30 Motif Batik di Indonesia dari Berbagai Daerah dan Maknanya

Motif batik

Motif batik di indonesia. Luasnya wilayah Indonesia membuatnya memiliki berbagai jenis motif batik dari berbagai daerahnya. Mungkin selama ini kamu hanya tahu beberapa jenis motif batik saja seperti motif Megamendung dari Cirebon. Tapi sebenarny, motif batik di Indonesia lebih dari itu. Berikut ini Bintang.com akan tampilkan beberapa jenis motif baik dari berbagai daerah di Indonesia. Cekidot!

Batik Bali Dipengaruhi oleh batik dari Jawa seperti batik Pekalongan. Bisa dibilang, motif yang ada di Bali cukup berani bermain dengan warna terang dan bervariatif.

Motif Batik dari daerah di Indonesia

Batik Banyumas

Motif yang terdapat di daerah Banyumas kebanyakan memiliki bentuk menyerupai tanaman. Baik itu bunga, daun, dan sejenisnya. Walaupun ada beberapa pembuat batik di Banyumas yang membuat batik dengan motif yang berbeda, batik Banyumas hampir memiliki kesamaan dengan motif Jonasan.

Batik Madura

Pola batik Madura memiliki keunikan tersendiri, yaitu cenderung banyak bermain pada pola yang sederhana. Namun pola ini dibentuk serapi mungkin hingga menghasilkan motif yang menarik. Motif madura cenderung meyukai warna yang cerah.

Batik Malang

Terkenal dengan warnanya yang cenderung cerah. Misalnya warna hijau kemudian ditimpa dengan warna putih atau bahan berwarna putih di timpa dengan merah. Rata- rata batik Malang memiliki pola bunga dan tanaman.

Batik Pekalongan

Motif dari pekalongan dipengaruhi oleh kebudayaan Cina dan ukiran dari Cirebon yang dibawa oleh para pedagang yang singgah di Kota Pekalongan. Ini terjadi karena letak kota Pekalongan sangat strategis sekali untuk sekedar menginap. Motif yang ada di pekalongan dibagi menjadi 7 motif mereka adalah jlamprang, buketan, terang bulan, semen, pisan bali, lung-lungan dan sekar jagad. Sedangkan bentuk motifnya lebih menyerupai bunga, binatang, dan dedaunan.

loading...

Batik Solo

Ciri khas batik dari solo sering disebut batik sogan atau batik yang memiliki motif berwarna kecokelatan.

Batik Tasikmalaya

Motif yang ada pada komunitas pebatik di Tasikmalaya hampir sama dengan kota-kota lainnya. Cenderung banyak bermotif alam dan kental dengan nuansa Parahyangan seperti burung dan bebungaan. Sedangkan untuk pewarnaannya, batik Tasikmalaya memiliki ciri khas merah, coklat, dan hitam.

Batik Aceh

Memiliki corak yang cenderung lebih besar dari pola batik lainnya. Motifnya menggunakan teknik cap dan tulis

Batik Cirebon

Salah satu motif yang menjadi ciri khas kota Cirebon adalah batik Mega Mendung. Dengan membuat pola sepertu awan yang dibuat secara menyambung menjadi bentuk awan.

Batik Jombang

Pertama kali muncul batik Jombangan sejak tahun 1993. Diawali oleh salah seorang warganya yang mencoba membuat sebuah kerajinan batik yang kemudian diikuti oleh warga lainnya. Batik jombang berkiblat kepada solo yang pada waktu itu kaya akan motif. Motif Jombangan diadaptasikan dengan pola candi arimbi yang terdapat di daerahnya. Sedangkan penggunaan warna pada batik Jombang menggunakan warna alami dan warna hasil sisa limbah.

Batik Banten

Motifnya antara lain datulaya, mandalikan, pasulaman dan banyak lagi. Batik ini memiliki warna yang meriah.

Batik Tulungagung

Batik daerah ini sangat berani dalam memainkan warna. Warna yang banyak digunakan unduk membuat batik Tulungagung adalah hitam dan coklat.

Batik Kediri

Batik kota Kediri sangat khas dengan bulatan-bulatan kecil. Secara keseluruhan kain batik ini menjadi sangat elegan bila dikenakan.

Batik Kudus

Kamu akan memiliki persepsi berbeda ketika melihat motif batik Kudus. Pasalnya batik Kudus ini terpengaruh dari Pekalongan, Yogyakarta, dan Solo. Menurut cerita, dulu banyak pedagang Cina yang membawa batik dari daerah tersebut ke Kudus.

Batik Jepara

Motif daerah ini bisa dibedakan menjadi dua jenis, motif lama dan motif baru. Motif lama memiliki pola dengan warna lung hitam, gajah coklat, daun ulir hijau, dan sebagainya. Sementara motif baru adalah batik tulis dengan banyak variasi.

Nama-Nama Motif Batik dan Maknanya

Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Di tanggal itu, banyak orang mengenakan batik untuk ke tempat beraktivitas seperti sekolah, kampus, dan bekerja. Berbagai macam motif batik dikenakan oleh banyak orang. Tapi belum semua orang tahu nama atau arti dari motif batik yang dikenakan. Maka pada kesempatan kali ini Bintang.com akan menampilkan beberapa motif batik beserta arti dan maknanya. Penasaran? Cekidot!

Motif Ceplok

Mencakup berbagai macam desain geometris. Biasanya didasarkan pada mawar melingkar, bintang, atau bentuk kecil lainnya yang membentuk pola simetris keseluruhan pada kain.

Motif Kawung

Dikenal dengan motif batik tertua. Dulunya disediakan untuk keluarga kerajaan. Motif ini merupakan penampang buah aren kelapa. Beberapa mengatakan salib di antara empat oval mengacu pada sumber energi universal.

Motif Parang Rusak

Diartikan sebagai pertarungan antara manusia melawan kejahatan dengan cara mengendalikan keinginan mereka sehingga mereka menjadi mulia, bijaksana, dan akan menang.

Motif Parang Barong

Pada zaman dahulu hanya dipakai oleh raja dan dianggap sebagai pola yang suci. Arti motif adalah supaya sang raja menjadi hati-hati dalam menjaga dirinya sendiri. Sehingga dia akan menjadi seorang penguasa yang jujur, adil, dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya.

Motif Lereng

Disainnya adalah baris diagonal di antara motif parang. Banyak ditemukan polanya hanya deretan garis diagonal sempit penuh dengan pola kecil. Merupakan salah satu pola lama disediakan untuk keluarga istana kerajaan.

Motif Nitik

Terkenal dengan motif batik tertua karena dulunya terinspirasi oleh kain tenun patola yang dibawa oleh para pedagang Gujarat dari India. Dulunya biasanya dipakai oleh orang tua dari pasangan pernikahan orang Truntum.

Motif Semen

Semen diartikan sebagai tumbuh. Polanya terinspirasi oleh alam. Hal itu ditunjukkan dengan pola daun, gunung, dan hewan. Biasa digunakan pada acara umum.

Motif Kraton

Batik ini adalah awal dari berbagai macam batik yang berkembang di Indonesia. Pada motifnya terkandung makna serta filosofi hidup. Batik Kraton ini dikerjakan oleh para putri keraton maupun oleh pembatik ahli yang ada di dalam lingkungan keraton. Dulunya motif ini terlarang untuk dipakai oleh orang kebanyakan seperti halnya motif batik Parang Rusak, Parang Barong, Udan Liris, dan beberapa jenis motif yang lain.

Batik Sudagaran

Berasal dari motif larangan dari keraton yang dibuat motif baru oleh para seniman yang berasal dari kaum saudagar agar sesuai dengan selera mereka. Para seniman ini juga mengubah motif larangan (terlarang) sehingga bisa dipakai oleh masyarakat kebanyakan. Motif batik ini dikenali dengan disain yang terkesan berani dalam hal pemilihan bentuk, penggunaan benda-benda alam dan binatang, serta pemakaian kombinasi warna yang didominasi warna soga atau biru tua.

Motif Cuwiri

Motif batik ini memakai pewarna soga alam. Umumnya batik cuwiri dipakai untuk semekan atau kemben dan biasanya dipakai pada upacara adat mitoni. Motif ini umumnya ditandai dengan penggunaan ragam hias meru dan gurda. Arti dari cuwiri sendiri adalah kecil kecil.

Motif Tambal

Mempunyai arti menambal atau memperbaiki sesuatu yang rusak. Dulu kain batik tambal dipercayai bisa membantu menyembuhkan orang sakit dengan cara menyelimuti orang tersebut dengan kain ini.

Motif Sekar Jagad

Merupakan salah satu motif khas batik Indonesia. Makna motif ini adalah kecantikan atau keindahan yang akan membuat orang menjadi terpesona melihatnya. Ada juga yang berpendapat bahwa kata Sekar Jagad berasal dari kata dalam bahasa Jawa “kar jagad” (kar: peta, jagad: dunia) yang berarti motif ini menggambarkan keragaman di seluruh dunia.

Motif Sido Mukti

Biasanya dipakai sebagai kain dalam upacara adat perkawinan pada acara resepsi atau pahargyan dan biasanya dibuat menggunakan pewarna soga alam. Pola dasar yang terdapat di motif batik Sido Mukti adalah gurda. Makna atau filosofi dari motif ini adalah harapan untuk mendapatkan kebahagiaan lahir batin

Motif Sido Luhur

Biasanya dikenakan oleh pengantin perempuan di malam pegantin. Motif ini mengandung makna keluhuran yang berarti suatu harapan agar bisa mencapai kedudukan yang tinggi serta bisa menjadi panutan masyarakat.

Motif Sido Asih

Biasanya dipakai oleh pengantin perempuan. Motif batik Sido Asih mempunyai makna agar dalam hidup berumah tangga selalu dipenuhi dengan kasih sayang. Dalam arti yang lebih luas, batik Sido asih diartikan agar manusia mengembangkan rasa saling mengasihi dan menyayangi antar sesama.

Nah sekarang sudah tahu kan nama dan makna dari beberapa motif batik di Indonesia? Selamat Hari Batik Nasional!:)

sumber: bintang.com

No Responses

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan