Panglima TNI Anulir Rotasi 16 Perwira Tinggi, Menhan Sindir Tentara

Posted on

Lahiya – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menganulir keputusan Jenderal Gatot Nurmantyo soal rotasi jabatan 16 Perwira Tinggi (Pati) TNI.

Keputusan Hadi ini menjadi sorotan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Menurutnya, tak ada pelanggaran dari keputusan Hadi yang menganulir rotasi tersebut.

Selain itu, Ryamizard menyebut bahwa hal itu merupakan hal biasa. Apalagi tentara di kenal tahan banting.

“Tidak ada masalah. Kenapa harus masalah. Karena tentara tahan banting. Itu hal biasa. Tentara itu disuruh mati saja siap, masa dimutasi nolak. Itu namanya bukan tentara,” tutur Ryamizard di Jakarta, Rabu (20/12/2017) kemarin, seperti dilansir jawapos.com.

Baca juga: Blak-Blakan! Mahfud MD Sebut Ada Uang Triliunan Rupiah untuk Legalkan LGBT dan Zina di Indonesia

Lebih lanjut, Ryamizard menyebut bahwa keputusan Hadi menganulir rotasi yang dilakukan Gatot merupakan kewenangannya sebagai Panglima TNI yang baru.

“Rotasi jabatan sudah merupakan kewenangan Panglima TNI,” lanjutnya.

Selain itu, Ryamizard juga menegaskan bahwa hubungan antara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI harus terjalin dengan baik.

“Namanya Kemenhan mengurus pertahanan negara, ini saya yang mendesain pertahanan. Setelah saya buat, yang laksanakan TNI. Artinya TNI itu alat negara di bidang pertahanan, saya adalah Menteri Pertahanan,” tegasnya.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Hadi menganulir rotasi jabatan 16 Pati TNI. Menurutnya hal ini dilakukan untuk menjalankan amanah sebagai Panglima TNI.

“Pertama adalah saya harus mengamanahkan tugas sebagai Panglima TNI. Untuk itu saya selalu mengevaluasi secara terus menerus berkesinambungan terhadap sumber daya manusia TNI. Untuk memenuhi organisasi di TNI ini dan menghadapi tugas-tugas ke depan yang semakin kompleks,” tutur Hadi, Rabu (20/12/2017) kemarin.

Baca juga: Hoax! Beredar Foto Papan Iklan PDIP Tak Butuh Umat Islam, Padahal Faktanya Adalah…

Selain itu, Hadi menyebut bahwa pengisian jabatan di TNI harus sesuai dengan kebutuhan organisasi dan profesionalitas. Dengan adanya keputusan yang tertuang dalam telegram Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI ini, enam belas Pati tak jadi menduduki jabatan yang telah diberikan sebelumnya.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan