisik kembali sejarahnya, mungkin kita dapat berpikir sedikit kritis mengenai kaidah yang kadung meluas itu.

Menurut sebuah sumber, ilmu astrologi disebutkan sudah muncul dari tahun 2000 SM. Ia dibuat oleh suku Babel (Babil atau Babilonia) di Mesopotamia, yakni sebuah daratan di antara sungai Tigris dan Eufrat (kira-kira letaknya di Irak, bagian Tenggara).

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Dalam catatan sejarah, bangsa Babel memang populer sebagai entitas yang suka menyembah benda-benda langit. Misalnya: matahari, bulan, dan bermacam objek di langit. Mereka menganggapnya sebagai dewa-dewi dan meyakini pergerakan benda-benda itu bisa digunakan untuk memprediksi masa depan.

Kembali lagi soal Babel. Ketika bangsa Persia dan Media mengalahkan bangsa Babel di tahun 539 SM, mereka hijrah ke daratan Eropa Selatan (Roma dan Yunani) dan “menurunkan” praktik meramal lewat bintang di sana.

Ini mereka lakukan karena sejak Persia mengambil alih kekuasaan, mereka tidak mengizinkan praktik ini diterapkan lagi. Dalam perjalanan waktu, sekitar akhir abad 2 SM, ilmu astrologi Babel ini bercampur dengan tradisi Mesir sehingga lahirlah astrologi horoskop. Astrologi inilah yang menyebar cepat ke Eropa, Timur Tengah dan India, terus-menerus hingga kita kenal sekarang.

Bila kita telusuri lagi, sejarah ramalan bintang ini juga dilengkapi sejarah lahirnya tiap bintang. Baik Aries, Taurus, hingga Pisces, semua ada latar belakang. Lucunya, tiap kisah rasi bintang lebih mirip karangan fiksi. Nah, apa sajakah rasi-rasi bintang itu? Berikut liputannya dari Lahiya.


Aries


Dikenal dengan penggambaran domba jantan bertanduk emas, atau biasa disebut Ram. Ram dipercaya sebagai reinkarnasi Dewa Mesir kuno, Amon. Diceritakan kemudian, domba jantan ini dikorbankan untuk tujuan menyelamatkan seorang pangeran. Atas jasanya, Amon dapat kehormatan dari Zeus untuk dipasang jadi bintang.


Taurus


disimbolkan dengan banteng jantan. Menurut mitologi Yunani, banteng ini sebenarnya adalah Dewa Zeus, yang katanya memang hobi mengubah-ngubah diri. Kata “Taurus”, konon, dari nama Aldebaran, sebuah bintang yang disebut juga Alpha Tauri. Cahaya bintang yang kuat dan hebat ini cocok dengan asumsi gambaran Zeus di pikiran orang saat itu.


Gemini


dilambangkan dengan sepasang anak kembar. Gemini memiliki arti lumayan banyak. Contohnya, menurut metologi Yunani, asal muasalnya dikaitkan dengan si kembar Romulus dan Remus, pendiri kota Roma. Menurut cerita lain, mereka yang berbintang ini ada di bawah naungan dua dewa, yaitu Castor dan Pollux.

Yang paling mendekati nama Gemini adalah riwayat yang menghubungkannya dengan Alpha dan Beta Geminorum. Konon, dari kata Geminorum inilah muncul nama Gemini.


Cancer


digambarkan dengan kepiting. Menurut kepercayaan Yunani, kisah rasi Cancer ini ada hubungannya dengan Hercules. Ceritanya, seekor kepiting membantu Hera, istri Zeus, yang sedang konflik dengan Hercules. Walau pada akhirnya kalah, Hera tetap berterima kasih pada Sang Kepiting. Si kepiting pun tetap dapat bintang.


Leo


Sang singa dalam mitologi Yunani, berasal dari Singa Nemea, seekor hewan yang menyebabkan malapetaka yang dikalahkan Hercules. Dalam pertarungan, Hercules melemparkan potongan kayu ke arah tenggorokan Nemea dan akhirnya mati tersedak.

Hercules kemudian membungkus dirinya dengan bagian tubuh dari Singa Nemea tersebut untuk melindungi dirinya dari serangan Hydra. Roh Singa Nemea menemukan jalan ke surga dan mendapat posisinya di langit.


Virgo

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...