Penegak Hukum Jangan Mudah Kriminalkan Ulama!

Posted on

Lahiya – Menanggapi Zulkifli Muhammad Ali, pemuka agama yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menyebar ujaran kebencian dan diskriminasi SARA oleh Polri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengharapkan penegak hukum lebih cermat dalam proses penanganan hukum.

Dilansir dari laman Detik.com, dalam acara peringatan 50 tahun Pondok Pesantren Daar El-Qolam di Pasir Gintung, Jayanti, Tangerang pada Sabtu (20/1), SBY meminta aparat penegak hukum tidak gegabah dalam memproses aduan masyarakat terkait ceramah ulama.

“Negara, pemerintah, penegak hukum jangan sedikit-sedikit mudah mengkriminalkan, memanggil, seolah-olah (ceramah) itu dianggap kejahatan. Saya yakin masih bisa tidak seperti itu, masih bisa menjalin hubungan baik,” tutur SBY, dikutip dari Detik.com, Sabtu (20/1/2018).

Ia meminta agar baik pemerintah maupun penegak hukum dapat duduk bersama dengan para tokoh ulama. Dan sebelum penegak hukum memproses aduan terlait isi ceramah salah seorang ustaz, ada baiknya dilakukan klarifikasi terlebih dahulu apa maksud dari ceramah tersebut.

Baca Juga: Nah Lo! Diduga Pakai Jajaran Gelar dari Ijazah Palsu, Peradi Telusuri Kebenaran Titel Fredrich Yunadi

“Menurut saya, siapa pun yang sampaikan (ceramah) kepada umat tahu batasnya. Selama itu tidak melanggar konstitusi dan UUD, konstitusi itu ada human rights. Maka tidak boleh terlalu cepat (ceramah) itu dianggap melanggar hukum. Tapi para ulama juga tahu batasnya,”  tambah SBY.

SBY mengaku kerap mendengar adanya dugaan kriminalisasi terhadap ulama. Mereka dianggap menyebarkan ujaran kebencian (hate speech). Presiden ke-6 RI ini menyesalkan betapa mudahnya polisi turun tangan dan mengambil tindakan terhadap kasus tersebut.

“Katanya begitu. Dianggap apa yang disampaikan itu adalah ujaran kebencian, hate speech. Polisi turun, penegak hukum turun. Ini kalau terus terjadi tidak baik. Tidak boleh terjadi di Indonesia, negara yang kita cintai,” tutur pendiri Partai Demokrat tersebut dengan tegas.

Terkait penetapan tersangka Ustaz Zulkifli Muhammad Ali lantaran kasus dugaan SARA, sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan tidak ada kriminalisasi terhadap para tokoh ulama. “Prinsipnya sekali lagi, Polri tidak melakukan kriminalisasi ulama,” ujarnya, Jumat (19/1).

Baca Juga: Waduh! Menyoal RUU Miras, Delapan Parpol Sudah Sepakat Alkohol Dijual Bebas. Siapa Saja?

Sebelumnya, menanggapi pemeriksaan yang harus dijalani Ustaz Zulkifli oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, koordinator tim pembela Zulkifli, Novel Bamukmin membantah adanya ujaran kebencian dalam pernyataan pemuka agama tersebut saat memberikan ceramah.

“Ulama menyampaikan dakwah yang memang saat ini kita melihat dari pemerintah yang tidak berpihak. Ulama menyampaikan itu apa yang kondisi saat ini,” tutur Novel yang berkoordinasi dengan Alumni 212 untuk mendampingi Ustaz Zulkifli ke Bareskrim Polri, seperti yang dikutip dari laman Kompas.com, Kamis (18/1/2018).

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan