Home Pengertian Pengertian Kredit

Pengertian Kredit

SHARE

Pengertian kredit-Pada umumnya, pengertian kredit adalah pemberian penggunaan suatu uang atau barang pada orang lain di waktu tertentu dengan jaminan atau tanpa ada jaminan, dengan pemberian jasa atau bunga atau tanpa ada bunga.

Menurut UU. No. 10 Tahun 1998, pengertian kredit adalah suatu penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasar pada persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam pada bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Arti kredit berasal dari bahasa latin yakni credere yang bermakna kepercayaan, atau credo yang bermakna saya percaya, berarti kepercayaan dari kreditor (pemberian pinjaman) bahwa debitornya (penerima pinjaman) akan mengembalikan pinjaman beserta bunganya sesuai dengan persetujuan kedua belah pihak.

1Pengertian Kredit Menurut Definisi Para Ahli

Berikut beberapa pendapat para ahli yang telah menyumpangkan pemikiran dalam mendefinisikan arti kredit antara lain sebagai berikut :

Brymont P.Kent: Pengertian kredit menurut pendapat Brymont P. Kent adalah hak untuk menerima pembayaran atau kewajiban melakukan pembayaran pada waktu diminta atau pada waktu yang akan datang, karena penyerahan barang-barang pada waktu sekarang.

Rolling G. Thomas: Menurutnya, pengertian kredit adalah kepercayaan si peminjam untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan datang.

Amir R. Batubara: Menurut Amir. R. Batubara, pengertian kredit adalah pemberian prestasi yang kontra prestasinya akan terjadi sejumlah uang di masa yang akan datang

Firdaus dan Ariyanti: Pengertian kredit menurut firdaus dan ariyanti yang mendefinisikan arti kredit adalah suatu reputasi yang dimiliki seseorang yang memungkinkan ia bisa memperoleh uang, barang-barang atau tenaga kerja, dengan jalan menukarkan dengan suatu perjanjian untuk membayarnya disuatu waktu yang akan datang.

Melayu S.P. Hasibuan: Arti kredit adalah semua jenis pinjaman yang harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjam sesuai perjanjian yang telah disepakati.

loading...

Anwar: Pengeritan kredit menurut Anwar adalah pemberian prestasi (jasa) oleh pihak yang satu ke pihak yang lain dan prestasinya dikembalikan dalam jangka waktu tertentu bersama uang sebagai kontraprestasinya (balas jasa).

Thomas Suyatno: Kredit adalah penyediaan uang yang disamakan tagihan-tagihannya yang sesuai dengan persetujuan antara peminjam dan meminjamkan.

Muljono: Menurut Muljono, pengertian kredit adalah kemampun untuk menjalankan pembelian atau melaksanakan suatu pinjaman dengan perjanjian untuk membayar di waktu yang telah ditentukan.

Dr. Al-Amin Ahmad: Menurutnya, pengertian kredit adalah membayar hutang yang dilakukan secara berangsur-angsur pada tempi yang ditetapkan atau ditentukan.

2Fungsi Kredit

Di awal perkembangan fungsinya, kredit merangsang kedua belah pihak untuk sama-sama membantu dengan tujuan pencapaian kebutuhan, baik itu dalam sektor bisnis atau kebutuhan sehari-hari. Kredit bisa memenuhi fungsinya bila secara sosial ekonomis baik bagi debitur, kreditur, atau masyarakat membawa dampak yang lebih baik.

Dari manfaat yang nyata dan manfaat yang diharapkan, maka kredit dalam kehidupan perekonomian dan perdagangan mempunyai fungsi. Beberapa macam fungsi kredit yaitu sebagai berikut :

-Meningkatkan daya guna uang
-Meningkatkan kegairahan berusaha
-Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang
-Merupakan salah satu alat stabiltias perekonomian
-Meningkatkan hubungan internasional
-Meningkatkan daya guna serta peredaran barang
-Meningkatkan pemerataan pendapatan
-Sebagai motivator dan dinamisator kegiatan perdagangan serta perekonomian
-Memperbesar modal dari perusahaan
-Dapat meningkatkan IPC (income per capita) masyarakat
-Merubah cara berpikir dan tindakan orang-orang supaya bernilai ekonomis

3Unsur-Unsur Kredit

Unsur-unsur yang ada dalam pemberian pada fasilitas kredit yaitu sebagai berikut :

1. Kepercayaan
Kepercayaan merupakan suatu keyakinan pada pemberi kredit untuk diberikan benar-benar diterima kembali di saat mendatang sesuai didalam jangka waktu kredit. Bank memberi kepercayaan atas dasar melandasi mengapa suatu kredit bisa berani di kucurkan.

2. Kesepatakan
Kesepakatan dalam suatu perjanjian yang tiap-tiap pihak (si pemberi kredit kepada si penerima kredit) menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing. Kesepakatan ada dalam suatu akad kredit dan ditandatangani oleh kedua belah pihak sebelum kredit dikucurkan.

3. Jangka Waktu
Dari jangka waktu yang sudah disepakati bersama tentang pemberian kredit oleh pihak bankdan pelunasan kredit oleh pihak nasabah debitur.

4. Resiko
Dalam menghindari resiko buruk dalam kesepakatan kredit, sebelumnya sudah dilakukan kesepakatan pengikatakan angunan atau jaminan yang dibebankan pada pihak nasabah debitur atau peminjam.

5. Prestasi
Prestasi adalah objek yang berbentuk bunga atau imbalan yang sudah disetujui oleh bank dan nasabah debitur.

4Tujuan Kredit

Hadirnya kredit dan dengan beragam jenis fungsinya. Tujuan kredit yaitu sebagai berikut :

-Memperoleh pendapatan bank pada hasil bunga kredit yang diterima
-Memproduktifkan dan memanfaatkan dana-dana yang ada
-Menjalankan pada kegiatan operasional bank
-Menaikkan modal kerja di perusahaan
-Mempercepat lalu lintas pembayaran
-Meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan dari masyarakat

5Prinsip-Prinsip/Ketentuan Kredit

Dalam memperoleh kredit, ada beberapa macam prosedur yang perlu dilalui yang ditetapkan oleh bank atau instansi keuangan supaya dapat berjalan dengan baik serta sehat. Ada sebutan 6 C yang disebut prinsip-prinsip kredit diantaranya sebagai berikut :

1. Character (kepribadian/watak) : Kepribadian yaitu karakter atau watak pribadi dari debitur untuk memperoleh kredit, seperti kejujuran, sikap motivasi usaha, dan lain sebagainya.

2. Capacity (kemampuan) : Kemampuan yaitu kemampuan modal yang dipunyai untuk memenuhi kewajiban tepat pada waktunya, terutama dalam likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, serta soliditasnya.

3. Capital (modal) : Modal yaitu kemampuan debitur dalam melakukan aktivitas usaha atau memakai kredit serta mengembalikannya.

4. Collateral (jaminan) : Jaminan yaitu jaminan yang perlu disiapkan untuk pertanggung jawaban bila debitur tidak bisa melunasi utangnya.

5. Condition of Economic (keadaan ekonomi) : Keadaan ekonomi yaitu kondisi ekonomi suatu negara keseluruhan serta memberi dampak kebijakan pemerintah dibidang moneter, terlebih berhubungan dengan kredit perbankan

6. Constrain (batasan atau kendala) : Batasan atau kendala yaitu penilaian debitur yang dipengaruhi oleh kendala yang tidak memungkinkan seseorang untuk usaha di suatu tempat.
Meskipun ada prinsip-prinsip kredit yang dikenal dengan 6 C, ada juga prinsip-prinsip kredit yang dikenal dengan 4 P diantaranya sebagai berikut :

1. Personality : Personality merupakan penilaian bank tentang kepribadian peminjam, contohnya riwayat hidup, hobinya, kondisi keluarga (istri atau anak), social standing (pergaulan di masyarakat dan bagaimana masyarakat tentang diri si peminjam, dan sebagainya).

2. Purpose : Purpose merupakan penilaian bank terhadap peminjam mencari dana perihal tujuan atau kepentingan dalam pemakaian kredit, dan apakah tujuan dari pemakaian kredit itu sesuai dengan line of business kredit yangterkait.

3. Payment : Payment merupakan mengetahuikemampuan dari debitur perihal pengembalian pinjaman yang didapat dari prospek kelancaran penjualan serta pendapatan hingga diperkirakan kemampuan pengembalian pinjaman bisa ditinjau waktu jumlahnya.

4. Prospect : Prospect merupakan harapan usaha di masa mendatang dari calon debitur.

6Beberapa Jenis Kredit

Beberapa macam kredit atau beberapa jenis kredit diklasifikasikan diantaranya sebagai berikut :

1. Beberapa Jenis Kredit Berdasar pada Kelembagaan

Kredit Perbankan, yaitu kredit yang diberikan pada masyarakat oleh bank negara atau swasta untuk kegiatan usaha atau konsumsi.

Kredit Likuiditas, adalah kredit yang diberikan pada bank-bank beroperasi di Indonesia oleh bank-bank sentral yang digunakan sebagai dana dalam membiayai aktivitas perkreditannya.

Kredit Langsung, yakni kredit yang diberikan pada instansi pemerintah atau semi pemerintah (kredit program) oleh BI.

Kredit Pinjaman Antarbank, yaitu kredit yang diberikan oleh bank yang memilikikelebihan dana kepada bank yang kekurangan dana.

2. Beberapa Jenis Kredit Berdasar pada Jangka Waktu

Kredit Jangka Pendek (Short term loan), yaitu kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun. Bentuknya berupa kredit direkening koran, kredit penjualan, kredit wesel, dan kredit pembeli serta kredit modal kerja.

Kredit Jangka Menengah (Medium term loan), adalah kredit yang berjangka waktu setahun sampai dengan tiga tahun.

Kredit Jangka Panjang, yaitu kredit yang mempunyai waktu lebih dari tiga tahun. Biasanya berupa kredit investasi yang dedidikirawan dengan tujuan memberi modal perusahaan dalam rangka untuk melakukan rehabilitasi, ekspansi (perluasan), dan pendirian proyek baru.

3. Beberapa Jenis Kredit Berdasar pada Tujuan atau Penggunaannya

Kredit Konsumtif, yaitu kredit yang dipakai untuk pemenuhan kebutuhan sendiri dan dengan keluarganya. contohnya kredit mobil, dan rumah untuk dirinya serta keluarganya. Kredit ini sangat tak produktif

Kredit Modal Kerja atau Kredit Perdagangan, adalah kredit yang dipakai untuk menambah modal usaha debitur. Kredit ini termasuk kredit produktif

Kredit Investasi, yaitu kredit yang dipakai untuk investasi produktif, namun barumenghasilkan jangka waktu yang relatif lama. Kredit yang umumnya diberikan grace period, seperti kredit perkebunan kelapa sawit dan lain sebagainya.

4. Beberapa Jenis Kredit Berdasar pada Kegiatan Perputaran Usaha

Kredit Kecil, adalah kredit yang diberikan pada penguasa kecil, contohnya KUK (Kredit usaha kecil).

Kredit Menengah, yaitu kredit yang diberikan pada penguasa dengan aset yang melebihi dari penguasa kecil.

Kredit Besar, yaitu kredit yang pada dasarnya dilihat dari segi jumlah kredit yang diteirma oleh debitur.

5. Beberapa Jenis Kredit Berdasar pada Jaminannya

Kredit Tanpa ada Jaminan atau kredit blanko (unsecured down), yaitu pemberian kredit dengan tanpa ada jaminan materiil (agunan fisik), pemberian begitu selektif yang diperuntukkan untuk nasabah besar yang sudah teruji bonafiditas, kejujuran, serta ketaatannya, baik dalam traksaksi perbankan mapun oleh kegiatan usaha yang dijalaninya.

Kredit Jaminan, adalah kredit untuk debitur yang didasarkan dari kepercayaan atas kemampuan debitur serta adanya agunan atau jaminan berbentuk fisik (collateral) sebagai jaminan tambahan.

6. Beberapa Jenis Kredit Berdasar pada Macamnya

Kredit Aksep, adalah kredit untuk bank yang berbentuk pinjaman uang, seperti plafond kredit (L3 atau BMPK) -nya.

Kredit Penjual, yaitu kredit untuk penjual dan pembeli, berarti barang yang sudah diterima pembayaran kemudian. Contohnya Usanse L/C.

Kredit Pembeli, yaitu pembayaran sudah dilakukan penjual, tetapi barangnya diterima terakhir atau pembelian dengan uang muka, seperti red clause L/C.

7. Beberapa Jenis Kredit Berdasar pada Bidang Perekonomiannya

Kredit Pertanian, yaitu kredit untuk perkebunan, peternakan dan perikanan

Kredit Pertambangan, adalah kredit untuk beragam jenis pertambangan

Kredit Ekspor-Impor, yakni kredit untuk eksportir dan importir beraneka macam barang.

Kredit Koperasi, yaitu kredit untuk jenis-jenis koperasi

Kredit Profesi, yaitu kredit untuk macam-macam profesi, contohnya dokter dan guru.

Kredit Perindustrian, yaitu kredit untuk beraneka macam industri kecil, menengah dan besar.

8. Beberapa Jenis Kredit Berdasar pada Penarikandan Pelunasan

Kredit Rekening Koran, yaitu kredit yang bisa ditarik dan dilunasi setiap waktu, besarnya sesuai dengan keperluan dan penarikannya melalui cek, bilyet, giro atau pemindahbukuan, pelunasan dengan melakukan setoran-setoran itu.

Kredit Berjangka, merupakan kredit yang penarikannya sekaligus sebesar plafondnya. Pelunasan kredit dapat dilakukan dengan cara mencicil atau melalui kesepakatan sesudah jangka waktunya habis.

9. Beberapa Jenis Kredit Berdasar pada Cara Penggunaannya

Kredit Rekening Koran Bebas. yaitu kredit yang debitur menerima semua dari kreditnya dengan bentuk rekening koran kepadanya diberikan blangko cheque serta rekening korannya pinjamannya diisi berdasar pada besarnya kredit yang diberikan, kemudian debitur bebas melakukan penarikan sepanjang kredit berjalan.

Kredit Rekening Koran Terbatas, adalah kredit dengan adanya pembatasan tertentu untuk nasabah dalam melakukan penarikan uang rekeningnya. Seperti pemberian kredit dengan uang giral dan perubahannya menjadi uang kartal dilakungan berangsur-angsur.

Kredit Rekening Koran Aflopend, yakni penarikan kredit yang dilakukan dengan arti maksimum kredit di saat penarikan bertambah sepenuhnya dengan digunakan oleh nasabah.

Revolving Kredit, yaitu sistem penarikan kredit sama seperti cara rekening koran bebas dengan masa pemakaian satu tahun, akan tetapi cara pemakaiannya tidak sama.

Term Loans, adalah sistem pemakaian dan penggunaan kredit yang fleksibel artinya nasabah bisa bebas memakai uang kredit untuk kepentingan apa saja dan bank tidak ingin tahu mengenai hal itu.

7Manfaat Kredit

Kredit mempunyai beberapa manfaat dalam berbagai sektor diantaranya sebagai berikut :

1. Debitur

  • Mengembangkan usahanya dengan pengadaan sejumlah sektor produksi
  • Kredit bank relatif mudah diperoleh bila usaha debitur diterima untuk dilayani
  • Mempermudah calon debitur untuk memilih bank yang dengan usahanya
  • Rahasia keuangan debitur terlindungi
  • Beraneka macam jenis kredit dapat disesuaikan dengan calon debitur

2. Pemerintah

  • Sebagai pemacu perkembangan ekonomi secara umum
  • Sebagai pengendali aktivitas moneter
  • Untuk menciptakan lapangan usaha
  • Dapat meningkatkan pendapatan negara
  • Untuk membuat dan memperluas pasar

3. Bank

  • Pemberian kredit untuk menjaga serta mengembangkan usaha bank
  • Membantu memasarkan produk atau layanan perbankan lainnya
  • Memperoleh pendapatan bunga yang diterima dari debitur
  • Dapat rentabilitas bank membaik serta memperoleh laba bertambah
  • Untuk merebut pangsa pasar dalam industri perbankan

4. Masyarakat

  • Mampu mendorong perkembangan dan perluasan perekonomian
  • Dapat mengurangi tingkat pengangguran
  • Memberi rasa aman pada masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank
  • Dapat meningkatkan pendapatan dari masyarakat.

 

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan