SHARE
Gambar Via: itu-aja.blogspot.co.id
Loading...

Konjungsi – Pengertian Konjungsi: Apakah itu yang dimaksud dengan konjungsi? Sederhananya, pengertian konjungsi yaitu kata penghubung atau disebut juga dengan kata sambung. Kata penghubung adalah kata pekerjaan yang berperan untuk menghubungkan antar klausa, antar kalimat, serta antar paragraf.

Kata penghubung antar klausa biasanya terdapat di tengah-tengah kalimat. Untuk kata penghubung antar kalimat, umumnya terdapat di awal kalimat, setelah tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru. Sementara kata penghubung antar paragraf, ditempatkan di awal paragraf.

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, konjungsi bisa digolongkan ke dalam dua bentuk yaitu konjungsi intra kalimat serta konjungsi antar kalimat.

Kata penghubung intra kalimat disebut juga dengan kata penghubung antar klausa, yang disebut sebagai kata yang menghubungkan klausa induk dan klausa anak. Pada konjungsi intrakalimat atau antar klausa ini, ada 2 jenis kata penghubung atau konjungsi, yaitu konjungsi koordinatif serta konjungsi subordinatif.

Gambar Via: rosediana.net

Konjungsi antar kalimat adalah kata yang menghubungkan kata yang satu dengan kata yang lainnya, yang ada dalam kalimat berbeda.

Konjungsi Intra Kalimat

Loading...

Konjungsi intra kalimat atau antar klausa yaitu kata yang menghubungkan klausa induk dan klausa anak. Biasanya, kata penghubung antar klausa ini diletakkan di tengah-tengah kalimat. Di dalam intra kalimat (antar klausa), ada dua jenis kata penghubung atau konjugsi, yaitu konjungsi koordinatif serta konjungsi subordinatif, Berikut ini penuturannya:

Konjungsi Koordinatif

Konjugsi Koordinatif yaitu kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sederajat. Contoh konjungsi koordinatif yaitu: dan, tetapi, atau, sedangkan, melainkan, padahal, lalu, kemudian.

Konjungsi Subordinatif

Konjugsi Subordinatif yaitu kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih dengan status yang tidak sama derajatnya, diantaranya: ketika, sejak, biar, seperti, setelah, jika, andai, kalau, supaya, bagai, ibarat, sehingga, karena.

Di bawah ini adalah jenis konjungsi subordinatif dan contohnya:

Hubungan waktu

Contoh: Sesudah, sementara, sebelum, ketika, sehabis, setelah, sehingga, sejak, selesai, tatkala, sambil, seraya, selagi, selama, sampai

Hubungan syarat

Contoh: Jika, jikalau, kalau, asal, bila, asalkan manakala

Hubungan pengandaian

Contoh: Andaikan, seandainya, sekiranya, seumpamanya

Hubungan tujuan

Contoh: Agar, supaya, biar,

Hubungan konsesif

Contoh: Biarpun, walaupun, meskipun, sekalipun, walau, sunguhpun, kendatipun

Hubungan pemiripan

Contoh: Seolah-olah, sebagaimana, seakan-akan, seperti, sebagai, bagaikan, laksana

Hubungan penyebaban

Contoh: Sebab, oleh karena, karena

Hubungan pengakibatan

Contoh: Sehingga, sampai, sampai-sampai, maka, makanya, karenanya

Hubungan penjelasan

Contoh: Bahwa

Hubungan cara

Contoh: Dengan, melalui

Gambar Via: appleglass.wordpress.com

Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi antar kalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. Konjungsi antar kalimat ini dipakai untuk menjelaskan makna yang tidak sama. Contoh konjungsi antar kalimat diantaranya: oleh karena itu, namun, sebelum itu, akan tetapi, dengan demikian, kecuali itu, selain itu, sesudah itu, sebaliknya.

Konjungsi antar kalimat biasa ditempatkan di awal kalimat, atau setelah tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Berikut ini yaitu contoh konjungsi antar kalimat, beserta maknanya:

  • Biarpun demikian, biarpun begitu, sekalipun demikian, sekalipun begitu, kendati demikian, walaupun begitu, meskipun demikian, meskipun begitu. Makna: untuk menyatakan kesediaan melakukan suatu hal yang berbeda atau bertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya.
  • Kemudian, setelah itu, sesudah itu, selanjutnya. Makna: Menyatakan kelanjutan dari sebuah peristiwa atau kondisi yang diterangkan pada kalimat sebelumnya.
  • Tambahan pula, selain itu, lagi pula. Makna: Menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya.
  • Sebaliknya. Makna: Mengacu pada kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya.
  • Sesungguhnya, bahwasanya. Makna: Menyatakan keadaan yang sebenarnya.
  • Malah, malahan, bahkan. Makna: Memperkuat keadaan yang dinyatakan sebelumnya
  • Akan tetapi, namun, tetapi, kecuali itu. Makna: Menyatakan kondisi pertentangan dengan keadaan sebelumnya
  • Dengan demikian. Makna: Menyatakan konsekuensi
  • Oleh karena itu, oleh sebab itu. Makna: Menyatakan akibat
  • Sebelum itu. Makna: Menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya
Gambar Via: brunch.co.kr

Jenis Konjungsi Berdasarkan Fungsi

Konjungsi Aditif (gabungan)

Konjungsi aditif (gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang fungsinya untuk memadukan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat yang memiliki kedudukan yang sederajat. Contoh: dan, lagi pula, lagi, serta.

Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan yaitu bentuk konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua sisi kalimat yang sederajat, tetapi dengan mempertentangkan kedua bagian tersebut. Biasanya, bagian yang kedua menempati posisi yang lebih penting dari pada bagian pertama. Contoh: namun, melainkan, sedangkan, akan tetapi, padahal, sebaliknya, tetapi.

Konjungsi Disjungtif (pilihan)

Konjungsi pilihan yaitu bentuk konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat yang berfungsi untuk memilih satu diantara dua hal atau lebih. Contoh: atau, atau…. atau, maupun, baik… baik…, entah… entah…

Konjungsi waktu

Konjungsi waktu berperan untuk menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau momen. Kata-kata konjungsi yang punya sifat temporal ini bisa menjelaskan hubungan yang tidak sederajat maupun sederajat. Contoh konjungsi waktu yang menghubungkan kalimat tidak sederajat: apabila, bilamana, hingga, sejak, selama, sementara, ketika, bila, sambil, sebelum, sampai, demi, sedari, seraya, waktu, setelah, semenjak, sesudah, tatkala. Contoh konjungsi waktu yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat: sebelumnya dan sesudahnya

Konjungsi Final (tujuan)

Konjungsi tujuan atau konjungsi final ini semacam konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud serta tujuan sebuah peristiwa, atau tindakan. Kata-kata yang biasanya dipakai untuk menyatakan hubungan ini yaitu: guna, untuk, agar, dan supaya.

Gambar Via: tipsdevida.net

Konjungsi Sebab (kausal)

Konjungsi sebab atau kausal menjelaskan kalau sebuah momen terjadi lantaran suatu sebab spesifik. Apabila anak kalimat ditandai dengan konjungsi sebab, induk kalimat merupakan akibatnya. Kata-kata yang dipakai untuk menyatakan hubungan sebab ini mencakup: sebab, karena, karena itu, dan sebab itu.

Konjungsi Akibat (konsekutif)

Konjungsi akibat menerangkan kalau sebuah momen terjadi akibat sebuah hal yang lain. Dalam soal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyebutkan akibat, sedang kejadiannya dinyatakan dalam induk kalimat. Kalimat yang digunakan untuk menandai konjungsi akibat yaitu hingga, hingga, serta mengakibatkan.

Konjungsi Syarat (kondisional)

Konjungsi syarat atau kondisional menjelaskan bahwa suatu hal bisa terjadi saat syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. Kata kata yang menyatakan hubungan ini yaitu jika, jikalau, apabila, kalau, asalkan, dan bilamana.

Konjungsi Tak Bersyarat

Kata penghubung tak bersyarat ini menjelaskan kalau suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi. Contoh kata-kata yang termasuk juga ke dalam konjungsi tak bersyarat mencakup: meskipun, walaupun, serta biarpun.

Konjungsi Perbandingan

Konjungsi perbandingan ini berperan untuk menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal itu sendiri. Kata kata yang kerap dipakai sebagai konjungsi perbandingan mencakup: sebagai, seperti, bagaikan, sebagaimana, seakan-akan, bagai, ibarat, umpama, dan dari pada.

Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif menghubungkan dua sisi kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa hingga yang satu langsung mempengaruhi yang lain atau kalimat yang satu melengkapi kalimat lain. Konjungsi korelatif ini bisa pula digunakan pada kalimat yang mempunyai hubungan timbal-balik. Contoh konjungsi korelatif: semakin ….. semakin, sedemikian rupa…, kian….. kian, bertambah……bertambah, sehingga…, tidak hanya…. tetapi juga…, baik…, dan maupun.

Gambar Via: artzray.com

Konjungsi Penegas (menguatkan atau intensifikasi)

Konjungsi penegas berperan untuk menyatakan atau meringkas bagian kalimat yang sudah disebutkan di awal, termasuk juga beberapa hal yang menyebutkan perincian. Contoh konjungsi penegas yaitu: bahkan, apalagi, yakni, yaitu, misalnya, umpama, ringkasnya, dan akhirnya.

Konjungsi Penjelas (penetap)

Konjungsi penjelas atau penetap berperan untuk menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. Contoh konjungsi penjelas: bahwa.

Konjungsi Pembenaran (konsesif)

Konjungsi pembenaran yaitu konjungsi subordinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal, sekaligus dengan menampik hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi. Pembenaran ini dinyatakan dalam klausa paling utama (induk kalimat), sementara penolakannya dinyatakan dalam anak kalimat yang didahului oleh konjungsi seperti, meskipun, walaupun, biar, sungguhpun, biarpun, kendatipun, dan sekalipun.

Konjungsi Urutan

Konjungsi urutan menyatakan urutan akan sesuatu hal. Contoh konjungsi urutan: mula-mula, lalu, dan kemudian.

Konjungsi Pembatasan

Konjungsi pembatasan menyatakan pembatasan pada sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan bisa dilakukan. Contoh konjungsi pembatasan, misalnya terkecuali, selain, dan asal.

Konjungsi Penanda

Konjungsi penanda menyatakan penandaan pada sesuatu hal. Contoh konjungsi penanda: misalnya, umpama, contohnya. Ada juga konjungsi pemberi tanda pengutamaan, yang misalnya seperti: pokok, paling utama, serta terutama.

Konjungsi Situasi

Konjungsi situasi ini menjelaskan suatu perbuatan yang terjadi atau berjalan dalam kondisi spesifik. Contoh konjungsi situasi: sedang, padahal, sedangkan, serta sambil.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh Konjungsi, kami harap semoga Postingan kali ini mengenai Konjungsi di atas sedikitnya dapat membantu kalian yang sedang mencari pengertian dan segala hal yang terkait dengan Konjungsi, untuk lebih mengerti lagi pelajaran Bahasa Indonesia tentang Konjungsi. Dan, semoga kamu juga jadi semakin mencintai Bahasa Indonesia, ya. [pi]

Loading...
Loading...