Pengertian Anekdot, Tujuan, Ciri-Ciri Anekdot serta Contohnya

Anekdot

Pengertian Anekdot, Tujuan, Ciri-Ciri Anekdot serta Contohnya. Anekdot yaitu sebuah cerita singkat mengandung canda tawa (lucu) atau menarik yang menggambarkan peristiwa, seseorang atau pada gagasan tertentu.

Teks anekdot yaitu suatu cerita singkat yang mempunyai unsur lucu, walau demikian mempunyai kandungan dengan maksud untuk melakukan kritikan. Umumnya kritikan dalam teks anekdot semisal pada layanan umum di bidang hukum, politik, lingkungan dan sosial.

Sedangkan pengertian anekdot menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) yang bertuliskan kalau pengertian anekdot yaitu cerita lucu karena menarik dan mengesankan, umumnya tentang orang penting atau terkenal serta berdasar pada peristiwa yang sesungguhnya. Dengan bentuk dan deskripsi yang singkat serta pendek, anekdot memiliki sifat yang begitu lentur hingga memiliki banyak pembaca.

Pengertian Anekdot Menurut Para Ahli

pengertian-anekdot

Pengertian Anekdot Menurut Wachidah jika dilihat dari tujuannya untuk memaparkan suatu kejadian atau peristiwa yang telah lewat anekdot mirip dengan teks recount.

Pengertian Anekdot Menurut Dananjaja berpendapat bahwa anekdot adalah cerita fiktif lucu pribadi seorang tokoh atau beberapa tokoh yang benar-benar ada.

Pengertian Ankedot Menurut Gerot dan Wignell dalam Wachidah Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibursi pembaca. Teks Anekdot disebut pula dengan cerita jenaka. Pada umumnya teks anekdot terdiri dari lima bagian atau struktur generik. Lima bagian tersebut antara lain abstract, orientation, crisis, reaction, dan coda

Baca juga: Contoh Teks Eksposisi

Tujuan Anekdot

  • Membuat dan membangkitkan tawa
  • Membuat pendengarnya terhibur
  • Melukiskan karakter-karekter dengan singkat serta ringan hingga ia bisa terhentak dalam sebuah kilasan permohonan yang mengarah langsung pada intinya.
  • Mengandung arti akan cerita singkat seputar kenangan-kenangannya.
  • Untuk dapat melukiskan suatu karakter atau sikap

Ciri-Ciri Anekdot

  • Hampir menyerupai dengan dongeng
  • Bercerita mengenai hewan dan manusia pada umum secara realistis serta seringkali berhubungan dengan fakta, meskipun perumpamaan dan anekdot tentunya harus berbeda dalam kekhususan dari sejarah mereka.
  • Umumnya tentang orang-orang penting.
  • Ciri-ciri teks anekdot mempunyai sifat lelucon atau humor
  • Ciri-ciri teks anekdot mempunyai sifat yang bisa menggelitik
  • Ciri-ciri teks anekdot bersifat menyindir.
    Ciri-ciri teks anekdot bertujuan pada hal tertentu seumpama untuk mengkritik.

Struktur Anekdot

  • Abstrak : abstrak yaitu bagian pertama dalam aragraph yang berperan dalam melukiskan isi teks agar bisa memberi suatu deskripsi yang sangat jelas tentang isi teks anekdot tersebut .
  • Orientasi : oritentasi yaitu bagian awal yang menujukkan peristiwa, permulaan, atau latar belakang peristiwa itu terjadi
  • Event : event yaitu bagian jalannya cerita yang menjelaskan latar dan watak
  • Krisis : krisis yaitu Permasalahan yang utama terdapat dalam teks anekdot atau menimbulkan permasalahan. Bagian yang terjadinya permasalahan atau beberapa peristiwa.
  • Reaksi : reaksi yaitu Memunculkan reaksi agar bisa menyelesaikan permasalahan. Bagian cerita yang menjelaskan mengenai penyelesaian suatu permasalahan.
  • Koda : koda yaitu bagian akhir yang memberi sebuah kesimpulan.
  • Re-Orientasi : re-orientasi yaitu bagian akhir cerita yang berisikan penutup.

Kata kunci :

  • Abstraksi : Pembukaan/gambaran umum
  • Orientasi : Latar belakang peristiwa
  • Krisis : Masalah
  • Reaksi : Penyelesaian masalah
    Koda : Kesimpulan

Kaidah Teks Anekdot

  • Teks anekdot memakai waktu lampau, adapun misalnya yakni saya tak dapat tidur sampai semalaman
  • Teks anekdot memakai pernyataan retoris, mengenai misalnya yakni apakah dia paham?
  • Teks anekdot memakai kata penghubung atau konjungsi, mengenai misalnya yakni : lalu, setelah itu, kemudian dan lain-lain
  • Teks anekdot memakai kata kerja, mengenai misalnya : pergi, duduk, dan berdiri.
  • Teks anekdot memakai kalimat perintah, mengenai misalnya yakni buanglah, ambillah dan lain-lain
  • Teks anekdot memakai kalimat seru.

Contoh Anekdot

teks-anekdot

Suatu hari rombongan politisi mengadakan kunjungan kerja ke suatu daerah, di dalam perjalanannya, bis yang ditumpangi rombongan politisi mengalami kecelakaan, kejadian itu dilihat oleh seorang petani yang tua. Melihat banyaknya korban meninggal, petani dan warga langsung mengubur massal. Suatu ketika polisi datang dan bertanya kepada petani “apakah korban kecelakaan tidak ada yang hidup ?”.. pak tani menjawab ” memang ada korban yang menyatakan masih hidup tapi pak polisi tahu, kan politisi suka berbohong, yah saya kubur semuanya.

loading...

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

1. Presiden dan Burung Beo

Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya jawab dan suasananya cukup mengherankan.
Presiden 1: “Ada burung Beo yang sudah diajarkan dua bahasa sekaligus, dan burung Beo tadi bisa menirukan dengan bagus, satu bahasa Inggris dan yang ke dua bahasa Rusia. Jadi kalau ditarik kakinya yang kanan, burung Beo akan biacara bahasa Inggris dan kalau ditarik kakinya yang kiri burung Beo akan bicara bahasa Rusia, hebatkan!”
Presiden 2: “Hebat-hebat!”
“Bagaimana kalau kedua kakinya ditarik?” tanya presiden 1.
“Wah pasti burung Beo tadi bisa dua bahasa sekaligus!” jawab presiden 2.
“Salah”.
“Oh mungkin dua bahasa tadi menjadi campur aduk!”.
“Salah”.
“Atau mungkin salah satu katanya akan ketukar, satu bahasa Inggris dan kata kedua bahasa Rusia”.
“Salah”.
“Loh … jadi gimana donk?”.
“Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan jatuh dari sarangnya, bego!”.
“Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya di rumah tangga, masa lu bilang bego!”.
Dan tak lama kemudian pun burung Beo itu menirukan kata-kata tersebut.
“Presiden bego … presiden bego … presiden bego!” suara burung Beo terdengar berulang-ulang.

Struktur

  1. Abstraksi: Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya jawab.
  2. Orientasi: Suasananya cukup mengherankan.
  3. Krisis: “Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan jatuh dari sarangnya, bego!”.
  4. Reaksi: “Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya di rumah tangga, masa lu bilang bego!”.
  5. Koda: “Presiden bego … presiden bego … presiden bego!” suara burung Beo terdengar berulang-ulang.

2. Bodrex

Suatu hari dibulan puasa , ada seoarang kakek sedang puasa tiba tiba kepalanya sakit, dengan panik sikakek langsung meminum obat bodrex yang tersedia dirumahnya, cucunya melihat kejadian itu langsung bertanya, “Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat ?” tanpa tampang berdosa, si kakek pun langsung menjawab, “ itulah okenya bodrex, bisa diminum kapan saja !!”

Bagian bagian struktur dari cerita anekdot ( bodrex ) diatas:

  1. Abstrak : suatu hari dibulan puasa
  2. Orientasi : seoarang kakek sedang puasa tiba tiba kepalanya sakit
  3. Krisis : dengan panik sikakek langsung meminum obat bodrex yang tersedia dirumahnya
  4. Reaksi : Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat
  5. Koda : si kakek pun langsung menjawab, “ itulah okenya bodrex, bisa diminum kapan saja

3. Kesetrika

Disiang hari yang panas, ada seorang pria datang kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar, Dokter : “Kenapa telinga anda” Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika pakaian saya, nah waktu saya sedang menyetrika, tiba-tiba telepon bordering, karena reflek, seketika itu seketrika yang saya pegang saya tempelkan ditelinga kanan saya dok.” Dokter: “ Ooo.. saya paham keluhan anda, terus telinga yang satunya lagi kenapa ? Pasien : “ Lah itu dok si bego itu nelpon lagi“

Bagian bagian struktur dari cerita anekdot ( Kesetrika ) diatas:

  1. Abstrak : Disiang hari yang panas
  2. Orientasi : seorang pria datang kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar
  3. Krisis : Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika pakaian saya, nah waktu saya sedang menyetrika, tiba-tiba telepon bordering, karena reflek, seketika itu seketrika yang saya pegang saya tempelkan ditelinga kanan saya dok.
  4. Reaksi : “ Ooo.. saya paham keluhan anda, terus telinga yang satunya lagi kenapa ?
  5. Koda : Lah itu dok si bego itu nelpon lagi

Gambar-gambar Anekdot

 

 

Image result for anekdot

Image result for anekdot

1

No Responses

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan