Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Posted on

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

B3 adalah kepanjangan dari bahan berbahaya dan beracun. Bahan berbahaya dan beracun (B3) didefinisikan sebagai bahan yang karena sifat dan konsentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan merusak lingkungan hidup, serta dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Berikut ini adalah yaitu.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3

Penyimpanan sementara limbah B3 adalah bagian pengolahan limbah B3 yang bertujuan menyimpan sementara limbah B3yang dihasilkan sendiri di lokasi penghasilan limbah B3 sampai dengan suatu keekonomisan pengelolaan lebih lanjut tercapai.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Menyiiman limbah B3 maksimal 90 hari, kecuali bagi penghasil dengan jumlah timbunan limabh B3 lebih kecil dari 50 kg per hari.
Pengumpulan limbah B3 adalah bagian pengelolaan limbah B3 yang bertujuan menyimpan sementara limbah yang dihasilkan dari beberapa sumber di luar lokasi penghasil sampai dengan suatu keekonomisan pengelolaan lebih lanjut tercapai. Pengumpulan limbah B3 maksimal 90 hari.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Pengangkutan Limbah B3

Pengangkutan limbah B3 adalah bagian dari pengelolaan limbah B3 yang bertujuan memindahkan limbah B3 dari satu pelaku ke pelaku lain. Syarat pengangkutan limbah b3 adalah sebagai berikut.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Harus mendapat rekomendasi dari KLH (Kementrian Lingkungan Hidup) dan izin dari Departemen Perhubungan.
Harus memiliki dokumen limbah B3.
Pengangkutan limbah B3 harus menggunakan alat angkut khusus yang dirancang sedemikian rupa yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan proses pengangkutan.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Cara Penanganan Limbah B3

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) tidak dapat begitu saja ditimbun, dibakar, atau dibuang ke lingkungan karena mengandung bahan yang dapat membahayakan manusia dan makhluk hidup lain. Limbah ini memerlukan cara penanganan yang lebih khusus dibanding limbah yang bukan B3.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Limbah B3 perlu diolah, baik secara fisik, biologi, maupun kimia sehingga menjadi tidak berbahaya atau berkurang daya racunnya. Setelah diolah, limbah B3 masih memerlukan metode pembuangan yang khusus untuk mencegah resiko terjadinya pencemaran.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Beberapa metode penanganan limbah B3 yang umumnya diterapkan antara lain sebagai berikut.

a. Metode pengolahan secara Kimia atau Fisika dan Biologi

Proses pengolahan limbah B3 dapat dilakukan secara kimia atau fisik dan biologi.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

1) Proses Pengolahan Libah B3 secara Kimia atau Biologi

Proses pengolahan limbah B3 secara kimia atau fisik yang umumnya dilakukan adalah stabilisasi/solidifikasi. Stabilisasi/solidifikasi adalah proses pengubahan bentuk fisik dan sifat kimia dengan menambahkan bahan pengikat atau senyawa pereaksi tertentu untuk memperkecil atau membatasi pelarutan, pergerakan, atau penybaran daya racun limbah sebelum dibuang.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Contoh bahan yang dapat digunakan untuk proses stabilisasi/solidifikasi adalah semen,kapur dan bahan termoplastik.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Penggunaan metode stabilitas/solidifikasi harus mmnuhi prsyaratan sebagai berikut.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Melakukan analisis dengan prosedur ekstraksi untuk menntukan mobilitas senyawa organik dan anorganik.
Melakukan penimbunan hasil pengolahan stabilitas dan solidifaksi dengan ketentuan penimbunan limbah B3.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

2. proses Pengolahan Limbah B3 Secara Biologi

Proses pengolahan limbah 3 secara biologi yang telah cukup berkembang saat ini dikenal dengan istilah bioremediasi dan fitoremediasi. Bioremediasi adalah penggunaan bakteri dan mikroorganisme lain untuk mendegradasi/mengurai limbah B3.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Adapun fitoremediasi adalah penggunaan tumbuhan untuk mengabsorsi dan mengakumulasi bahan-bahan beracun dari tanah. Kedua proses ini sangat bermanfaat dibandingan dengan metode kimia atau fisik.

Penanganan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Namun, proses ini juga masih memiliki kelemahan, proses bioremediasi dan fitoremediasi merupakan proses alami sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama untuk membersihakn limbah B3, terutama dalam skala besar.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan