Negara Maju dan Negara Berkembang

Posted on

Masyarakat negara maju biasanya tinggal di lokasi urban (kota). Beberapa penduduknya bekerja di bidang industri serta jasa. Tingkat pendapatan perkapita rata-rata tinggi. Pendapatan per kapita rata-rata negara maju ada di atas kisaran 20.000 dollar Amerika. Pembagian Negara Maju dan Berkembang berdasarkan pendapatan perkapitanya digolongkan oleh Bank Dunia.

Kesimpulannya, secara umum Ciri Negara Maju yaitu sebagai berikut ini:

  • Angka pertumbuhan penduduknya relatif kecil.
  • Perbandingan lapangan kerja dengan pencari kerja seimbang.
  • Produktivitas tenaga kerjanya udah tinggi.
  • Sebagian Besar Masyarakat bekerja di bidang Industri serta Jasa.
  • Tingkat kesehatan serta angka harapan hidupnya tinggi.
  • Tingkat pendidikan serta penguasaan teknologinya rata-rata sudah tinggi.
  • Pendapata nasional serta pendapatan rata-rata penduduknya tinggi.
  • Daya beli penduduk sudah tinggi.
  • Mutu kerjanya rata-rata tinggi.
  • Angka pengangguran serta kriminalitas bisa ditekan.
  • Angka beban tanggungannya atau depency rationya rendah.

Ciri – ciri Negara Berkembang

Negara-negara berkembang biasanya ada di lokasi Aia Selatan, Asia Tengah, Asia Tenggara, Afrika, serta Amerika Selatan. Negara-negara yang termasuk golongan negara berkembang contohnya antara lain Indonesia, Kazakhstan, India, Kamerun, serta Brasil. Penyebaran Negara Maju serta Berkembang tidak dominan pada sebuah lokasi, serta postingan kali ini tidak sama seperti pada Ciri-Ciri Negara Maju yang lebih banyak mengulas mengenai keunggulan Negara tersebut, Tetapi pada tulisan Ciri-Ciri Negara Berkembang ini lebih banyak mengulas mengenai kekurangan negara tersebut . Kira-kira kenapa ya? mungkin saja karena negara-negara ini masih butuh banyak belajar serta masih berada dalam masa perkembangan. Biasanya, negara berkembang mempunyai ciri sebagai berikut ini:

Bekas Jajahan Negara Lain, Terlebih Negara-negara Eropa

Lantaran penjajahan yang terjadi selama beberapa ratus tahun, tingkat pendidikan di negara berkembang biasanya rendah. Mengakibatkan masyarakat negara berkembang kurang dapat mengembangkan dirinya untuk mengejar ketertinggalan dalam sektor pembangunan. Penjajahan selama beberapa ratus tahun juga sudah mengakibatkan hilangnya beberapa kekayaan alam yang bisa dijadikan sumber modal untuk pembangunan.
Masih banyak efek kerusakan lain yang disebabkan oleh penjajahan. Akibat yang paling utama adalah menjadi rendahnya kepercayaan diri bangsa – bangsa yang dijajah agar bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Hal semacam ini menjadi sebab sulitnya mengembangkan tingkat pendidikan serta pengetahuan masyarakatnya.

Produksi Barang Sangat Bertumpu pada hasil Pertanian

Lantaran tingkat pendidikannya yang rendah, kemampuan orang-orang dalam melakukan produksi cuma terbatas pada bercocok tanam yang dipelajari secara turun temurun. Hal ini juga merupakan akibat tidak langsung dari penjajahan selama beberapa ratus tahun. Secara umum hasil pertaniannya mempunyai nilai komoditas yang rendah lantaran cepat membusuk serta rusak. Hal semacam ini berbeda dengan hasil industri yang tahan lama dan bernilai tinggi.
Pertanian yang dilakukan secara tradisional biasanya tidak memberikan hasil yang banyak serta melimpah. Kondisi ini semakin memperburuk kualitas hasil pertanian negara-negara berkembang sehingga hasil pertaniannya kurang bisa bersaing dengan hasil-hasil pertanian negara lainnya di pasar internasional. Alternatif untuk mengalihkan tumpuan pada sektor selain bidang pertanian sangat terbatas lantaran rendahnya pengetahuan orang-orang diluar bidang pertanian.

Mempunyai Masalah Tekanan Penduduk

Tekanan masyarakat berkisar pada tingkat penganggurang tinggi, pertumbuhan masyarakat tinggi, produktivitas rendah, kualitas rendah, serta kemiskinan. Negara masih berkonsentrasi pada penanganan maslah-masalah itu. Akibatnya pembangunan jadi tidak terurus hingga negara mempunyai tingkat ketergantungan yang tinggi pada negara-negara lain yang ingin memberi bantuan.

Beberapa masalah seperti tingkat pengangguran tinggi, pertumbuhan masyarakat tinggi, produktivitas rendah, kulitas kehidupan rendah, serta kemiskinan berkaitan langsung dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Hingga masalah-masalah sejenis itu tidak akan dapat diberantas oleh pemerintahan selama masalah perekonomian belum juga dapat diatasi. Di segi lain, masalah perekonomian juga amat bergantung pada kualitas kehidupan manusia, hingga keduanya sama-sama memengaruhi satu sama lain. Akibatnya, hal semacam itu menjadi masalah yang selalu berputar serta tidak kunjung selesai apabila tidak diiringi oleh keinginan keras seluruh penduduknya untuk maju.

Sumber Daya Alam Belum Banyak Dimanfaatkan Secara Maksimal

Penguasaan teknologi serta pendidikan yang rendah mengakibatkan negara berkembang mempunyai kemampuan terbatas untuk memanfaatkan sumber daya yang ada.

Pengetahuan orang-orang akan potensi yang dimiliki oleh wilayahnya amat rendah, hingga tidak dapat memanfaatkan potensi yang dimilikinya. Walau sebenarnya memanfaatkan sumber daya alam adalah aspek pendorong kemajuan sebuah bangsa.

Sumber daya manusia yang rendah tidak akan dapat mengolah serta memanfaatkan sumber daya alam yang paling tinggi sekalipun. Karena itu, kemajuan sebuah negara amat bergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu ada beberapa negara yang mempunyai potensi sumber daya alam yang amat banyak akan tetapi tetap tergolong ke dalam negara berkembang.

Kekurangan Modal Untuk Melakukan Pembangunan

Modal yang dimiliki negara berkembang cenderung tersedot untuk menangani masalah-masalah sosial seperti yang sudah dijelaskan di awal. Mengakibatkan modal cepat habis serta tidak ada lagi modal untuk meneruskan proses pembangunan. Mengenai pengadaan modal lewat Ekspor dan pemasukkan lainnya tidak bisa berjalan secara maksimal lantaran ketidakmampuan untuk menambah pemasukkan ke kas negara seceara signifikan.
Cenderung Menggantungkan Kehidupan Pada Impor Hasil Industri dan Ekspor Hasil Pertanian
Kekuatan produksi yang rendah dan cuma mengandalkan bidang pertanian mengakibatkan adanya ketidakseimbangan dalam ekspor serta impor. Modal juga banyak tersedot untuk membeli hasil industri. Lalu, pamasukkan cuma mengandalkan hasil ekspor pertanian yang nilainya tidak terlalu tinggi.

Ketidakseimbangan antara ekspor serta impor mengakibatkan tidak seimbaangnya pemasukkan serta pengeluaran. Hingga, yang terjadi pengeluaran berlebihan tanpa diimbangi pemasukkan yang mengakibatkan kas negara selalu mengalami defisit atau kerugian. Mengakibatkan perekonomian negara jadi tidak stabil yang makin lama memperparah keadaan.

Kurang lebih 80% masyarakat dunia saat ini tinggal di negara berkembang. Negara yang termasuk dalam kategori berkembang melibih tiga per empat dari jumlah seluruh negara di dunia. Negara berkembang biasanya mempunyai tingkat pertumbuhan masyarakat yang tinggi. Rata-rata tingkat pertumbuhan di negara berkembang mencapai angka 1, 6%. Sementara, rata-rata angka pertumbuhan masyarakat negara maju cuma 0, 1%. Tidak hanya itu, negara berkembang biasanya mempunyai tingkat kematian serta kelahiran bayi yang tinggi, dan tingkat harapan hidup yang lebih rendah. Hal semacam ini menunjukan kalau tingkat kesehatan serta nilai gizi yang dikonsumsi masyarakat di negara berkembang masih sangat rendah.

Masyarakat negara berkembang biasanya tinggal di pedesaan. Beberapa penduduknya bekerja di bidang pertanian. Tingkat pendapatan per kapitanya rata-rata amat rendah. Pendapatan per kapita rata-rata negara berkembang ada di bawah kisaran 5. 000 dollar Amerika. Bahkan juga masih banyak negara berkembang yang pendapatan perkapitanya cuma ada pada kisaran beberapa ratus dollar amerika saja.

Berdasarkan Uraian di atas bisa diambil kesimpulan bahwa negara-negara berkembang ditandai dengan ciri sebagai berikut ini:

  • Produksi barang-barang primer seperti pertanian masih lebih dominan.
  • Jumlah pertumbuhan penduduknya tinggi.
  • Jumlah lapangan kerja dengan tenaga kerja yang ada tidak seimbang.
  • Tingkat Produktivitasnya masih rendah.
  • Tingkat kesejahteraan penduduknya rendah.
  • Angka beban Tanggungannya masih tinggi.
  • Kualitas atau tingkat keahlian serta keterampilan tenaga kerjanya masih rendah.
  • Pendapatan nasional serta pendapatan perkapita penduduknya masih rendah.
  • Ketergantungan pada negara lain tinggi serta gampang terpengaruh.
  • Daya beli penduduknya rendah.
  • Tingkat kemiskinan penduduknya masih tinggi.
  • Tingkat pengangguran yang tinggi beresiko pada tingginya angka kriminalitas.

Aduh, panjang amat ya pembahasannya? maklum sahabat, saya lagi semangat ni, nah gimana? udah ngerti kan mengenai perbedaan negara maju dan negara berkembang? Lalu bagaimana pendapatnya supaya indonesia bisa jadi negara maju seperti amerika yang tentunya menjadi negara yang amat berpengaruh di dunia internasional? Pendapatnya langsung diisikan saja di kotak komentar ya, keluarkan aja semua unek-uneknya. Terimakasih sudah berkunjung di Lahiya.id, blog sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan, mudah-mudahan senantiasa bermanfaat ilmunya.

Sumber:
http://www.softilmu.com/2013/12/pengertian-negara-maju-dan-berkembang.html#

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan