Pemilu Cukup Sekali 8 Tahun Saja

Posted on

Lahiya – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono memberikan saran agar pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan setiap delapan tahun sekali dengan masa jabatan satu periode.

Dalam acara temu kader yang digelar di Gedung Wijayakusuma, Jakarta Timur pada Minggu (21/1) kemarin, Hendro menitipkan usulan tersebut kepada para bakal calon legislatif PKPI yang nanti lolos ke Senayan pada Pemilu 2019 mendatang, seperti yang dilansir dari laman Beritasatu.com.

“Pemilu cukup sekali delapan tahun saja. Enggak usah lima tahun sekali tapi bisa maju kembali,” ujar Hendro dalam acara bertema “Mari Kita Tingkatkan Soliditas Kader dalam Memenangkan Pemilu Tahun 2019”, dikutip dari laman Beritasatu.com, Senin (22/1/2018).

Hendro menilai, pemilu lima tahun sekali tidak terlalu efektif dalam mewujudkan program-program presiden. Karena meski presiden dan wakil presiden dipilih lima tahun sekali, namun masa jabatan mereka hanya empat tahun, di mana satu tahunnya dijejali dengan kesibukan persiapan kampanye.

Baca Juga: Terungkap! Begini Kronologi Tendangan Wali Kota Mataram ke Satpol PP

Usulan ini bertujuan agar pemimpin negara lebih fokus memajukan bangsa dan tidak terganggu masa kampanye serta kehadiran penantang. “Itu buang waktu. (Delapan tahun) lebih efisien, mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak terus-terusan main duit di pilkada, pilpres, pileg,” paparnya, dikutip dari Liputan6.com pada Senin (22/1/2018).

Apabila pemikiran tersebut terwujud, kata Hendro, Indonesia akan melampaui Amerika Serikat (AS), di mana di negara adidaya tersebut pemilihan kepala negara dilakukan empat tahun sekali dan biasanya mereka akan kembali memimpin pada periode kedua.

Disampaikan oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini, ia menargetkan perolehan kursi PKPI di Pemilihan Legislatif 2019 setidaknya 27 kursi dengan maksimal 49 kursi, untuk mewujudkan usulan tersebut. Ia juga meminta kader agar bekerja lebih keras untuk memenangkan pileg.

Baca Juga: Ustaz Zulkifli Muhammad Jadi Tersangka, SBY: Penegak Hukum Jangan Mudah Kriminalkan Ulama!

Karena itu Hendro mencari bakal calon legislatif dengan elektabilitas dan popularitas tinggi untuk memenangkan pemilihan. Lebih lanjut, ia menegaskan para bakal calon tidak perlu menyerahkan mahar politik. “Mereka tidak perlu bayar mahar politik, mereka gratis maju dari PKPI,” tuturnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan