Nah Lo! Ketahuan Hina Panglima TNI dan Jokowi Lewat Medsos, Bu Dokter Ini Diciduk

Posted on

Lahiya – Bareskrim Polri kembali berhasil mengamankan seorang wanita terduga pelaku penyebar ujaran kebencian dan SARA yang ditujukan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melalui sebuah akun media sosial Facebook dengan nama Gusti Sikumbang.

Menurut penuturan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, pelaku dengan inisial SSD merupakan seorang dokter asal Sumatera Barat. pelaku ditangkap di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (15/12) siang, seperti diwartakan Detik.com.

“Terduga pelaku merupakan pemilik akun Facebook dengan nama Gusti Sikumbang. Inisialnya SSD, usia 51 tahun, perempuan. Profesi atau pekerjaannya dokter,” tutur Brigjen Mohammad Iqbal melalui sambungan telepon, Jumat (15/12) malam, dikutip dari laman Detik.com, Jumat (15/12/2017).

Tepat pukul 11.00 WIB, pelaku ditangkap. Tuduhan yang menjerat dokter tersebut lantaran menyebarkan konten yang mengandung provokasi dan fitnah terhadap Panglima TNI Marsekal Hadi. Selain itu, ditemukan pula unggahan yang menghina Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Waduh, Makin Seru! PKS Optimis Fahri Hamzah Akan Menangis Bombai

“Kutipannya begini kira-kira, ‘Kita pribumi rapatkan barisan. Panglima TNI yang baru, Marsekal Hadi Tjahjanto bersama istri Lim Siok Lan dengan dua anak cewek cowok. Anak dan mantu sama-sama di angkatan udara’. Ada juga posting yang menghina Presiden Jokowi,” jelas Iqbal lebih lanjut.

Sementara itu, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safruddin yang dimintai konfirmasi secara terpisah menyatakan bahwa SSD diduga merupakan orang yang pertama kali mem-posting ujaran kebencian terhadap Marsekal Hadi, yang langsung dibagikan ulang oleh netizen.

“Pelaku diduga pembuat pertama posting-an itu. Di dalam akun tersebut ditemukan juga posting lainnya yang sifatnya bermotif SARA. Motifnya masih didalami, sementara yang bersangkutan mengaku tidak puas terhadap kebijakan pemerintah,” tutur Kombes Asep Safruddin.

Bersama dengan ditangkapnya SSD, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, yakni dua buah smartphone. Berdasarkan penuturan Kombes Asep Safruddin, saat ini pelaku yang didampingi Satgas Patroli Siber dalam perjalanan ke Jakarta untuk penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Gamblang! Penolakan Yerusalem Ibu Kota Israel, Jimly Larang Keras ICMI Ikut Aksi Bela Palestina

SSD akan dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun. Dan Kombes Asep Safruddin, pelaku juga bisa dikenai pasal lainnya.

“Dan Pasal 16 juncto Pasal 4 buruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Ancamannya penjara 6 tahun,” terang Kombes Asep Safruddin lebih lanjut.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan