Pengertian Kurikulum: Pengembangan, Komponen, dan Tujuan

Kurikulum adalah program rancangan belajar mengajar yang dipedomani oleh pendidik dan peserta didik.

Dari peran yang sangat strategis serta fundamental dalam berjalannya pendidikan yang baik maka kurikulum mempunyai peran dalam pencapaian tujuan karena baik atau tidaknya suatu kurikulum dapat dilihat dari proses serta hasil pencapaian yang sudah ditempuh.

Kurikulum berasal dari bahasa inggris yakni Curriculum yang berarti rencana pelajaran, dimana Curriculum berasal dari bahasa latin Currere yang mempunyai banyak arti seperti berlari cepat, maju dengan cepat, menjalani dan berusaha.

Dalam bahasa arab, kurikulum dikenal dengan manhaj yang bermakna jalan yang dilalui manusia pada berbagai bidang kehidupan, yang berarti kurikulum pendidikan dalam bahasa arab dikenal dengan istilah manhaj al-dirasah yang bila dilihat artinya pada kamus tarbiyah yaitu seperangkat rencana dan media yang dijadikan sebagai referensi lembaga pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan.

Arti “Kurikulum” mempunyai beragam tafsiran yang dirumuskan oleh beberapa pakar ahli dalam bidang pengembangan kurikulum sejak dahulu hingga saat ini. Tafsiran-tafsiran mengenai pengertian ataupun definisi kurikulum itu berbeda-beda satu dengan yang lain, sesuai dengan titik berat inti dan menurut pandangan dari ahli yang berkaitan.

Kurikulum dalam pendidikan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak yang akan diajar untuk memperoleh ijazah. Kurikulum sebagai program pendidikan harus meliputi : (1). Sejumlah mata pelajaran atau perkumpulan mengenai pengetahuan ; (2) pengalaman belajar atau aktivitas belajar ; (3) program belajar untuk siswa ; (4) hasil belajar sesuai yang diharapkan.

Dari rumusan tersebut, kurikulum diartikan sebagai program dan pengalaman belajar serta hasil pembelajaran yang diharapkan, yang diformulasikan lewat pengetahuan dan aktivitas yang tersusun secara sistematis, diberikan pada siswa di bawah tanggung jawab sekolah untuk membantu perkembangan dan perubahan pribadi serta kompetensi sosial siswa.

Sederhananya, pengertian kurikulum adalah periode waktu pendidikan yang perlu ditempuh oleh siswa yang bertujuan untuk mendapatkan ijazah. Dengan menempuh suatu kurikulum, siswa bisa memperoleh ijazah. Dalam hal ini, ijazah pada hakikatnya adalah suatu bukti, kalau siswa sudah menempuh kurikulum yang berupa rencana pelajaran, seperti halnya seorang pelari sudah menempuh suatu jarak pada satu tempat ketempat yang lain dan pada akhirnya mencapai garis akhir.

Dengan kata lain, suatu kurikulum dapat dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai garis akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu.

Di Indonesia sendiri arti “kurikulum” bisa dikatakan baru menjadi terkenal sejak tahun lima puluhan, yang diperkenalkan oleh mereka yang mendapatkan pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu sudah diketahui orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang umum dipakai yaitu rencana pelajaran pada hakikatnya kurikulum sama-sama artinya dengan rencana pelajaran.

loading...

Baca juga: Contoh Teks Eksposisi

pengertian pendidikan

Beberapa tafsiran lainnya diungkapkan sebagai berikut ini :

Kurikulum sebagai rencana pembelajaran. Kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang disiapkan untuk memberi pelajaran bagi siswa. Dengan program itu para siswa melakukan beragam aktivitas belajar, hingga terjadi perubahan dan perkembangan perilaku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan serta pembelajaran.

Dengan kata lain, sekolah menyediakan lingkungan untuk siswa yang memberi kesempatan belajar. Karena itulah, suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut bisa terwujud.

Kurikulum tidak hanya terbatas pada sejumlah mata pelajaran saja, tetapi mencakup segala sesuatu yang bisa mempengaruhi perkembangan siswa, seperti : bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan, perpustakaan, gambar-gambar, halaman sekolah, dan sebagainya, yang pada gilirannya menyediakan peluang belajar secara efektif. Semua kesempatan dan aktivitas yang akan dan perlu dilakukan oleh siswa harus direncanakan dalam suatu kurikulum.

Kurikulum mengandung isi dan materi pelajaran. Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh serta dipelajari oleh siswa untuk mendapatkan sejumlah ilmu pengetahuan. Mata pelajaran dipandang sebagai pengalaman orang tua atau orang-orang pintar masa lampau, yang sudah disusun secara sistematis dan logis. Mata pelajaran itu mengisi materi pelajaran yang disampaikan pada siswa, hingga siswa mendapatkan sejumlah ilmu pengetahuan yang bermanfaat baginya.

Kurikulum sebagai pengalaman belajar. Perumusan/pengertian kurikulum lainnya yang agak berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya lebih mengutamakan kalau kurikulum adalah serangkaian pengalaman belajar.

Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

Pengertian Kurikulum Menurut Daniel Tanner dan Laurel Tanner, pengertian kurikulum adalah pengalaman pembelajaran yang terarah dan terencana secara terstuktur dan tersusun melalui proses rekontruksi pengetahuan dan pengalaman secara sistematis yang berada dibawah pengawasan lembaga pendidikan sehingga pelajar memiliki motivasi dan minat belajar.

Pengertian kurikulum Menurut Inlow (1966) : Pengertian kurikulum adalah usaha menyeluruh dirancang khusus oleh sekolah dalam membimbing murid memperoleh hasil dari pelajaran yang telah ditentukan.

Pengertian Kurikulum Menurut Hilda Taba (1962) : Pengertian kurikulum sebagai a plan of learning yang berarti bahwa kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa yang memuat rencana untuk peserta didik. Dalam bukunya “Curriculum Development Theory and Pratice”.

Pengertian Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968) : Pengertian kurikulum adalah sebuah pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan individu dan berkelompok baik di luar maupun di dalam sekolah.

Pengertian Kurikulum Menurut George A. Beaucham (1976) : Pengertian kurikulum adalah dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari

Pengertian Kurikulum Menurut Menurut Neagley dan Evans (1967) : Pengertian kurikulum adalah semua pengalaman yang telah dirancang oleh pihak sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik

Pengertian Kurikulum Menurut UU. No. 20 Tahun 2003 : Pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pengajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter (1973) : Pengertian kurikulum adalah kelompok pengajaran yang sistematik atau urutan subjek yang dipersyaratkan untuk lulus atau sertifikasi dalam pelajaran mayor

Pengertian Kurikulum Menurut Grayson (1978) : Pengertian kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan pengeluaran (out-comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran

Pengertian Kurikulum Menurut Murray Print : Pengertian kurikulum adalah sebuah ruang pembelajaran yang terencana diberikan secara langsung kepada siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan pengalaman yang dapat dinikmati semua siswa pada saat kurikulum diterapkan.

Pengertian Kurikulum Menurut Crow and Crow : Pengertian kurikulum adalah rancangan pengajaran atau sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan suatu program untuk memperoleh ijazah.

Prof. Dr. Omar Al-Syaibani (1991) menjelaskan bahwa kurikulum (manhaj) dimaksudkan sebagai jalan terang yang dilalui oleh pendidik atau guru dengan orang-orang yang dididik atau dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka.
Menurut Zuharani (1983), ”Kurikulum adalah semua pengetahuan, kegiatan-kegiatan atau pengalaman belajar yang diatur dengan kaidah yang sistematik, yang diterima anak untuk mencapai suatu tujuan”.

Fungsi Kurikulum

Kurikulum sebagai alat dalam pendidikan mempunyai beragam jenis fungsi dalam pendidikan yang sangat berperan dalam kegunannya.

Fungsi Kurikulum yaitu seperti berikut :

  • Fungsi Penyesuaian (the adjustive or adaptive function) : Kurikulum berperan sebagai penyesuaian yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dilingkungannya karna lingkungan bersifat dinamis yang artinya bisa berubah-ubah.
  • Fungsi Integrasi (the integrating function) : Kurikulum berperan sebagai penyesuaian mengandung arti kalau kurikulum adalah alat pendidikan yang dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang cakap yang bisa dibutuhkan dan berintegrasi di masyarakat.
  • Fungsi Diferensiasi (the diferentiating function) : Kurikulum berperan sebagai diferensiansi yaitu sebagai alat yang memberi pelayanan dari beragam perbedaan disetiap siswa yang perlu dihargai dan dilayani.
  • Fungsi Persiapan (the propaeduetic function) : Kurikulum berperan sebagai persiapan yang mengandung arti kalau kurikulum sebagai alat pendidikan mampu mempersiapkan siswa kejenjang selanjutnya serta juga mampu mempersiapkan diri untuk hidup dalam masyarakat, bila tidak melanjukan pendidikan.
  • Fungsi Pemilihan (the selective function) : Kurikulum berperan sebagai pemilihan yaitu memberi kesempatan untuk siswa untuk menentukan pilihan program belajar yang sesuai dengan minat serta bakatnya.
  • Fungsi Diagnostik (the diagnostic function) : Kurikulum sebagai diagnostik mengandung arti kalau kurikulum merupakan alat pendidikan yang dapat mengarahkan serta memahami potensi siswa dan kekurangan dalam dirinya. Bila sudah memahami potensi lalu mengetahui kekurangannya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan potensi dan memperbaiki kekurangannya.

Komponen Kurikulum

Kurikulum dibuat dan dirancang sebagai alat untuk dapat meraih tujuan pendidikan secara universal dalam setiap aktivitas pembelajaran di sekolah serta mempunyai komponen utama & penunjang yang saling berkaitan diantara keduanya. Adapun komponen-komponen kurikulum antara lain yakni :

a. Komponen Tujuan

Berisikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Kurikulum adalah suatu sistem pembelajaran yang dipakai untuk mencapai tujuan karena berhasil atau tidaknya sistem pembelajaran diukur dari banyaknya sebagian tujuan yang terwujud.

  • Tujuan pendidikan menurut permendiknas No. 22 Tahun 2007 pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yaitu seperti berikut :
  • Tujuan pendidikan dasar yaitu menempatkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan dalam hidup sendiri dan mengikuti pendidikan selanjutnya.
  • Tujuan pendidikan menengah yaitu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan dalam hidup sendiri dan mengikuti pendidikan selanjutnya.
  • Tujuan pendidikan menengah kejurusan yaitu menambah kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan dalam hidup sendiri dan mengikuti pendidikan berikutnya sesuai dengan kejurusan.
  • Tujuan pendidikan institusional yaitu tujuan pendidikan yang dikembangkan di kurikuler dalam setiap mata pelajaran di sekolah.

b. Komponen Isi (Bahan pengajaran)

Adalah bahan ajar yang akan disampaikan oleh pendidik kepada peserta didik. Kurikulum dalam komponen isi yaitu sesuatu yang diberikan pada anak didik untuk bahan belajar mengajar guna mencapai tujuan. Kurikulum mempunyai kriteria yang membantu perencanaan pada kurikulum. Kriteria kurikulum yaitu seperti berikut :

  • Sesuai, tepat dan bermakna untuk perkembangan siswa
  • Mencerminkan kenyataan sosial
  • Mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji
  • Mendukung tercapainya tujuan pendidikan

c. Komponen Strategi

Cara atau taktik yang akan diterapkan dalam sistem belajar mengajar. Kurikulum sebagai komponen strategi yang merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan dalam sistem belajar mengajar.

Strategi dalam pembelajaran dapat terlihat dari cara yang ditempuh dalam pembelajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan serta mengatur aktivitas baik umum ataupun yang sifatnya khusus.

Strategi Pelaksanaan yaitu pengajaran, penilaian, bimbingan, serta penyeluhan aktivitas sekolah. Untuk mencapai tujuan ini dibutuhkan pelaksanaan yang baik dalam mengantarkan peserta didik ke tujuan tersebut yang merupakan sebagai tolak ukur dari program pembelajaran (kurikulum).

d. Komponen Evaluasi

Mengarah pada suatu sistem dalam pembelajaran yang mencakup semua bentuk apresiasi peserta didik. Komponen evaluasi dalam kurikulum yaitu memeriksa tingkat ketercapaian tujuan suatu kurikulum dalam sistem serta hasil belajar peserta didik yang mempunyai fungsi utama dalam memberi keputusan dari hasil evaluasi yang bertujuan dalam hal pengembangan model kurikulum hingga dapat mengetahui tingkat kesuksesan suatu siswa dalam meraih tujuannya.

Indonesia dalam perkembangan sejarahnya mengenai kurikulum telah mengalami banyak pergantian, antara lain sebagai berikut :

Tahun 1947- Leer Plan (Rencana Pelajaran)
Tahun 1952 – Rencana Pelajaran Terurai
Tahun 1964 – Renthjana Pendidikan
Tahun 1968 – Kurikulum 1968
Tahun 1975 – Kurikulum 1975
Tahun 1984 – Kurikulum 1984
Tahun 1994 – dan Kurikulum 1999 – Kurikulum 1994 dan Sublemen Kurikulum 1999
Tahun 2004- Kurikulum Berbasis Kompetensi
Tahun 2006- Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Tahun 2013- Kurikulum 2013.

No Responses

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan