SHARE
Loading...

Aku dan ketiga temanku dikenal sebagai gerombolan anak nakal di desaku. Kami biasa dicibir dan diomeli oleh seluruh orang di desa, kecuali oleh satu orang nenek. Sebenarnya tidak hanya kami, nenek ini biasa memperlakukan semua orang dengan sangat baik, bahkan binatangpun demikian. Nenek hidup seorang diri, suaminya telah meninggal dan ia tidak mempunyai anak ataupun keluarga lainnya.

Aku dan teman-teman sering kali memainkan binatang kecil, seperti ulat, burung, serangga, dan lainnya hingga binatang-binatang tersebut luka atau bahkan hampir mati. Nenek selalu menasihati kami untuk tidak melukai binatang apalagi sampai membunuh mereka sambil mengobati binatang-binatang tersebut. Ada yang akhirnya selamat, ada juga yang tidak dapat diobati dan mati.

Suatu waktu di desa kami terjadi kemarau hebat yang berkepanjangan hingga akhirnya orang desa memutuskan untuk pergi ke gunung untuk mencari tumbuhan yang bisa dimakan. Tiba-tiba mereka menemukan seekor ular yang berdiameter kurang lebih 30 cm. Penduduk desa memutuskan untuk menangkap ular tersebut, selain karena takut ular tersebut turun ke desa dan mencelakakan orang, mereka juga berniat mengolah dagingnya menjadi makanan. Penduduk desa bergulat dengan ular tersebut dan akhirnya berhasil menangkap dan membawanya kembali ke desa dengan tubuh terluka.

Mendengar hal itu nenek ini langsung berlari menghampiri penduduk desa dan mencegah mereka untuk membunuh ular tersebut. Nenek berkata,”Saudara saudari, lepaskanlah ular ini, ia bisa tumbuh hingga sebesar itu bukanlah hal yang mudah.” Salah seorang penduduk membalas,”Nek, kalo kita lepasin nanti bisa-bisa dia yang balik makan kita tau!” Nenek kembali menjawab,”Kalau kalian tidak ke gunung dan menggali tanah, kalian juga tidak tahukan ada ular ini di sana? Lepaskanlah dia…”. Nenek terus menerus mencoba meyakinkan penduduk desa hingga akhirnya penduduk desa setuju untuk melepaskan ular tersebut. Nenek sangat senang, hari itu ia mengeluarkan semua makanan yang ada di rumahnya dan memberikannya pada penduduk desa. Tak berapa lama kemudian terdengar kabar bahwa nenek sering pergi ke gunung untuk mengobati ular tersebut. Aku dan teman-teman penasaran dan menanyakan hal tersebut pada nenek, namun nenek hanya tersenyum saja dan berkata kalo mau tahu ikut saja sama nenek ke gunung.

Loading...

Sepuluh tahun setelah kejadian tersebut, nenek tertimpa tanah longsor ketika sedang pergi ke gunung. Ia luka berat dan nampaknya nyawanya tidak dapat terselamatkan. Di desa kami ada peraturan bahwa orang yang meninggal di luar desa tidak boleh dibawa kembali ke desa. Bisa dikatakan roh orang yang meninggal di luar desa tersebut akan terus gentayangan di luar sana. Nenek ditemukan tergeletak lemas oleh beberapa orang lain yang kebetulan juga sedang berada di gunung. Dengan sisa tenaga yang ada, nenek minta untuk diantar kembali ke desa sebelum ia menghembuskan nafas terakhir. Sayangnya jembatan yang menghubungkan jalan gunung dan jalan desa hancur tertimpa longsor sehingga mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan. Ditengah kebingungan dan hujan deras, tiba-tiba muncullah seekor ular raksasa di hadapan mereka. Orang-orang tersebut kaget setengah mati, namun nenek dengan tenang dan perlahan mengulurkan tangan mengelus ular raksasa tersebut sambil berkata,”Kamu mau bawa aku kembali ke desa? Terima kasih…”

Ular tersebut seperti mengerti perkataan nenek, ia berputar perlahan mengelilingi nenek dan membawanya kembali ke desa. Salah seorang penduduk yang melihat ular ini masuk ke desa langsung memberitahu ke pada penduduk desa lainnya hingga akhirnya seluruh orang desa keluar mengikuti kemana ular itu pergi dengan waspada. Ketika sampai di balai desa, ular ini menurunkan nenek dengan perlahan, kemudian berputar sebanyak tiga kali hingga akhirnya dengan perlahan ia kembali ke gunung. Seluruh penduduk desa sangat lega dan berlari menghampiri sang nenek. Sang nenek masih sempat bertahan hingga beberapa jam kemudian ia menghembuskan nafas terakhir. Sejak saat itu hingga sekarang, tidak ada satu orangpun di desa kami yang makan daging ular… [ce]

Loading...
Loading...