Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia

Posted on

Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia Selamat datang di lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Pengertian Hormon, Mekanisme Kerja Hormon, dan Kelenjar yang Menghasilkan Hormon. Pembahasan kali ini mungkin akan sedikit panjang, tapi kami akan menampilkan banyak gambar untuk memperjelas pembahasan.

Hormon yaitu senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin disebut dengan juga kelenjar buntu lantaran tidak mempunyai saluran tersendiri. Sekresi kelenjar endokrin disebut dengan sebagai sekresi internal. Hormon yang dihasilkan dikembalikan ke darah serta beredar mengikuti aliran darah. Hormon itu bakal memengaruhi organ target.

Dengan hal tersebut bisa dikatakan kalau system endokrin bisa berkomunikasi dengan jaringan atau organ-organ target yang letaknya jauh dari kelenjar.

Tidak seperti system saraf, dampak hormon berjalan lambat, namun lantaran hormon memengaruhi metabolisme sel, pengaruhnya pada jaringan serta organ menetap. Tidak hanya dihasilkan dari kelenjar endokrin, ada juga hormon yang dihasilkan dari beberapa sel saraf tertentu yang disebut dengan sel neurosekretori. Hormon yang dihasilkan oleh sel saraf itu diberi nama neurohormon.

Hormon di produksi berdasarkan mekanisme kerja umpan balik. Artinya kekurangan atau kelebihan hormon tertentu bisa memengaruhi produksi hormon lain.

Ketidaksamaan system saraf dengan system hormone

System saraf

  • Sinyal yang dibawa bersifat impuls saraf
  • Impuls saraf berjalan cepat lantaran dihantarkan lewat serabut saraf
  • Organ target biasanya khusus, contoh bila kaki terkena paku, impuls khusus dari kaki kembali lagi ke kaki
  • Respon organ target berjalan cepat

System hormon

  • Sinyal yang dibawa bersifat cairan hormon
  • Dampak hormon berjalan lambat lantaran dihantarkan lewat system peredaran darah
  • Organ target ada yang khusus ada juga yang umum. Contohnya hormon vasopressin punya pengaruh pada penyerapan air di ginjal, sedang hormon perkembangan punya pengaruh ke semua tubuh.
  • Respon organ target ada yang cepat, ada yang lambat.

Didalam tubuh manusia ada 9 kelenjar endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon, yakni hipotalamus, pituitari, pineal, tiroid, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, ovarium (pada wanita), serta testis (pada lelaki).

Hipotalamus

Hipotalamus terdapat di otak depan serta berfungsi penting dalam penyusunan homeostasis. Hipotalamus memiliki beberapa sel saraf khusus yang menghasilkan neurohormon. Neurohormon ada yang berfungsi sebagai faktor pencetus serta ada juga yang berfungsi sebagai faktor penghambat. Hormon yang berfungsi sebagai faktor pencetus bakal dihasilkan serta dibawa lewat pembuluh darah portahipotalamohipofisis menuju ke hipofisis. Bila hormon itu tiba di hipofisis, hipofisis bakal mengeluarkan hormon yang sesuai.

Berikut ini yaitu hormon yang dihasilkan hipotalamus bersama manfaatnya:

  • Hormon pencetus kortikotropin atau Corticotrophic Releasing Factor (CRF) à Merangsang lobus anterior hipofisis supaya mensekresi Adenocorticotropic Hormone (ACTH)
  • Hormon pencetus hormon perkembangan atau Growth Hormone Releasing Faktor (GRF) à Merangsang pengeluaran hormon perkembangan Somatotrophic Hormone (STH)
  • Hormon pencetus tirotropik atau Tyrotrophic Releasing Factor (TRF) à Merangsang lobus anterior supaya mensekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
  • Hormon pencetus hormon FSH atau Follicle Stimulating Hormone Releasing Factor (FRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi FSH (Follicle Stimulating Hormone)
  • Hormon pencetus hormon LH atau Luteinizing Hormone Releasing Factor (LRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi LH (Luteinizing Hormone)

Neurohormon yang bekerja sebagai faktor penghalang, contohnya Prolactin Inhibiting Factor (PIF) berfungsi untuk menghalangi pengeluaran prolaktin. Hipotalamus juga menghasilkan hormon yang bukanlah faktor pencetus. Hormon ini diangkut oleh neurit beberapa sel neurosekresi kedalam hipofisis bagian belakang. Hormon-hormon itu yaitu vasopressin (memengaruhi pengeluaran air pada urine) serta oksitosin (memengaruhi kontraksi uterus).

Hipofisis (Kelenjar Pituitari)

Kelenjar hipofisis terdapat di dasar otak besar. Kelenjar hipofisis dibagi jadi 3 bagian (lobus), yakni untuk anterior, tengah, serta posterior. Lobus tengah cuma ada pada ketika kita bayi, kemudian bakal cuma tinggal sisa saat udah beranjak dewasa. Kelenjar hipofisis memegang fungsi penting dalam koordinasi kimia tubuh, hingga kelenjar ini disebut dengan “master of glands” lantaran sekresinya dipakai untuk mengontrol aktivitas kelenjar endokrin yang lain. Kelenjar endokrin lain baru mensekresi hormon setelah memperoleh kiriman sinyal (berwujud hormon) dari kelenjar hipofisis.

Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal terdapat di otak tengah. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang bernama melatonin. Konsentrasi melatonin dalam darah naik-turun sesuai sama siklus diurnal. Kandungan melatonin tertinggi terjadi pada malam hari hingga bikin kita mengantuk ; sedangkan pada siang hari kandungannya cuma sedikit. Kelenjar pineal disangka membantu mengatur siklus proses fisiologi siang serta malam hingga memengaruhi pola tidur, selera makan, serta suhu tubuh.

Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terbagi dalam dua lobus yang terdapat di bagian kanan serta kiri trakea. Sekresi kelenjar tiroid diatur oleh satu hormon dari lobus anterior kelenjar hipofisis, yakni hormon tirotropik. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang berfungsi mengatur reaksi metabolisme karbohidrat, mengatur pemakaian O2 serta CO2, memengaruhi perubahan tubuh serta mental.

Kekurangan hormon tiroksin pada masa-masa anak-anak bisa mengakibatkan kretinisme, yakni terjadinya perkembangan kerdil serta kemunduran mental. Kekurangan homo tiroksin pada orang dewasa mengakibatkan mixudema, dengan tanda-tanda proses metabolisme mengalami penurunan, berat tubuh bertambah, gerakan lamban, memikirkan dan berbicara lamban, kulit tebal, serta rambut rontok. Keunggulan tiroksin pada orang dewasa bakal menyebabkan penyakit “Grave’s disease” atau penyakit gondok eksoftalmus. Tanda tanda penyakit itu yaitu mata menonjol, gampang gugup, denyut nadi bertambah, mata lebar, nadi serta napas cepat dan tidak teratur, serta insomnia. Tidak hanya nafsu makan bertambah namun diiringi dengan menurunnya berat badan lantaran meningkatnya metabolisme serta masalah pencernaan.

Tiroksin memiliki kandungan banyak iodin, kekurangan iodin dalam waktu lama bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid. Pembengkakan ini terjadi lantaran kelenjar mesti berusaha keras supaya produksi tiroksin terjamin. Mengakibatkan kelenjar gondok mengembang dan nampaklah penyakit gondok. Penyakit ini kerapkali didapati di beberapa daerah yang kekurangan iodin, contohnya daerah pegunungan atau daerah perbukitan. Pencegahan bisa dilakukan dengan konsumsi makanan yang memiliki kandungan cukup iodin, contohnya ikan laut, atau memakai garam beriodin.

Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid)

Di tiap segi kelenjar tiroid ada sepasang kelenjar kecil, yakni kelenjar anak gondok atau disebut juga dengan dengan kelenjar paratiroid. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan hormon paratiroid untuk mengatur kandungan ion fosfat (PO4) serta ion kalsium (Ca) dalam darah serta tulang. Kerja hormon ini sinergis dengan vitamin D baca juga : Pengertian serta Beberapa jenis Vitamin.

Bila seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) hormon paratiroid bakal menyebabkan tetani, dengan tanda-tanda kejang pada tangan serta kaki, gelisah, sulit tidur, serta terasa kesemutan.

Kebalikannya juga, keunggulan hormon ini bakal menyebabkan kelainan juga, yakni mengakibatkan kalsium serta fosforus dalam tulang bakal di keluarkan serta dialirkan kedalam serum darah hingga pasien bakal gampang untuk mengalami patah tulang, dan dalam urine bakal mengandung banyak kapur serta fosforus, hingga memperbesar peluang untuk menyebabkan batu ginjal yang bila udah parah bisa menyebabkan kegagalan ginjal.

Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal)

Kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal) atau kelenjar suprarenal terdapat diatas (kutub) tiap ginjal. Kelenjar ini terdiri dari sisi luar berwarna kekuningan yang disebut dengan korteks serta bagian dalam yang disebut dengan medula. Tiap bagian itu menghasilkan hormon yang tidak sama.

Bagian Medula

Hormon adrenalin (epinefrin) à mempercepat kerja jantung, menaikkan tekanan darah, mempercepat pengubahan glikogen jadi glukosa pada hati, menaikkan gula darah, serta merubah glikogen jadi asam laktat pada otot.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan