Pengertian Iman kepada Allah, Malaikat, Rasul, Kitab, Hari Akhir & Takdir

Pengertian Iman beserta 6 rukun iman yang wajib diketahui. Pada kesempatan ini kita berbicara mengenai ” Iman “, dalam Agama Islam terdapat 6 Rukun Iman yang Wajib kita ketahui serta diamalkan, yakni Iman Kepada Allah, Malaikat Allah, Kitab-kitab Allah, Rasul Allah, Hari Akhir, Qada dan Qadar Allah.

Pengertian iman dari bahasa Arab yang berarti yakin atau percaya. Dan menurut istilah, pengertian iman yaitu membetulkan dengan hati, disampaikan dengan lisan, serta diamalkan dengan tindakan (perbuatan).

Iman secara bahasa bermakna tashdiq (membenarkan). Sedang secara arti syar’i, iman yaitu ” Keyakinan dalam hati, Pengucapan di lisan, amalan dengan anggota tubuh, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat “. Para ulama salaf menjadikan amal termasuk juga unsur keimanan. Oleh karenanya iman dapat bertambah serta berkurang, seperti amal juga bertambah serta berkurang “. Ini merupakan pengertian menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah serta seluruh ulama lainnya.

Dengan hal tersebut pengertian iman mempunyai 5 ciri-ciri : kepercayaan hati, pengucapan lisan, serta amal perbuatan, dapat bertambah serta dapat berkurang.

“Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang telah ada. ” —QS. Al Fath 48 : 4

Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan serta perbuatan. Dia dapat bertambah serta dapat berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan serta berkurang dengan sebab kemaksiatan. ” Imam Ahmad berkata, “Iman dapat bertambah serta dapat berkurang. Ia bertambah dengan melaksanakan amal, serta ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal. ” Imam Bukhari menyampaikan, “Aku telah berjumpa dengan lebih dari seribu orang ulama dari beragam penjuru negeri, aku tidak pernah menyaksikan mereka berselisih bahwasanya iman yaitu perkataan serta perbuatan, dapat bertambah serta berkurang. ”

pengertian kiamat

A. Iman kepada Allah

Pengertian iman kepada Allah yaitu membetulkan dengan hati bahwa Allah itu sungguh-sungguh ada dengan semua sifat keagungan serta kesempurnaanNya, lalu pernyataan itu diikrarkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan dengan cara nyata.

Jadi, seorang bisa disebut sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna jika memenuhi ketiga unsur keimanan tersebut. Jika seorang mengakui dalam hatinya mengenai kehadiran Allah, namun tak diikrarkan dengan lisan serta dibuktikan dengan amal perbuatan, jadi orang itu tidak bisa disebutkan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan itu adalah satu kesatuan yang utuh serta tidak bisa dipisahkan.

Beriman pada Allah yaitu kebutuhan yang begitu mendasar untuk seseorang. Allah memerintahkan supaya ummat manusia beriman kepada-Nya, seperti firman Allah yang berarti :

loading...

“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah serta RasulNya (Muhammad) serta kepada Kitab (Al Qur’an) yang di turunkan kepada RasulNya, dan kitab yang di turunkan terlebih dulu. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, serta hari kemudian, maka sungguh orang itu sudah tersesat begitu jauh. ” (Q. S. An Nisa : 136)

Ayat di atas memberi penjelasan bahwa apabila kita ingkar kepada Allah, maka akan alami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tak akan merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Oleh karenanya, beriman kepada Allah sesungguhnya yaitu untuk kebaikan manusia.

Fungsi Beriman Kepada Allah

1. Mempertebal Keyakinan

Kita ketahui bahwa Allah SWT lah yang membuat segala sesuatunya serta membuat kita masih tetap hidup hingga saat ini. Jadi kita harus lebih yakin serta bersyukur kepada Allah

2. Menambah Ketaatan

Dengan beriman kepada Allah bisa menjadikan acuan untuk taat melaksanakan perintah Allah serta menjauhi laranganya sehingga hati kita akan senantiasa ingat kepada Allah

3. Menentramkan Hati

Dalam surah Ar-Ra’ad ayat 28 diterangkan kalau orang-orang beriman senantiasa mengingat Allah, serta membuat hati mereka tentram karenanya

4. Dapat Menyelamatkan Hidup Manusia di Dunia Ataupun Akhirat

Dalam Quran Surah Al-Mukminin, Allah berfirman : ” Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul kami serta orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia serta pada berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) ”

5. Mendatangkan Keuntungan serta Kebahagiaan Hidup

Manusia yang beriman kepada Allah hati mereka akan menjadi tentram, hidup tentunya semakin lebih bahagia serta permasalahan jadi lebih mudah diselesaikan lantaran Allah akan membantunya

Contoh Perilaku Iman Kepada Allah

Ada sangat banyak contoh perilaku iman kepada Allah yang dapat kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti :

  • Mendirikan Sholat 5 waktu
  • Menafkahkan sebagian rezeki
  • Beriman Kepada Kitab Allah
  • Menafkahkansebagian hartanya baik sewaktu saat lapang maupun sempit
  • Senantiasa berbuat kebajikan
  • Dapat menahan amarah
  • Dapat memaafkan kesalahan orang lain
  • Melakukan perintah Allah dari segi ibadah
  • Berhenti dari perbatan keji serta tak mengulanginya lagi
  • Meyakini dengan benar rukum iman

B. Iman Kepada Malaikat

Satu diantara makhluk Allah swt. yang di ciptakan di alam ini yaitu malaikat. Dia bersifat gaib bagi manusia, lantaran tidak bisa dilihat maupun disentuh dengan panca indra manusia.

