Penuh Kode! Ini Postingan Facebook Iwan Maulana Sebelum Habisi Bosnya Sekeluarga

Posted on

Lahiya – Penemuan tiga sosok mayat di dalam sebuah ruko, Senin (8/1/2018) menggegerkan masyarakat Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Dilansir dari Tribunnews.com, ruko itu berfungsi sebagai gudang di Jalan TP Panglima Polem Ujong, Dusun Pocut Meurah Inseun, Gampong Mulia.

Ketiga korban yakni satu keluarga yang terdiri dari Tjie Sun atau Acun (48), sang istri Minarti (39), dan putranya Cal Tietosng (7). Tidak berselang lama polisi berhasil menangkap Iwan Maulana alias Ridwan si pelaku pembunuhan.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munawaur membenarkan penangkapan pelaku ini. Dalam waktu 48 jam pelaku diburu hingga dibekuk oleh tim gabungan Polda Aceh dan Polda Sumatera Utara. Dilansir dari Tribunnews.com, hasil penelusuran menunjukkan ada akun media sosial Facebook yang biasa digunakan oleh si pelaku.

Akun Facebook miliknya itu bernama Iwan Maulana alias Ridwan dan ia cukup aktif posting status dan juga foto-foto. Ada sebuah unggahan foto melalui Instagram-nya yang juga dibagikan di Facebook dan foto ini cukup menarik perhatian netizen.

Baca juga: Balas Farhat Abbas yang ‘Permalukan’ Dirinya, Vicky Prasetyo Posting Begini

Ia memposting foto selfie yang diedit dengan nuansa hitam putih. Yang jadi sorotan netizen yakni keterangan foto yang ditulisnya. Tulisan itu membuat banyak netizen ngeri sekaligus geram.

Dalam keterangan foto itu, ia mengatakan sosok dirinya bisa menjadi teman yang baik dan juga musuh yang berbahaya. Selain itu, ia pun menyertakan tanda pagar (tagar) #Tunggu_aja_tanggal_main_nya.

Begini unggahan selengkapnya:

“Aku bisa menjadi Teman Yg Baik,

Sahabat Yg Baik,

Pacar Yg Baik, Bahkan Musuh Yg Paling BERBAHAYA…

Tergantung Bagaimana Caramu….. memperlakukan Ku…!

#Tunggu_aja_tanggal_main_nya”

Seperti diberitakan, ketiga korban pembunuhan Iwan Maulana ditemukan di dalam ruko. Terungkapnya hal ini berdasarkan penjelasan Adhi S Madjid, tetangga korban, Selasa (9/1/2018). Ia menerangkan bahwa keluarga Acun yang berada di Pangkalan Brandan berusaha untuk menelepon Acun dan istrinya tetapi tak ada respons. Keluarga korban curiga lalu menelepon tetangga korban.

“Keluarga korban Acun di Pangkalan Brandan itu meminta tetangga Acun yang ditelepon itu agar melapor ke polisi dan diminta agar rukonya dibongkar paksa saja,” kata Adhi. Memang benar, Acun dan istri serta anaknya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan sudah tak bernyawa.

Selain itu, menurut Adhi sempat tercium bau tidak sedap. Namun Adhi dan tetangganya yang mencium bau itu tak tahu dari mana asal baunya lantaran cuma sesekali tercium menyengat. “Pas dibuka paksa pintu ruko itulah baunya begitu menyengat dari dalam ruko,” ujar Adhi. Korban disemayamkan di kamar jenazah RSU Zainoel Abidin Banda Aceh.

Baca juga: Siap Jadi Saksi Korupsi e-KTP, Setnov Bakal Bocorkan Para Pihak Terlibat Lainnya

Motif Pelaku

Motif pelaku akhirnya terungkap. Ternyata dirinya merasa sakit hati lantaran kerap dimarahi serta dicaci maki. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar dalam konferensi pers di Polresta Banda Aceh, Kamis (11/1/2018) sore menjelaskan bahwa tersangka mengaku kepada petugas bahwa dirinya sakit hati karena sering dimarahi dan dicaci oleh korban setiap hari.

Menurut Kombes Misbahul, tersangka jadi gelap mata hingga berujung pada pembunuhan tragis terhadap Asun beserta istri dan anak laki-laki mereka Calliestos. “Tersangka mengaku kepada petugas, tidak tahan dengan kata-kata kasar serta makian yang dilontarkan oleh korban,” ujar Kabid Humas Polda Aceh.

Usai melakukan aksi pembunuhan, pemuda asal Dusun Kulam Beude, Gampong Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya itu langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy BL 4369 JO milik korban.

Menurut keterangan Misbahul, pembunuhan tersebut hanya melibatkan Ridwan, si pelaku tunggal yang merupakan sopir angkutan di usaha milik korban Asun. Diamankan juga seorang rekan tersangka yang terkait, atas nama Safrizal (43), warga Desa Sekambling B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca juga: “Iriana Widodo” Dijadikan Nama Burung Spesies Baru Asal NTT

Ketika penangkapan Ridwan di Bandara Kualanamu, Sumut Rabu (10/1) sekitar pukul 18.00 WIB Safrizal waktu itu bersama tersangka. Itu sebabnya Safrizal juga harus ikut diberangkatkan ke Polresta Banda Aceh untuk dimintai keterangan sehubungan dengan keterlibatannya dalam kasus itu.

Seperti diketahui, sebelum ditemukan tewas sempat tercium bau mayat korban, Senin (8/1/2018) malam. Usai peristiwa itu, polisi langsung bergerak cepat untuk mencari dan mengejar pelaku. Pelarian Ridwan, pria kelahiran 25 November 1995 pun berakhir di Sumatera Utara dan ia tertangkap di sana.

Ridwan ditangkap di bandara internasional Kualanamu, Medan, Rabu (10/1/2018). Pelaku berhasil diamankan oleh tim satuan reskrim Polresta Banda Aceh bersama personel Jatanras Polda Aceh dan personel Polres Deli Serdang, Sumut.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan