SHARE
tumbuhan paku

Pengertian Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku atau paku-pakuan atau istilah lainnya Pteridophyta adalah sekelompok tumbuhan dengan sistem pembuluh sejati (Tracheophyta) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksi seksualnya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini melepaskan spora sebagai alat penyebarluasan dan perbanyakannya, menyerupai kelompok organisme seperti lumut dan jamur.

Tumbuhan paku juga merupakan tumbuhan tingkat rendah, sama seperti lumut. Meskipun ciri dan struktur tubuh tumbuhan paku sangat berbeda dibandingkan lumut, yakni sudah memiliki cormus atau dapat dibedakan bagian akar, daun, dsb. Tetapi tumbuhan paku tidak menghasilkan biji.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Tubuh tumbuhan paku memang sudah bisa dibedakan bagiannya seperti batang, akar, dan daun sejati dan juga telah mempunyai pembuluh pengangkut, tumbuhan paku masih membentuk spora sebagai alat perkembangbiakan yang utama. Maka dari itu tumbuhan paku disebut kormofita berspora atau tumbuhan vaskuler tak berbiji. Tumbuhan paku juga memiliki gametangium yang letaknya tersembunyi, sehingga termasuk kelompok Vasculer Cryptomagae.

Golongan Vascular Cryptogamae dalam sistem klasifikasi lama termasuk dalam Divisi Pterydophyta. Divisi ini merupakan Cormophyta bersama dengan tumbuhan berbiji dan tubuhnya yang berupa kormus sudah merupakan sporofit.

Sebagai tumbuhan tingkat rendah, tumbuhan paku sudah lebih maju dibandingkan tumbuhan lumut karena telah memiliki sistem pembuluh yang terdiri dari xilem dan floem, sudah ada akar sejati, sporofit hidup bebas dan berumur panjang, dan sebagian sudah merupakan tumbuhan heterospor.

Sebaliknya, sebagai golongan kormofita, tumbuhan paku lebih rendah perkembangannya daripada tumbuhan berbiji karena untuk melakukan pembuahan sel kelamin jantan dapat mencapai sel kelamin betina tanpa harus melalui siphon (buluh serbuk sari). Karenanya, tumbuhan paku dan lumut termasuk golongan Embryophyta Asiponogama. Dan juga, tumbuhan paku tidak membentuk biji dan gametofit betina tidak menempel pada sporofit serta dalam perkembangan embrio sporofit tidak ada masa istirahat.

Ciri – Ciri Tumbuhan Paku (PTERIDOPHYTA)

a. Struktur Akar

Akar tumbuhan paku berbentuk serabut dengan kaliptra pada ujungnya. Jaringan akarnya terdiri dari epidermis, korteks, dan silinder pusat.

b. Struktur Batang

Serupa halnya dengan jaringan akarnya, struktur batang tumbuhan paku juga terdiri dari epidermis, korteks, dan silinder pusat. Pada silinder pusat tersebut terdapat berkas pembuluh angkut, yaitu xilem dan floem. Berkas pembuluh ini berperan dalam proses fotosintesis dan mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

c. Struktur Daun

Struktur daun tumbuhan paku terdiri atas jaringan epidermis, mesofil, dan pembuluh angkut. Sedangkan jenis tumbuhan paku sendiri terdiri atas berbagai macam, meliputi:
Jika ditinjau dari ukuran daun, maka daun tumbuhan paku ada yang berukuran kecil (mikrofil) dan berukuran besar (makrofil). Daun mikrofil tidak bertangkai dan tidak bertulang, serta bebentuk rambut atau sisik. Sedangkan daun makrofil bertangkai, bertulang daun, jarngan tiang, bunga karang, dan juga memiliki mesofil dengan stomata, serta bebentuk
Jika ditinjau dari fungsinya, daun tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora (sporofil) dan tidak menghasilkan spora (tropofil).

Daun tropofil disebut sebagai daun steril dan memiliki klorofil sehingga berperan dalam proses fotosintesis dalam menghasilkan glukosa. Sedangkan daun sporofil disebut sebagai daun fertil karena menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakan.
Umumnya habitat tumbuhan paku pada tempat yang lembab, bisa di darat, perairan, ataupun menempel.

Tumbuhan paku dapat bereproduksi secara seksual maupun secara aseksual.
Tumbuhan paku bersifat fotoautotrof, karena memiliki klorofil sehingga dapat berlangsungnya proses fotosintesis.

Dalam siklus hidup tumbuhan paku, pada fase metagenesis terdapat fase sporofit yaitu tumbuhan paku sendiri. Fase sporofit pada metagenesis memiliki sifat yang lebih dominan dibandingkan fase gametofitnya.

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku dikelompokkan ke dalam 4 divisi yaitu Divisi Psilophyta atau paku purba, Divisi Lycophyta (Lepidophyta) atau paku kawat, Divisi Arthrophyta atau paku ekor kuda, dan Divisi Filicophyta atau paku sejati.

Tiga divisi pertama adalah tumbuhan paku dengan daun berupa mikrofil sedangkan divisi yang ke empat adalah paku dengan daun berupa makrofil. Berikut ini klasifikasi tumbuhan paku.

1. Paku Purba (Psilopyta)

5240718100_74ef5c8f7f_b

Divisi Psilophyta disebut juga paku purba. Seperti namanya, tumbuhan ini sudah banyak yang punah. Jenis tumbuhan ini hanya sedikit saja populasinya. Diperkirakan hanya tinggal 10 – 13 species yang berasal dari 2 genus.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...