Pengertian HAM | Hak Asasi Manusia

Secara umum HAM (hak asasi manusia) adalah satu dengan harkat dan martabat serta kodrat manusia, oleh sebab itu disebut juga sebagai hak dasar. Hak itu ada pada setiap manusia dan merupakan sifat kemanusiaan.

Dalam Tap.MPR No.XVII/MPR/1988 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan, bahwa hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat pada diri manusia yang sifatnya kodrati dan universal sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa dan berfungsi unutk menjamin kelangsungan hidup, kemerdekaan, perkembangan manusia, dan masyarakat yang tidak boleh di abaikan, dirampas, atau diganggu gugat oleh siapapun.

Jadi, segala hak yang berakar dari martabat, harkat, serta kodrat manusia adalah hak yang lahir bersama manusia itu. Hak ini bersifat universal, berlaku di mana saja, kapan saja, dan untuk siapa saja. Hak itu tidak tergantung pada pengakuan manusia, negara, dan masyarakat lain. Hak ini diperoleh manusia dari Penciptanya dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan.

Hak asasi secara definitif “hak” merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai pedoman berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya.

Hak  mempunyai unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Pemilik hak;
  2. Ruang lingkup penerapan hak;
  3. Pihak yang bersedia dalam penerapan hak.

Ketiga unsur tersebut menyatu dalam pengertian dasar tentang hak. Dengan demikian hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi.


Pengertian HAM

hariadiakbar.blogspot.com


 1. Undang-Undang 39 1999


Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999, hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu adalah kasih karunia-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.


2. John Locke


Menurut John Locke, hak asasi manusia adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. Oleh karenanya, tidak ada kekuasaan apapun di dunia yang dapat mencabutnya. Hak ini sifatnya sangat mendasar (fundamental) bagi hidup dan kehidupan manusia dan merupakan hak kodrati yang tidak bisa terlepas dari dan dalam kehidupan manusia


3. David Beetham dan Kevin Boyle


Menurut David Beetham dan Kevin Boyle, hak asasi manusia dan kebebasan fundamental adalah hak individu yang berasal dari kebutuhan dan kemampuan manusia.


4. C. de Rover


Hak asasi manusia adalah hak hukum setiap orang sebagai manusia. Hak-hak universal dan tersedia untuk semua orang, kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan. Hak-hak tersebut dapat dilanggar, tetapi tidak pernah dapat dihilangkan. Hak asasi manusia adalah hak-hak hukum, ini berarti bahwa hak-hak ini adalah sah.

loading...

Hak asasi manusia yang dilindungi oleh Konstitusi dan hukum nasional di banyak negara di dunia. Hak asasi manusia adalah hak dasar atau hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi manusia dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang. Hak asasi manusia bersifat universal dan abadi.


5. Austin Ranney-


Hak asasi manusia adalah ruang kebebasan individu yang jelas dalam konstitusi dan dijamin oleh pemerintah pelaksanaanya.


6. A.J.M. Milne


Hak asasi manusia adalah hak-hak yang dimiliki oleh semua manusia di setiap waktu dan di semua tempat karena keutamaan keberadaan manusia.


7. Franz Magnis- Suseno


Hak asasi manusia adalah hak-hak manusia tidak seperti yang diberikan kepadanya oleh masyarakat. Jadi bukan karena hukum positif, tetapi dengan martabat sebagai manusia. Manusia memilikinya karena ia adalah manusia.


8. Miriam Budiardjo


Miriam Budiardjo membatasi gagasan hak asasi manusia sebagai hak asasi manusia yang telah diperoleh dan dilakukan bersamaan dengan lahirnya atau kehadiran di masyarakat.


9. Oemar Seno Adji


Menurut Oemar Seno Adji adalah hak asasi manusia hak yang melekat pada martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa bahwa alam tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan yang tampaknya menjadi daerah kudus.


10. Undang-undang


Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 1 disebutkan bahwa : “Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.


Contoh pelanggaran HAM


Munir, Korban pelanggaran HAM (www.voaindonesia.com)

Penindasan dan merampas hak orang-orang dan oposisi dengan sewenang-wenang.

  • Menghambat dan membatasi kebebasan pers, berekspresi dan berkumpul untuk hak-hak rakyat dan oposisi.
  • Hukum, aturan dan undang-undang diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi.
  • Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa partai dan tirani / otoriter tanpa diikuti / tidak dihadiri dan oposisi.
  • Aparat penegak hukum dan keamanan melakukan kekerasan / anarkis terhadap rakyat dan oposisi di mana saja.

 


B. Karakteristik Khusus Hak Asasi Manusia (HAM)


 

  1. Hak asasi manusia memiliki karakteristik khusus bila dibandingkan dengan hak orang lain.
  2. Fitur khusus hak asasi manusia sebagai berikut.
  3. Tidak bisa dicabut, yang berarti bahwa hak asasi manusia tidak dapat dihapus atau kiri.
  4. Tidak dapat dibagi, yang berarti bahwa setiap orang berhak atas semua hak, baik hak-hak sipil dan politik atau ekonomi, sosial, dan budaya.
  5. Hakiki, yang berarti bahwa hak asasi manusia adalah hak-hak semua manusia yang sudah ada sejak lahir.
  6. Universal, yang berarti bahwa hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang status mereka, etnis, jenis kelamin, atau perbedaan lainnya. Kesetaraan adalah salah satu dari ide-ide hak asasi manusia.

C. Jenis Hak Asasi Manusia (HAM)


Anda harus memahami bahwa hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada setiap manusia yang lahir berlaku sejak awal kehidupan dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Ada berbagai hak asasi manusia. Secara garis besar, hak asasi manusia dapat diklasifikasikan ke dalam enam jenis sebagai berikut.

1. Hak Pribadi (Personal Rights)

  • Hak yang berhubungan dengan kehidupan pribadi manusia. Contoh hak-hak pribadi adalah sebagai berikut.
  • Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian, dan berpindah-pindah tempat.
  • Hak atau kebebasan berekspresi.
  • Hak kebebasan memilih dan aktif dalam organisasi atau asosiasi.
  • Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, praktek agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing.

2. Hak Politik (Political Rights)

  • Hak yang berhubungan dengan kehidupan politik. Contoh hak politik adalah sebagai berikut.
  • Hak untuk memilih dalam pemilu.
  • Hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan.
  • Hak untuk membuat dan mendirikan partai politik dan organisasi politik lainnya.
  • Hak untuk membuat dan mengajukan permohonan diajukan.

3. Hak Hukum (Legal Equality Rights)

Hak persamaan di depan hukum dan pemerintahan, yaitu hak yang berhubungan dengan kehidupan dan supremasi hukum.

Contoh hukum hak asasi manusia sebagai berikut.

  • Hak untuk perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.
  • Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil.
  • Hak untuk menerima layanan dan perlindungan hukum.

4. Hak Ekonomi (Property Rigths)

  • Hak yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi. Contoh hak-hak ekonomi adalah sebagai berikut.
  • Hak kebebasan kegiatan membeli dan menjual .
  • Hak kebebasan kontrak yang ditandatangani.
  • Hak kebebasan mengadakan sewa dan utang.
  • Hak kebebasan untuk memiliki sesuatu.
  • Hak untuk memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

5. Hak Keadilan (Procedural Rights)

  • Hak untuk diperlakukan sama dalam proses pengadilan. Contoh hak peradilan adalah sebagai berikut.
  • Hak untuk pembelaan hukum di pengadilan.
  • Hak untuk persamaan perlakuan pencarian, penangkapan, penahanan, dan penyelidikan di depan hukum.

6. Hak Sosial dan Budaya (Social Culture Rights)

  • Hak yang berhubungan dengan kehidupan sosial. Contoh budaya sosial adalah sebagai berikut.
  • Hak untuk menentukan, memilih, dan mendapatkan pendidikan.
  • Hak untuk pendidikan.
  • Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat mereka.

Jenis HAM menurut Tap MPR

Dalam Pembukaan Piagam Hak Asasi Manusia Indonesia telah dinyatakan pula sikap dan pandangan bangsa Indonesia terhadap “Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Right) PBB tahun 1948, bahwa bangsa Indonesia sebagai anggota PBB mempunyai tanggung jawab untuk menghormati ketentuan yang tercantum dalm deklarasi tersebut. Piagam Hak Asasi Manusia Indonesia yang ditetapkan oleh MPR dengan Tap. MPR No.XVII/MPR/1988 terdiri atas 10 bab dengan 44 pasal, yaitu sebagai berikut.

1. Hak untuk hidup
2. Hak Berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan
3. Hak Mengembangkan Diri
4. Hak Keadilan
5. Hak Kemerdekaan
6. Hak atas Kebebasan Informasi
7. Hak Keamanan
8. Hak Kesejahteraan