Operasi Sesar Berpengaruh pada Evolusi Manusia? Begini Penjelasan Studinya

Posted on

Lahiya – Hasil mengejutkan diperoleh sebuah studi yang menunjukkan bahwa keberhasilan persalinan melalui bedah sesar pada paruh abad ke-20 memiliki pengaruh pada evolusi manusia.

Seperti diwartakan kompas.com, studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Wina di Austria. Mereka mengungkapkan sebuah teori yang menghubungkan antara bedah sesar dengan evolusi pada manusia.

Dahulu, persalinan seorang ibu yang memiliki pinggul sempit sementara bayi yang dikandungnya berukuran besar memiliki kemungkinan keselamatan amat tipis.

Kini, beruntungnya ada bedah sesar yang bisa menyelesaikan masalah tersebut. Ibu dengan pinggul sempit bisa melahirkan bayi yang besar.

Menurut tim peneliti, persalinan secara sesar ini ternyata melahirkan beberapa pergeseran yang berlangsung dalam waktu yang lumayan pendek.

Jadi, studi ini menyebut bedah sesar membuat jumlah bayi berukuran besar dan perempuan dengan panggul sempit menjadi lebih banyak.

Hal tersebut disebabkan karena dengan bedah sesar, gen dari bayi berukuran besar serta perempuan berpanggul kecil terus diturunkan ke generasi selanjutnya.

Padahal dulu, bagaimanapun kondisi perempuan, ia akan melahirkan dengan cara normal, yang berarti gen-gen ini kemungkinan besar tidak diturunkan ke generasi berikutnya.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Fredrich Yunadi Nyatakan Advokat Tidak Dapat Dituntut!

“Tanpa intervensi medis modern, beberapa problem persalinan sering tidak akan membuat perempuan selamat. Namun dari perspektif evolusi, kejadian tersebut adalah bentuk seleksi,” kata ahli biologi dan peneliri dari Universitas Wina, Philipp Mitteroecker, dikutip dari kompas.com yang melansir Science Alert.

“Perempuan dengan panggul sempit tidak akan selamat dari proses persalinan 100 tahun yang lalu. Tapi sekarang mereka bisa dan meneruskan gen panggul sempit mereka ke generasi selanjutnya,” imbuhnya.

Kendati demikian, studi yang dipublikasikan di Proceedings of the Natural Academy of Sciences ini masih berupa penelitian awal. Belum diketahui dengan pasti apakah memang terbukti ada erubahan evolusioner akibat bedah sesar itu atau tidak.

Selain itu, masih ada faktor lain yang bisa menyulikan kesimpulan ini, yakni banyaknya perempuan yang meninda memiliki bayi di mana itu berarti mereka melahirkan saat tubuh mereka tidak terlalu lentur lagi.

“Hal itu memiliki konsekuensi apakah mereka memerlukan operasi sesar atau tidak,” terang Daghni Rajasingam, konsultan kebidanan dan juru bicara Royal College of Obstetricians.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan