Home Pengertian Pengertian Hukum Menurut Ahli | Pidana Perdata Publik Dll

Pengertian Hukum Menurut Ahli | Pidana Perdata Publik Dll

SHARE

Hukum merupakan satu diantara norma yang ada pada masyarakat. Norma hukum mempunyai hukuman yang lebih tegas. Hukum adalah untuk membuahkan kedisiplinan pada orang-orang, supaya bisa terwujud keseimbangan dalam masyarakat di mana orang-orang tak dapat sebebas-bebasnya dalam bermasyarakat, harus ada batasan supaya ketidakbebasan itu bisa membuahkan kedisiplinan.

Ada beragam jenis pengertian hukum menurut beberapa pakar, pastinya untuk memahami seperti apa pengertian hukum yang sesungguhnya jadi kita dapat sembarang menafsirkan, oleh karenanya tersebut info mengenai pengertian hukum menurut beberapa pakar :


Pengertian hukum serta tujuan hukum


pengertian hukum menurut ahli
www.mmattorneysatlaw.com

1. Pengertian hukum menurut Drs. E. Utrecht, S. H dalam bukunya yang berjudul Pengantar dalam Hukum Indonesia (1953) mengartikan hukum yaitu beberapa kumpulan peraturan yang memuat perintah serta larangan untuk menertibkan kehidupan bermasyarakat serta harus ditaati oleh semua anggota masyarakat lantaran dengan melakukan pelanggaran maka dapat menyebabkan aksi dari pihak pemerintah.

2. Pengertian hukum menurut Achmad Ali yaitu kumpulan norma perihal mana yang benar serta yang salah, dengan di buat serta disadari oleh pemerintah yang tertuang dalam teks ataupun tak tercatat yang berguna untuk mengikat serta sesuai dengan kepentingan orang-orang keseluruhan serta terlepas dari ancaman sanksi untuk pelanggar ketentuan itu.

3. Pengertian hukum menurut Immanuel Kant yaitu seluruh syarat yang mempunyai kehendak bebas dari orang yang satu dapat beradaptasi dengan kehendak bebas yang dipunyai oleh orang lain, hingga terwujud kemerdekaan dengan menuruti ketentuan hukum.

4. Pengertian hukum menurut Prof. Dr. Mochtar Kusmaatmadja yaitu sekumpulan aturan serta azas yang mengontrol pergaulan hidup yang ada di masyarakat di mana mempunyai tujuan untuk melindungi ketertiban dan meliputi beberapa instansi serta sistem yang bermanfaat untuk wujudkan berlakunya kaidah sebagai satu fakta dalam bermasyarakat.

5. Pengertian hukum menurut J. C. T. Simorangkir yaitu satu ketentuan yang mempunyai sifat memaksa serta senantiasa memastikan tingkah laku manusia di lingkungan masyarakat serta lingkungan yang di buat oleh instansi yang berwenang.

6. Pengertian hukum menurut Mr. E. M. Meyers yaitu beberapa kumpulan ketentuan yang mempunyai kandungan mengenai pertimbangan kesusilaan yang diperuntukkan pada perilaku manusia yang ada pada orang-orang serta jadi pegangan untuk beberapa penguasa negara dalam menggerakkan tugasnya.

7. Pengertian hukum menurut S. M. Amin yaitu sekumpulan aturan yang terbagi dalam norma serta sanksi. Hukum mempunyai tujuan untuk mengadakan ketertiban dalam pergaulan individu supaya ketertiban serta keamanan terpelihara dengan baik.

8. Pengertian hukum menurut P. Borst yaitu sekumpulan peraturan hidup yang mempunyai sifat memaksa untuk melindungi serta membuat perlindungan kebutuhan manusia dalam bermasyarakat.

loading...

9. Pengertian Hukum menurut Leon Duguit yaitu himpunan peraturan tingkah laku beberapa anggota masyarakat di mana ketentuan yang daya aplikasinya ketika spesifik diindahkan oleh orang-orang untuk jadikan jaminan dari kebutuhan kolektif apabila ketentuan dilanggar jadi bakal menyebabkan reaksi berbarengan pada orang yang sudah lakukan pelanggaran itu.

10. Pengertian hukum menurut J. Van Aperldoor yaitu untuk mengatur pergaulan hidup dengan damai.

11. Pengertian hukum menurut Prof. Dr. Van Kan yaitu satu kumpulan aturan hidup yang mempunyai sifat memaksa dalam melindungi kepentingan manusia yang ada pada masyarakat.

12. Pengertian hukum menurut M. H. Tirtaatmidjaja SH yang menjelaskan dalam buku beliau “Pokok-poko Hukum perniagaan” menyatakan kalau “Hukum yaitu semua peraturan atau norma yang harus dituruti dalam perilaku semua aksi di dalam pergaulan hidup dengan ancaman harus mengganti kerugian – bila tidak mematuhi sebagian ketentuan itu maka akan membahayakan diri sendiri atau harta, umpamanya orang bakal kehilangan kemerdekaannya, didenda serta sebagainya


Unsur-unsur hukum


Dari sebagian perumusan tentang hukum yang sudah didapatkan dari beberapa pakar hukum itu, maka bisa di ambil rangkuman kalau Hukum itu mencakup sebagian unsur, yakni :

  • Aturan mengenai perilaku atau tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat
  • Aturan itu diselenggarakan oleh tiap-tiap badan resmi yang berwajib
  • Aturan itu mempunyai sifat memaksa
  • Sanksi pada pelangggaran aturan itu adalah tegas.

Ciri-ciri Hukum


Agar bisa mengenal hukum itu kita mesti mengetahui ciri-ciri umum yakni :

  • Ada perintah dan atau larangan.
  • Perintah dan atau larangan itu mesti taat ditaati oleh tiap-tiap orang. jadi tata-tertib di dalam masyarakat itu terus terpelihara dengan sebaik-baiknya. Oleh oleh karena itu hukum mencakup pelbagai ketentuan yang memastikan serta mengatur hubungan orang yang satu dengan yang lain, yaitu beberapa ketentuan hidup kemasyarakatan yang di namakan kaedah hukum.

Sifat-sifat hukum


Supaya tata tertib di dalam masyarakat itu terus terpelihara, maka sebaiknya kaedah-kaedah hukum itu ditaati. Walau demikian tidaklah kebanyakan orang ingin menaati kaedah-kaedah hukum itu ; serta supaya suatu hal ketentuan hidup kemasyarakatan betul-betul dipatuhi serta ditaati hingga jadi Kaedah Hukum jadi ketentuan hidup kemasyarakatan itu harus diperlengkapi dengan unsur memaksa.

Sebab itu hukum ini mempunyai sifat mengatur serta memaksa. Ia adalah aturan hidup masyarakat yang bisa memaksa orang agar mentaati tata tertib di dalam masyarakat dan memberi sanksi yang tegas berbentuk hukuman pada siapa yang tidak taat pada peraturan.


Jenis Hukum


pengertian hukum pidana

Terdapat banyak jenis hukum, salah satunya :

Hukum Materil

Hukum materil yaitu tempat dari tempat di mana materiil itu di ambil. Sumber hukum materiil ini yaitu satu aspek yang memberi pertolongan dalam pembentukan hukum, seumpama hubungan sosial, keadaan sosial ekonomis, hubungan kekuatan politik, hasil penelitian ilmiah, rutinitas, pergantian internasional serta kondisi geografis dan sebagainya.

Hukum Publik

Hukum publik yaitu satu hukum yang bertugas mengatur hubungan antara pemerintah dengan subyek hukum atau yang mengatur kepentingan masyarakat.

Hukum Perdata

Hukum perdata adalah satu diantara bidang yang mengontrol hak serta kewajiban yang dipunyai oleh subyek hukum serta hubungan pada subyek hukum. Hukum perdata juga dikatakan sebagai hukum sipil atau hukum privat sebagai lawan dari hukum publik. Bila hukum umum mengontrol beberapa hal yang terkait dengan negara serta kebutuhan umum seperti politik serta pemilu, aktivitas pemerintahan, kejahatan maka hukum perdata mengatur hubungan antar masyarakat atau warga negara, seperti perkawinan, perceraian, pewarisan, aktivitas usaha, harta benda dan sebagainya.

Hukum Formal

Hukum formal yaitu satu hukum di mana secara langsung dibuat oleh hukum yang bisa mengikat masyarakatnya. Sumber hukum formal yaitu sebatas mengingat cara untuk mana muncul hukum positif, serta dibuat dalam hukum positif, dengan tak lagi mempermasalahkan satu asal-usul dari apa yang ada pada isi sebagian peraturan hukum itu. Sumber-sumber dari hukum resmi ini membuat satu pandangan hukum yang bakal dijadikan sebagai peraturan hukum dalam membuat hukum sebagai kekuasaan yang mengikat. Jadi sumber hukum formal yaitu sebab dari berlakunya ketentuan hukum.

Hukum Pidana

Hukum pidana yaitu satu hukum yang mengontrol perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh undang-undang serta berakibat pada diterapkannya hukuman untuk siapa saja yang sudah mengerjakannya serta sudah penuhi semua unsur perbuatan yang dijelaskan dalam hukum pidana, uu korupsi, uu HAM dsb. Lalu hukum pidana di kenal atas 2 type perbuatan yakni pelanggaran serta kejahatan, kejahatan yaitu perbuatan yang tidak cuma bertentang dengan uu tetapi juga bersebelahan dengan nilai agama, nilai moral serta keadilan di orang-orang, seumpama membunuh, berzina, memperkosa, serta mengambil dan sebagainya. Sedang untuk pelanggaran adalah tak menggunakan helem, tak memakai sabuk pengaman waktu berkendaraan.

Hukum tata negara

Hukum tata negara yaitu hukum yang mengatur seluruh masyarakat hukum bawahan serta hukum atasan menurut tingkatannya serta dari masing-masing itu bisa memastikan lokasi lingkungan masyarakatnya serta selanjutnya bisa memastikan sebagian badan serta manfaatnya pada masing-masing yang berkuasa didalam lingkungan masyarakat hukum itu dan untuk memastikan susunan serta wewenang pada sebagian tubuh itu.


Tujuan Hukum


tujuan hukum
educarepk.com

Di dalam pergaulan satu masyarakat itu ada beragam jenis hubungan pada tiap-tiap anggota masyarakat yaitu hubungan yang disebabkan oleh adanya semua kebutuhan dari anggota masyarakat itu.

Dengan banyaknya serta beragam jenisnya hubungan itu maka beberapa anggota masyarakat memerlukan semua ketentuan yang dapat menanggung ada keseimbangan supaya di dalam jalinan itu itu tak berlangsung lagi kekacauan yang ada pada orang-orang.

Agar bisa menanggung adanya kelangsungan pada keseimbangan di dalam perhubungan pada tiap-tiap anggota masyarakat maka diperlukan semua peraturan hukum yang diselenggarakan atas kemauan serta keinsyafan dari tiap-tiap anggota masyarakat itu.

Semua ketentuan hukum yang mempunyai karakter untuk mengatur serta memaksa anggota masyarakat agar bisa menaatinya, mengakibatkan adanya keseimbangan di dalam tiap-tiap perhubungan yang ada di dalam orang-orang.

Tiap-tiap jalinan kemasyarakatan itu tak bisa bertentangan oleh karena ada beberapa peraturan yang muncul kemasyarakatan itu tak bisa bertentangan pada tiap-tiap peraturan yang di dalam ketentuan hukum yang berlaku di dalam masyarakat.

Tiap-tiap pelanggar ketentuan hukum yang berlaku maka bakal diberikan sanksi yang berbentuk seperti hukuman sebagai bentuk reaksi pada perbuatan yang bisa melanggar aturan hukum yang akan dikerjakannya.

Agar dapat melindungi supaya sebagian aturan pada hukum itu bisa berjalan secara terus menerus serta di terima oleh tiap-tiap anggota masyarakat, maka semua ketentuan hukum yang sudah berlaku harus sesuai dengan serta tidak bisa berlawanan dari beberapa azas keadilan pada masyarakat itu.

Dengan hal tersebut, maka hukum itu mempunyai tujuan agar bisa menjamin adanya satu kepastian hukum yang ada di dalam masyarakat serta hukum itu harus juga bersendikan pada keadilan yaitu beberapa azas keadilan yang ada dimasyarakat itu.

Sehubungan dengan maksud hukum, jadi kita bakal mengetahui sebagian pendapat beberapa pakar hukum mengenai maksud hukum yang salah satunya seperti berikut :

Tujuan Hukum menurut Prof. Subekti S. H

Di dalam buku yang ditulis berjudul “Dasar-dasar Hukum serta Pengadilan” Prof Subekti S. H sudah menyebutkan kalau hukum itu mengabdikan diri pada maksud Negara yang ada di dalam pokoknya yaitu untuk menghadirkan satu kemakmuran serta menghadirkan kebahagiaan pada rakyatnya.

Hukum, menurut Prof Subekti S. H telah mengemukakan kalau hukum itu untuk mengabdi pada tujuan negara yang dalam pokoknya yaitu menghadirkan satu kemakmuran serta kebahagiaan untuk rakyatnya.

Hukum menurut Prof Subekti, S. H melayani tujuan negara itu dengan mengadakan “Keadilan” serta “ketertiban”, mengenai syarat-syarat yang pokok agar bisa menghadirkan kebahagiaan serta kemakmuran. Ditegaskan setelah itu kalau keadilan itu maksudnya dapat digambarkan sebagai satu kondisi keseimbangan yang bisa membawa ketentraman dalam hati tiap-tiap orang, serta bila terganggu atau dilanggar maka akan menimbulkan kegoncangan serta kegelisahaan.

Keadilan bakal senantiasa mempunyai kandungan berbentuk unsur “penghargaan, penilaian, pertimbangan serta lantaran ini ia umum disimbolkan dengan neraca keadilan. Disebutkan kalau keadilan itu menuntut bahwa “dalam kondisi yang sama maka setiap orang harus menerima bagian yang sama juga”.

Tujuan Hukum menurut Prof. Mr Dr. LJ. Apeldoorn

Di dalam bukunya “inleiding tot de studie van het nederlandse recht” menyebutkan kalau tujuan hukum yaitu mengatur semua pergaulan hidup manusia dengan damai. Hukum menginginkan adanya perdamaian.

Perdamaian di antara manusia itu dipertahankan dalam hukum dengan lakukan perlindungan pada beberapa kebutuhan mengenai hukum manusia tertentu, kemerdekaan, keselamatan, harta benda, jiwa pada pihak yang menginginkan merugikannya.

Kebutuhan individual akan senantiasa bertentangan dengan kebutuhan tiap-tiap kelompok manusia. Semua pertentangan kebutuhan ini dapat jadi bahan pertikaian bahkan juga dapat menjelma jadi satu peperangan kalau hukum tidak melakukan tindakan jadi satu penghubung untuk menjaga satu perdamaian.

Mengenai hukum dalam menjaga kedamaian dengan menimbang semua kebutuhan yang bertentangan itu dengan cermat serta membuat keseimbangan salah satunya, karena hukum cuma dapat meraih tujuan, bila dia menuju pada peraturan yang adil ; artinya aturan pada keseimbangan pada semua kebutuhan yang ingin dilindungi, pada tiap-tiap orang yang memperoleh sebanyak mungkin yang sudah jadi bagiannya. Keadilan itu tak dilihat sama artinya dengan kesamarataan. Keadilan bukanlah bermakna kalau pada tiap-tiap orang bakal memperoleh bagian yang sama.

Tujuan hukum menurut teori Etis

Ada satu teori yang sudah mengajarkan kalau hukuman itu hanya untuk inginkan keadilan. Teori-teori yang mengajarkan tentang hal itu disebutkan sebagai teori etis, lantaran menurut teori ietis, isi hukum hanya harus ditetapkan oleh tiap-tiap kesadaran etis kita mengenai apa yang adil serta apa yang tidak adil.

Teori etis ini menrutu Prof. Van Apeldoorn sebagai berat sebelah, lantaran ia sudah melebih-lebihkan kadar keadilan dari hukum, sebab ia kurang untuk memerhatikan keadaan yang sesungguhnya.

Hukum sudah mengambil keputusan semua ketentuan yang umum yang sudah jadi panduan untuk tiap-tiap beberapa orang yang ada pada pergaulan orang-orang. Bila hukum itu hanya inginkan keadilan, jadi hanya mempunyai maksud untuk berikan tiap-tiap orang mengenai apa yang pantas untuk diterimanya jadi ia tidak bisa membuat semua ketentuan yang umum.

Tertib hukum yang tidak mempunyai aturan hukum, tercatat atau tidak tercatat, mustahil, kata Prof. Van Apeldoorn. Tak ada aturan yang umum, itu artinya ketidak tentuan yang benar sungguh-sungguh tentang apa yang sudah disebut adil atau tidak adil. Serta ada ketidaktentuan inilah yang bakal selamanya mengakibatkan seperti perselisihan antar tiap-tiap anggota orang-orang, jadi mungkin mengakibatkan keadaan yang tidak teratur.

Dengan hal tersebut hukum harus dapat memastikan ketentuan yang umum, harus mensamaratakan. Namun keadilan dalam melarang menyamaratakan ; keadilan menuntut supaya semua perkara harus ditimbang dengan sendirinya.

Oleh karenanya kadang-kadang pembentuk dalam undang-undang yang sebanyak-banyaknya harus memenuhi semua tuntutan itu dengan harus merumuskan semua ketentuan yang sedemian rupa hingga hakim dapat diberikan kelonggaran yang luas dalam melakukan sebagian ketentuan itu pada beberapa hal yang sifatnya khusus.

Dalam hukum ada dua teori terkait dengan tujuan hukum salah satunya yakni teori utilities serta teori etis. Teori utilities, yang berasumsi hukum bisa memberi manfaat pada orang banyak dalam masyarakat. Sedang Teori Etis mempunyai tolak ukur pada norma di mana isi hukum ditetapkan oleh kepercayaan kita yang sesuai dengan nilai etis mengenai keadilan serta ketidakadilan. Di mana mempunyai tujuan untuk meraih keadilan serta memberinya pada tiap-tiap anggota masyarakat sebagai haknya.

Pada hakekatnya, tujuan hukum yaitu manfaat dalam menyalurkan kebahagiaan atau kesenangan yang besar untuk jumlah yang paling besar. Berkaitan dengan tujuan hukum jadi terdapat banyak pendapat beberapa pakar tentang maksud hukum yakni :

  • Tujuan hukum menurut Aristoteles (teori etis) yaitu hanya untuk meraih keadilan, yang bermakna memberi suatu hal pada tiap-tiap orang yang sudah jadi haknya. Disebut teori etis lantaran hukumnya diisi mengenai kesadaran etis tentang apa yg tidak adil serta apa yang adil.
  • Tujuan Hukum menurut Jeremy Bentham (teori utilitis) yaitu untuk meraih manfaat. Bermakna hukum untuk menanggung kebagiaan untuk beberapa orang atau orang-orang.
  • Tujuan hukum menurut Geny (D. H. M. Meuvissen : 1994) untuk meraih keadailan serta sebagai komponen keadilan untuk kebutuhan daya manfaat serta manfaat.
  • Tujuan hukum menurut Van Apeldor yaitu untuk mengatur pergaulan hidup yang ada dimasyarakat dengan cara damai dengan membuat perlindungan semua kebutuhan hukum manusia, misalnya kemerdekaan jiwa, harta benda, serta kehormatan.
  • Tujuan hukum menurut Prof. Subekti S. H yaitu untuk mengadakan ketertiban serta keadilan sebagai prasyarat untuk menghadirkan kebahagiaan serta kemakmuran.
  • Tujuan hukum menurut Purnadi serta Soerjono Soekanto yaitu untuk meraih kedamaian hidup manusia meliputi ketertiban eksternal antarpribadi serta ketenangan internal pribadi.

Demikian informasi mengenai pengertian hukum serta tujuan hukum | Semoga info mengenai pengertian hukum serta tujuan hukum bisa memberi faedah dalam memberi wawasan mengenai pengertian hukum serta maksud hukum.

 

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan