Nah Lo! Pengacara Setya Novanto Sudah Pesan Kamar Rumah Sakit Sebelum Kecelakaan

Posted on

Lahiya – Saat Setya Novanto mengalami kecelakaan lalu lintas November tahun lalu, Fredrich Yunadi diduga sudah memesan lebih dulu kamar perawatan di RS Medika Permata Hijau. Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Fredrich memesan seluruh kamar yang ada di satu lantai di rumah sakit tersebut.

Dilansir dari laman kompas.com, KPK juga menduga bahwa Fredrich datang lebih dahulu ke rumah sakit yang berada di kawasan Jakarta Selatan itu untuk berkoordinasi dan mempersiapkan bahwa Novanto akan dirawat di sana pada pukul 21.00 WIB.

Padahal, waktu itu, KPK menyebut belum tahu sakit apa yang diderita terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP ini.

“Didapat juga informasi bahwa salah satu dokter di RS mendapat telepon dari seseorang yang diduga sebagai pengacara SN, bahwa SN akan dirawat di RS sekitar pukul 21.00 WIB dan meminta kamar perawatan VIP yang rencananya akan di-booking 1 lantai. Padahal, saat itu belum diketahui SN akan dirawat karena sakit apa,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Rabu (10/1/2018).

Baca Juga: Lagi! Sandiaga Dilaporkan ke Polisi Soal Penggelapan Lahan

Basaria juga mengatakan bahwa penyidik KPK mendapat informasi yakni Frederich bahkan sampai memesan satu lantai di rumah sakit tersebut.

Masih dikutip dari kompas.com, KPK mengungkap adanya dugaan persekongkolan antara Frederich Yunadi dengan dokter di RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo.

Keduanya diduga bekerja sama untuk memasukan Novanto ke RS Medika Permata Hijau usai Novanto mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Permata Hijau pada Kamis (16/11/2017).

“FY dan BST diduga bekerja sama untuk memasukan tersangka SN ke rumah sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa,” terang Basaria.

Basaria lantas menyatakan bahwa keduanya bekerjasama suapaya Novanto bisa menghindari panggilan dan pemeriksaan KPK. Basaria pun menyebut, setelah kecelakaan lalu lintas itu, Novanto tidak dibawa ke IGD, tapi langsung ke ruang rawat inap VIP.

Fredrich dan Bimanesh pun sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Keduanya disangkakakn melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan