SHARE
pengertian-uang

Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis, serta Teori Mengenai Uang – Saat ini kehidupan manusia dapat dikatakan tak dapat terlepas dari kebutuhan akan uang. Walaupun uang hanya lembaran kertas dan koin, namun setiap orang ingin bekerja dan sebagian ikhlas melakukan apa pun demi untuk mendapatkannya.

Istilah seperti : ‘Ada uang Abang disayang’, ‘tak ada uang Abang ditendang’, ‘Hampir semuanya di dunia ini dapat dibeli dengan uang’, serta ‘Mabok duit (uang) ’ yaitu contoh betapa besar fungsi uang untuk manusia. Kenapa demikian? Pada Kesempatan ini akan dibahas mengenai uang.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Pengertian Uang

Pengertian uang dibagi dua, yakni : Pengertian uang dalam ilmu ekonomi tradisional serta moderen.

  • Pengertian uang dalam ekonomi tradisional diartikan sebagai setiap alat tukar yang bisa di terima pada umumnya. Alat tukar itu bisa berbentuk benda apapun yang bisa di terima oleh setiap orang di masyarakat dalam sistem pertukaran barang serta jasa. Uang seperti ini disebut Uang Barang.
  • Sedangkan dalam ilmu ekonomi moderen, uang didefinisikan sebagai suatu hal yang ada serta pada umumnya di terima sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang-barang serta beberapa jasa dan kekayaan berharga lainnya bahkan juga untuk pembayaran hutang. Beberapa pakar juga mengatakan fungsi uang sebagai alat penukar pembayaran.

Kesimpulannya, uang yaitu suatu benda yang di terima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan juga melakukan pembayaran atas pembelian barang serta jasa, serta pada saat yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.

Kehadiran uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah dari pada barter yang lebih kompleks, tak efisien, serta kurang pas digunakan dalam sistem ekonomi moderen lantaran memerlukan orang yang mempunyai keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran serta kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang diperoleh dengan menggunakan uang selanjutnya akan mendorong perdagangan serta pembagian tenaga kerja yang lantas akan meningkatkan produktifitas serta kemakmuran.

Awal mulanya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diproduksi oleh pemerintah Republik Indonesia. Tetapi mulai sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah lalu menentukan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki hak membuat uang kartal. Hak untuk membuat uang itu dimaksud dengan hak oktroi.

Sejarah Uang

Image result for sejarah uang

Awal mulanya, dahulu manusia sama sekali belum mengetahui pertukaran barang (barter) terlebih uang, lantaran kehidupan saat itu belum sekompleks seperti saat ini. Dengan begitu sederhana sekali, manusia saat itu memenuhi kebutuhan hidup sendiri-sendiri. Umpamanya : Berburu bila lapar, kalau butuh baju mereka membuatnya sendiri dengan bahan sederhana seperti kulit serta dedaunan pohon, bila menginginkan makan yang lain tinggal pergi ke hutan untuk memetik buah yang dapat dikonsumsi.

Tetapi bersamaan dengan berjalannya waktu, semakin lama manusia menghadapi kenyataan bahwa apa yang mereka dapatkan tak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri secara menyeluruh. Hingga dicarilah langkah untuk tukar-menukar barang pada individu satu sama lain. Langkah seperti ini di kenal dengan sistem barter.  

Sistem Barter

Sistem barter digunakan cukup lama, berabad-abad. Sampai pada akhirnya kehidupan manusia semakin kompleks hingga adakalanya sistem barter menghadapi masalah seperti sulitnya bertemu dua orang yang memiliki barang yang ingin ditukarkan satu sama lain. Contoh : Si A mempunyai buah serta butuh ikan, ketemunya dengan si B yang mempunyai ikan namun butuhnya bukanlah buah, tapi baju. 

Uang Barang

Menghadapi permasalahan seperti di atas, jadi manusia memikirkan lagi sampai menemukan jalan keluar yakni menggunakan benda-benda tertentu sebagai alat tukar. Benda yang ditetapkan sebagai alat ganti biasanya benda yang dapat di terima pada umumnya, misalnya pada orang Romawi dahulu menggunakan garam.

Bila diilustrasikan pada si A dan si B di atas, maka akan berlangsung seperti ini : Si A menjumpai penghasil garam yang perlu buah, lalu buah diganti dengan garam. Setelah garam dia dapat, barulah menukar garamnya dengan ikannya si B. Walau yang diperlukan si B yaitu baju, namun si B mau menerima lantaran garam telah diputuskan sebagai alat pertukaran hingga kedepannya akan memudahkan si B untuk menukarnya lagi dengan yang ia butuhkan, yakni baju.

Walau alat tukar telah ditetapkan, seiring berjalannya waktu menemui masalah juga. Seperti : Tidak memiliki pecahan nilai hingga kesulitan menentukan nilainya, penyimpanan serta pengangkutan (transportation) yang susah, serta mudah hancur atau tidak bertahan lamanya benda itu.

Hingga pada akhirnya dicarilah benda yang memiliki kriteria :

  • Diterima secara umum
  • lebih mudah dibawa, serta tahan lama

Benda itu adalah uang logam yang bahan pembuatannya dari emas serta perak.  

Pada saat itu setiap orang yang memiliki uang logam itu memiliki hak penuh atas uang itu. Setiap orang bisa menimbun sebanyak mungkin bahkan juga bisa untuk menempa atau melebur untuk digunakan perhiasan, hingga muncul asumsi bahwa suatu waktu bila tukar menukar mengalami perkembangan yang memerlukan uang logam dalam jumlah banyak, jadi tak dapat dilayani karena mengingat emas serta perak jumlahnya terbatas. Lagi pula untuk transaksi tukar-menukar dalam skala besar, uang logam jumlah banyak juga memiliki kekurangan yakni sulitnya untuk dipindah-pindahkan dari tangan satu ke tangan lainnya. Hingga pada akhirnya terciptalah uang kertas.

Namun jangan salah, uang kertas yang beredar saat itu adalah bukti kepimilikan atas emas atau perak. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar ketika itu adalah duit yang ditanggung 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak serta sewaktu-waktu bisa ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tak akan menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan ‘kertas-bukti’ itu sebagai alat tukar.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...