Sebagai muslim kita diharuskan beriman kepada malaikat. Iman kepada malaikat itu termasuk juga rukun iman yang ke-2. Apa yang disebut iman kepada malaikat? Iman kepada malaikat bermakna mempercayai serta membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan malaikat yang diutus untuk melaksanakan beberapa tugas tertentu dari Allah.

Dasar yang menerangkan adanya makhluk malaikat tercantum dalam ayat di bawah ini yang berarti :

“Segala puji bagi Allah pencipta langit serta bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga serta empat. ” (Q. S. Fatir : 1)

Hal itu juga diterangkan dalam hadits riwayat Muslim mengenai iman serta rukunnya. Dari Abdullah bin Umar, saat diminta untuk menerangkan iman, Rasulullah bersabda,

“iman itu engkau beriman pada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya serta hari akhir dan beriman pada ketetapan (takdir) yang baik ataupun yang buruk. ”

Dalam hadits itu, percaya kepada malaikat adalah unsur ke-2 keimanan dalam Islam. Percaya kepada malaikat sangat utama lantaran akan memurnikan serta membebaskan konsep tauhid dari bayangan syirik.

Dari ayat serta hadits di atas bisa di ketahui bahwa beriman kepada malaikat adalah perintah Allah serta jadi salah satu syarat keimanan seseorang. Kita beriman kepada malaikat lantaran Al Qur’an dan Nabi memerintahkannya, seperti kita beriman kepada Allah dan Nabi-Nya.

C. Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT

Iman kepada kitab-kitab Allah Swt. bermakna meyakini dengan sepenuh hati serta disampaikan dengan lisan bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab kepada Rasul-Nya untuk dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Keyakinan itu sebaiknya ditanamkan dalam hati dan diwujudkan dalam perbuatan serta perilaku sehari-hari. Perintah beriman kepada kitab-kitabNya seperti berikut :

Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah serta rasul-Nya (Muhammad) serta kepada Kitab (Al-Qur’an) yang di turunkan kepada rasul-Nya, dan kitab yang di turunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, serta hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh. (Q. S. an-Nisa’ 4 : 136)

Kitab-Kitab Allah Swt.

Kitab adalah kumpulan wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada nabi serta rasul untuk di sampaikan kepada kaumnya sebagai panduan serta pedoman dalam menjalani kehidupan dan memperoleh kebahagiaan di dunia serta akhirat. Selain istilah kitab, kita mengenal istilah suhuf.
Suhuf yaitu wahyu Allah Swt. yang di turunkan kepada nabi serta rasul masihlah berbentuk lembaran-lembaran terpisah. Allah Swt. sudah menurunkan empat kitab kepada nabi serta rasul-Nya.

Kitab Taurat
Taurat yaitu kitab suci yang di turunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Musa a. s. agar menjadi petunjuk baginya serta kaum Bani Israel.

Kitab Zabur
Kitab Zabur yaitu kitab suci yang di turunkan kepada Nabi Daud a. s. untuk dijadikan pedoman untuk umatnya.

Kitab Injil
Kitab Injil yang di turunkan kepada Nabi Isa a. s. adalah wahyu Allah Swt. yang selanjutnya di sampaikan kepada umatnya. Kitab Injil yaitu petunjuk untuk Nabi Isa a. s. serta Bani Israel. Umat Nabi Isa a. s. juga membenarkan Injil sebagai kitab yang di turunkan Allah Swt. kepada Nabi Isa a. s. sebagaimana Allah Swt. menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa a. s. serta kitab Zabur kepada Nabi Daud a. s.

Kitab Al-Qur’an
Kitab Al-Qur’an diwahyukan oleh Allah Swt. pada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an tidak sama dengan kitab-kitab yang lain. Kitab Taurat, Zabur, serta Injil diwahyukan untuk menjadi pedoman hidup untuk kaum tertentu. Akan tetapi, Al-Qur’an di turunkan untuk seluruh umat manusia, bukan sekedar untuk bangsa Arab serta tidak terbatas pada waktu tertentu.

Al-Qur’an diwahyukan untuk di sampaikan pada semua umat manusia hingga akhir zaman. Sebab itu, kitab Al-Qur’an yang diterima Nabi Muhammad saw. adalah petunjuk, pemberi peringatan, serta pedoman untuk semua umat manusia dalam menjalani kehidupan didunia.

D. Iman Kepada Rasul

Iman kepada para rasul Allah : Mengimani bahwa ada diantara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Walau demikian mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tak memiliki beberapa sifat dan hak-hak ketuhanan, karena itu menyembah para nabi serta rasul yaitu kebatilan yang nyata.

Harus mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi serta rasul itu yaitu benar serta bersumber dari Allah Ta’ala. Juga harus mengakui setiap nabi serta rasul yang kita ketahui namanya serta yang tidak kita ketahui namanya.

E. Iman Kepada Hari Akhir

Iman kepada hari akhir : Mengimani semua yang berlangsung di alam barzakh (di antara dunia serta akhirat) berbentuk fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga selesai di Surga atau Neraka.

F. Iman Kepada Qada dan Qadar

Iman kepada qada serta qadar, yakni takdir yang baik serta buruk : Mengimani peristiwa yang baik ataupun yang buruk, semuanya datang dari Allah Ta’ala. Lantaran seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat serta sifat mereka begitu pula perbuatan mereka adalah ciptaan Allah.

1

No Responses

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan