pengertian-saham

Pengertian Saham

Posted on

Saham adalah surat tanda bukti kepemilikan disuatu perusahaan yang go public. Pengertian saham lebih lengkap disimpulkan sebagai sertifikat yang memperlihatkan bukti kepemilikan suatu perusahaan serta pemegang saham mempunyai hak klaim atas pendapatan serta aktiva perusahaan.

Saham Menurut Para Ahli

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006:5) yang dimaksud dengan saham adalah:

“Sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseorangan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.”

Menurut Sunariyah (2006: 126-127) yang dimaksud dengan saham adalah:

“Surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau yang biasa disebut emitmen. Saham menyatakan bahwa pemilik saham tersebut adalah juga pemilik sebagian dari perusahaan tersebut.”

Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2001:240) mengemukakan bahwa:

“Saham adalah tanda bukti pengembalian bagian atau peserta dalam perseroan terbatas, bagi yang bersangkutan, yang diterima dari hasil penjualan sahamnya akan tetapi tertanam di dalam perusahaan tersebut selama hidupnya, meskipun bagi pemegang saham sendiri bukanlah merupakan peranan permanen, karena setiap waktu pemegang saham dapat menjual sahamnya.”

Pengertian harga saham menurut Martono (2007:13) didefinisikan sebagai berikut :

“Harga saham merupakan refleksi dari keputusan-keputusan investasi, pendanaan (termasuk kebijakan dividen) dan pengelolaan aset.”

Sawidji Widioatmodjo (2005:102) mendefinisikan harga saham sebagai berikut :

“Harga pasar saham adalah harga jual dari investor yang satu kepada investor yang lain setelah saham tersebut di cantumkan di bursa, baik bursa utama maupun OTC (Over the counter market)”.

Menurut Siegel Shim dalam buku “Kamus Istilah Akuntansi” (1999 : 441) yang ditejemahkan oleh Moh.Kurdi mendefinisikan harga saham sebagai berikut :

“Harga saham merupakan tingkat harga saham equilibrium dimana terdapat kesepakatan antara pembeli dan penjual pada pasar modal di Bursa Efek”.

Ada dua jenis saham berdasar pada hak tagih atau kemampuan klaim yakni seperti berikut :

saham

Saham Biasa (Common Stock)

Jenis saham ini yang seringkali dipakai serta paling disukai banyak orang di pasar modal lantaran pemilik saham jenis ini akan menerima dividen bila perusahaan mendapatkan keuntungan/laba serta tidak mendapatkan dividen saat perusahaan dalam kondisi buruk dan mempunyai hak suara pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Jika suatu saat perusahaan dilikuidasi/bangkrut, maka para pemegang saham ini akan menerima hak atas sisa dari aset perusahaan atau sesudah melunasi hutang kepada pihak lain. Beberapa ciri saham biasadiantaranya : Memperoleh sisa dari aset atau kekayaan perusahaan bila dilikuidasi, mempunyai hak suara serta dapat memilih dewan komisaris, haknya lebih diprioritaskan.

Jenis ini mempunyai karakteristik seperti berikut :

a) Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan bila perusahaan dilikuidasi.
b) Hak suara proporsional pada penentuan direksi dan ketetapan lain yang diputuskan pada rapat umum pemegang saham.
c) Dividen, apabila perusahaan mendapatkan untung serta disetujui dalam rapat umum pemegang saham.
d) Hak memesan efek terlebih dulu dikerjakan saat sebelum efek itu ditawarkan pada masyarakat.

Saham Preferen (Preferred Stock)

Jenis saham preferen ini tujuannya adalah pemegang saham mendapatkan hak istimewa dan pasti dalam pembayaran dividen dibanding jenis saham biasa. Bila suatu waktu perusahaan dilikuidasi, para pemegang saham jenis ini ini akan memperoleh hak atas sisa aset perusahaan sebelum pemegang saham biasa dan haknya lebih tinggi dari pemegang saham biasa, maksudnya besarnya dividen yang di terima umumnya telah diputuskan lebih dahulu.

Adapun ciri-ciri jenis saham ini diantaranya : dividen kumulatif, konvertibilitas (dapat diganti menjadi saham umum), mempunyai tingkatan-tingkatan, haknya lebih tinggi dibanding saham biasa, tidak mempunyai hak suara seperti saham biasa dalam RUPS, pembagian dividennya lebih diprioritaskan, bila perusahaan bangkrut maka pembagian sisa asetnya lebih diprioritaskan sebelum jatuh ke pemegang saham biasa.

Saham Preferen adalah jenis efek yang mempunyai sifat 1/2 saham serta 1/2 utang. Oleh karenanya saham ini mempunyai karakteristik seperti berikut :

a) Pembayaran dividen dalam jumlah yang tidak berubah.
b) Hak klaim lebih dulu dibandingkan saham biasa bila perusahaan dilikuidasi.
c) Bisa diubah menjadi saham biasa.
d) Tidak memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Jenis saham berdasar pada cara peralihannya ada dua jenis, yakni :

Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

• Pada saham ini tak tertulis nama pemiliknya, agar lebih mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lain.
• Siapa yang memegang saham itu secara hukum, jadi dialah yang diakui sebagai pemiliknya serta memiliki hak untuk turut hadir dalam RUPS.
Saham Atas Nama (Registered Stocks)
• Saham jenis ini ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, cara peralihannya harus dilewati melalui prosedur yang sudah ditetapkan.

Penilaian Harga Saham

pengertian saham

Menurut Sunariyah (2006:168-179) ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai harga suatu saham tetapi dua pendekatan berikut yang paling banyak digunakan, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan portofolio modern.
Pendekatan tradisional,

Pendekatan Tradisional

Untuk menganalisis surat berharga saham dengan pendekatan tradisional digunakan dua analisis yaitu:

Analisis teknikal

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan