Pemerintah Batal Dapat 51 Persen Saham Freeport, Kok Bisa?

Posted on

Lahiya – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) cukup dibuat frustasi dalam usaha menguasai 51 persen saham PT Freeport Indoensia. Pasalnya hingga saat ini, belum ada kesepakatan antara pemerintah dan Freeport terkait dengan divestasi saham ini.

Seperti diwartakan jawapos.com, meski belum menemukan kesepakatan, Kementeian ESDM masih terus berupaya supaya pemerintah pada akhirnya bisa menguasai 51 persen saham Freeport.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementeria ESDM, Bambang Gatot, mengatakan bahwa pihaknya tengah memikirkan alternatif lain untuk mengambil 51 persen saham Freeport.

Salah satu cara, imbuhnya, adalah dilakukan dengan membeli hak partisipas (participating interest/PI) milik perusahaan tambang asal Australia, Rio Tinto, yang ada di tambang Grasberg, Papua. Sekarang, Rio Tonto memiliki 40 persen saham di Freeport.

Baca Juga: Terbongkar! Yenny Wahid Ungkap Isi Pertemuannya dengan Prabowo

“Betul (beli hak partisipasi Rio Tonto). Ya kalau kesepakatan para pihak setuju, kenapa tidak (konversi jadi saham). Ya diperjanjiannya diperjanjikan,” kata Bambang di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/12/2017) dikutip dari jawapos.com.

Bambang menjelaskan, melakukan divestasi sendiri merupakan kewajiban bai Freeport. Namun, pemerintah mengalah dan mencari opsi lain untuk tetap memiliki 51 persen saham Freport.

Meskipun begitu, Bambang menegaskan bahwa cara alternatif ini bukan dimaksudkan untuk membebaskan Freeport dari kewajiban melakukan divestasi.

“Ya enggaklah (kewajiban divestasi Freeport bebas). Kok bisa bebas? Rio Tonto itu di mana sekarang? Kan tujuan utama pemerintah apa? memiliki saham 51 persen. Kalau itu tercapai 51 persen, asal sahamnya dari mana, ya tetap divestasi,” jelas Bambang.

Masih dilansir dari jawapos.com, perlu diketahui bahwa saham yang ada di Freeport Indonesia sekarang terdiri dari saham Freeport McMoran sebesar 81,28 persen, PT Indocopper Investama (perusahaan berbadan hukum Indonesia yang 100 persen dimiliki Indonesia) 9,36 persen, dan saham pemerintah Indonesia sebesar 9,36 persen.

Kemudian, apabila 40 persen hak yang dimiliki Rio Tonto dikonversi menjadi saham, makan akan ada perubahan persentase kepemilikan saham di PTFI. Sebab perbandingannya adalah 40 persen milik Rio Tonto dan 60 persen milik PTFI.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan