Home Ensiklopedia Pengertian Negara Menurut Ahli Serta Sifat & Unsur

Pengertian Negara Menurut Ahli Serta Sifat & Unsur

SHARE

A. Pengertian Negara


virtualmalaysia.com

Negara tidak sama dengan bangsa. Bila bangsa mengacu pada kelompok orang atau persekutuan hidup, dan negara mengacu pada suatu organisasi sekumpulan orang yang ada di dalamnya. Istilah negara adalah terjemahan dari kata bhs Inggris, state ; bhs Belanda serta Jerman, staat, dan bhs Prancis, etat.

Kalimat itu di ambil dari bhs Latin, status atau statum, yang artinya situasi yang tegak dan tetap atau suatu hal yang mempunyai beberapa karakter yang tegak dan tetap. Di Indonesia, arti negara datang dari bhs Sanskerta, yakni nagari atau nagara yang bermakna lokasi atau penguasa.

Secara terminologi, negara disebut sebagai organisasi paling tinggi diantara satu kelompok orang-orang yang memiliki harapan untuk menyatu hidup dalam daerah spesifik serta memiliki pemerintahan yang berdaulat. Pengertian ini memiliki kandungan nilai konstitutif dari satu negara yang menyaratkan ada unsur dalam satu negara yakni rakyat, lokasi, kedaulatan serta pernyataan dari negara lain.

Berikut ini pendapat sebagian ahli kenegaraan mengenai negara.

1. Aristoteles
Menurut Aristoteles, negara (polis) yaitu satu persekutuan dari keluarga serta desa untuk meraih kehidupan yang sebaik-baiknya.

2. Mac Iver
Negara yaitu persembatanan (penarikan) yang melakukan tindakan melalui hukum yang direalisasikan oleh pemerintah yang dilengkapi dengan kekuasaan untuk memaksa dalam satu kehidupan yang dibatasi dengan cara teritorial mempertegak kriteria lahir yang umum dari ketertiban sosial.

3. Logeman
Negara yaitu organisasi kemasyarakatan yang dengan kekuasaannya mempunyai tujuan untuk mengatur serta mengurusi orang-orang spesifik.

4. Ibnu Chaldun
Negara yaitu orang-orang yang memiliki wazi’ serta mulk (kewibawaan serta kekuasaan).

5. Max Weber
Negara yaitu satu masyarakat yang memonopoli penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam satu wilayah).

6. Bellefroid
Negara yaitu satu persekutuan hukum yang mendiami satu wilayah untuk selamanya serta dilengkapi dengan satu kekuasaan paling tinggi untuk mengadakan kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.

loading...

7. Harold J. Laski
Negara yaitu satu orang-orang yang diintegrasikan lantaran mempunyai wewenang yang berbentuk memaksa serta yang dengan cara sah lebih agung dari pada individu atau grup yang disebut sisi dari orang-orang.

8. J. J. Rousseau
Negara yaitu perserikatan dari rakyat berbarengan yang membuat perlindungan serta menjaga hak semasing diri serta harta benda anggota-anggota yang tetaplah hidup dengan bebas merdeka.

9. Roger H. Soltau
Negara yaitu alat atau wewenang yang mengatur atau mengatur masalah berbarengan atas nama orang-orang.

10. Krannenburg
Negara yaitu satu organisasi yang muncul lantaran kehendak dari satu kelompok atau bangsanya sendiri.


B. Unsur-unsur Terbentuknya Negara


 

Unsur-unsur negara yaitu sisi yang utama untuk membuat satu negara, hingga negara mempunyai pengertian yang utuh. Bila satu diantara unsur tak tercukupi, maka tak sempurnalah negara itu. Negara bisa mempunyai status yang kokoh bila di dukung oleh minimum tiga unsur paling utama, yakni rakyat, wilayah, serta pemerintah berdaulat. Diluar itu, ada satu unsur penambahan, yakni pernyataan dari negara lain.

1. Rakyat

Satu negara mesti mempunyai rakyat yang tetap. Rakyat adalah unsur paling utama dari terbentuknya negara. Rakyat jadi pendukung paling utama kehadiran satu negara. Hal semacam ini lantaran rakyatlah yang berencana, mengatur, serta menyelenggarakan satu negara. Dalam soal ini rakyat yaitu semua orang yang ada di wilayah satu negara dan tunduk pada kekuasaan negara itu.

2. Wilayah

Adanya lokasi adalah satu kewajiban untuk negara. Lokasi yaitu tempat bangsa atau rakyat satu negara tinggal serta menetap. Lokasi yang disebut dalam soal ini mencakup daratan, lautan, hawa, ekstrateritorial, serta batas lokasi negara. Lokasi adalah unsur ke-2 sesudah rakyat.

Oleh karena ada lokasi yang didiami oleh manusia, negara bakal terbentuk. Bila lokasi itu tak dihuni secara permanen oleh manusia, tidak mungkin untuk membuat satu negara.

Wilayah mempunyai batas lokasi tempat kekuasaan negara itu berlaku. Wilayah satu negara seperti berikut.
Wilayah daratan, mencakup semua lokasi daratan dengan batasbatas spesifik dengan negara lain. Wilayah lautan, mencakup semua perairan wilayah laut dengan batas-batas yang ditetapkan menurut hukum internasional. Wilayah udara atau dirgantara, mencakup lokasi diatas daratan serta lautan negara yang berkaitan.

3. Pemerintahan yang Berdaulat

Kedaulatan begitu dibutuhkan untuk satu negara. Tanpa ada kedaulatan, satu negara tidak akan berdiri tegak. Negara tak mempunyai kekuasaan untuk mengatur rakyatnya sendiri, terutama menjaga diri dari negara lain. Oleh karenanya, kedaulatan adalah unsur utama berdirinya negara.

Jadi, pemerintah yang berdaulat bermakna pemerintah yang memiliki kekuasaan penuh untuk memerintah baik kedalam ataupun ke luar. Kedaulatan satu negara memiliki empat karakter seperti berikut.

  • Permanen. Berarti, kedaulatan itu tetaplah ada pada negara sepanjang negara itu masih ada (berdiri) meskipun bisa saja negara itu mengalami pergantian organisasinya.
  • Asli. Berarti, kedaulatan itu tak datang dari kekuasaan lain yang lebih tinggi, namun asli dari negara tersebut.
  • Bulat/tak terbagi-bagi. Berarti, kedaulatan itu adalah satusatunya kekuasaan yang paling tinggi dalam negara serta tidak bisa dibagi-bagi. Jadi, dalam negara cuma ada satu kedaulatan.
  • Tak terbatas/absolut. Berarti, kedaulatan itu tak dibatasi oleh siapa juga sebab jika dapat dibatasi bermakna ciri kedaulatan yang disebut kekuasaan paling tinggi bakal hilang.

4. Pernyataan dari Negara Lain

Pernyataan dari negara lain dibutuhkan sebagai satu pernyataan dalam hubungan internasional. Hal semacam ini dilakukan untuk menghindari terjadinya ancaman dari dalam (kudeta) atau campur tangan negara lain. Diluar itu, pernyataan dari negara lain dibutuhkan untuk merajut hubungan khususnya dalam bagian ekonomi, politik, sosial, budaya, serta pertahanan keamanan.

Beberapa macam bentuk pengakuan adalah seperti berikut.

  • Pengakuan de facto, berarti pengakuan menurut fakta. Satu negara diakui lantaran memang secara riil sudah memenuhi unsur-unsurnya sebagai negara.
  • Pengakuan de jure, berarti pernyataan berdasar pada hukum. Dalam hal ini, satu negara diakui secara resmi memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh hukum internasional agar bisa berperan serta aktif dalam tata pergaulan internasional.

C. SIfat Negara


rakyatku.com

Miriam Budiardjo menyebutkan kalau tiap-tiap negara memiliki sifatsifat tersebut :

1. Memaksa

Karakter memaksa berarti negara memiliki kekuasaan untuk memaksa kekerasan fisik dengan cara sah. Maksudnya adalah supaya ketentuan perundangundangan ditaati, ketertiban dalam orang-orang terwujud, dan anarki (kekacauan) alam orang-orang bisa dihindari.

Alat pemaksanya berbagai macam, seperti polisi, tentara, serta beragam persenjataan yang lain. Misalnya, tiap-tiap warga negara mesti membayar pajak. Orang yang hindari keharusan ini bisa dipakai denda atau harta kepunyaannya diambil alih, bahkan juga bisa dipakai hukuman kurungan.

2. Monopoli

Karakter monopoli yakni hak negara guna melaksanakan suatu hal sesuai dengan maksud bersama dari masyarakat. Misalnya, menjatuhkan hukuman pada tiap-tiap warga negara yang tidak mematuhi ketentuan, menjatuhkan hukuman mati, mewajibkan warga negaranya untuk mengangkat senjata bila negaranya terserang musuh, memungut pajak, memastikan mata uang yang berlaku dalam wilayahnya, dan melarang aliran keyakinan atau aliran politik tertentu yang dinilai bertentangan dengan tujuan masyarakat.

3. Mencakup semua

Sifat meliputi semuanya bermakna seluruh ketentuan perundang-undangan (umpamanya kewajiban membayar pajak) barlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Hal semacam ini memang dibutuhkan lantaran bila sesorang dibiarkan ada diluar ruang lingkup kegiatan negara, maka usaha negara kearah tercapainya harapan negara sulit tercapai.

SHARE

1 COMMENT

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan