SHARE
Gambar Via: pneumonia.autoimuncare.com
Loading...

Penyakit Bronkopneumonia – Penyakit Bronkopneumonia yaitu merupakan problem kesehatan di dunia karena angka kematiannya yang tinggi, dan tidak terjadi hanya di negara berkembang seperti Indonesia namun juga di negara maju seperti di Amerika Serikat contohnya ada 2-2 juta kasus pertahun dengan jumlah kematian rata-rata 45.000 orang.

Gambar Via: pneumonia.autoimuncare.com

Bronkopneumonia adalah pneumonia yang terdapat di daerah bronkus kanan ataupun kiri atau pada keduanya. Bronkopneumonia (pneumonia lobularis) yaitu peradangan pada parenkim paru yang awalannya terjadi di bronkioli terminalis dan dapat juga mengenai alveolus sekitarnya. Bronkiolus terminalis menjadi terhalang dengan eksudat mukopurulen membentuk bercak-bercak konsolidasi di lobulus yang bersebelahan.

Penyakit bronkopneumonia ini kerap kali berbentuk sekunder, mengikuti infeksi dari saluran nafas atas, demam pada infeksi khusus serta penyakit yang melemahkan system pertahanan tubuh. Pada bayi dan beberapa orang yang lemah, pneumonia bisa muncul sebagai infeksi primer. Bronkopneumonia sering disebabkan oleh berbagai macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur serta benda asing.

Berikut ini beberapa pengertian bronkopneumonia:

Gambar Via: ourlife.in.ua
  • Bronkpneumonia yaitu frekuensi komplikasi pulmonari, batuk produktif yang lama, tanda serta gejala umumnya suhu bertambah, denyut nadi meningkat, pernapasan meningkat (Suzanne G Bare, 1993).
  • Bronkopneumonia yaitu radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan terdapatnya bercak-bercak infiltrate. (Whalley and Wong, 1996)
  • Bronkopneumonia yaitu sebuah radang paru yang disebabkan oleh berbagai macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur serta benda-benda asing. (Ngastiah, 2003)

Etiologi Pemicu Bronkopneumonia

Gambar Via: intensifer.blogspot.co.id
  • Bakteri. Bakteri pada bronkopneumonia umumnya ditemui pada usia lanjut. Organisme gram posifif seperti: Steptococcus pneumonia, S. aerous, serta streptococcus pyogenesis. Sedangkan bakteri gram negatif seperti Haemophilus influenza, klebsiella pneumonia serta P. Aeruginosa.
  • Virus. Dalam hal semacam ini disebabkan oleh virus influensa yang menyebar lewat transmisi droplet. Cytomegalovirus dalam hal semacam ini di kenal sebagai pemicu paling utama pneumonia virus.
  • Jamur. Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar lewat penghirupan udara yang memiliki kandungan spora serta umumnya ditemukan pada kotoran burung, tanah dan kompos.
  • Protozoa. Menyebabkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Umumnya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi. (Reeves, 2001)

Patofiologi Bronkopneumonia yaitu sebagai berikut ini:

Gambar Via: bidanku.com

Bronkopneumonia adalah infeksi sekunder yang umumnya disebabkan oleh virus pemicu Bronkopneumonia yang masuk ke saluran pernapasan hingga terjadi peradangan bronkus serta alveolus. Inflamasi bronkus ini ditandai dengan terdapatnya penimbunan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produktif, ronchi positif serta mual.

Apabila penyebaran kuman sudah menjangkau alveolus komplikasi yang terjadi yaitu kolaps alveoli, fibrosis, emfisema dan atelektasis. Kolaps alveoli juga akan menyebabkan penyempitan jalan napas, sesak napas, serta napas ronchi. Fibrosis dapat mengakibatkan penurunan fungsi paru serta penurunan produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga fleura. Emfisema (tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru) yaitu tindak lanjut dari pembedahan.

Atelektasis menyebabkan peningkatan frekuensi napas, hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea serta kelelahan yang juga akan menyebabkan terjadinya gagal napas.

Gejala-gejala Bronkopneumonia

Gambar Via: nswahyunc.blogspot.co.id
  • Kesulitan serta sakit pada saat bernapas. Dapat berbentuk nyeri pleuritik, napas dangkal serta mendengkur, takipnea.
  • Bunyi nafas di atas daerah yang mengalami konsolidasi. Mengecil, kemudian menghilang, Krekels, bunyi ronki, egofoni.
  • Menggigil serta demam 38°C hingga 41°C, Apabila berlanjut dapat terjadi delirium.
  • Diafoesis.
  • Pergerakan dada tidak simetris.
  • Malaise.
  • Baruk produktif, kental.
  • Sianosis.
  • Gelisah.

Pemeriksaan Penunjang yang perlu dilakukan pada bronkopneumonia untuk menegakkan diagnosis diantaranya yakni:

Gambar Via: pneumonia.autoimuncare.com

Rontgen Dada: Hal semacam ini dilakukan untuk mengidentifikasi distribusi struktural; bisa pula menyatakan abses luas/infiltrat, empiema (stapilococcus); infiltrasi menyebar atau terlokalisasi (bakterial); atau penyebaran/pelebaran infiltrat nodul (virus).

Pneumonia mikoplasma sinar x dada mungkin bersih. Photo thorax bronkopeumoni terdapat bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus, bila pada pneumonia lobaris tampak adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus.

Pengambilan sekret secara broncoscopy serta fungsi paru untuk preparasi langsung, perkembangbiakan dan test resistensi bisa menemukan atau mencari etiologinya, namun langkah tersebut tidak teratur dilakukan lantaran sulit.
Kontrol fungsi paru.

Pada kontrol ini juga akan ditemui volume paru mungkin alami penurunan (kongesti serta kolaps alveolar); tekanan jalan napas mungkin meningkat serta komplain paru alami penurunan, terjadi hipoksemia. Analisis Gas Darah. Pada kontrol darah ini umumnya juga akan didapatkan hasil yang tidak normal mungkin saja terjadi, bergantung pada luas paru yang ikut serta dan penyakit paru yang ada.

Penatalaksanaan:

Gambar Via: deherba.com
  • Kemoterapi. Pemberian kemoterapi mesti berdasarkan pentunjuk penemuan kuman pemicu infeksi (hasil kultur spatum serta tes sensitivitas kuman pada antibodi). Apabila penyakitnya ringan antibiotik diberikan secara oral, sedangkan apabila berat diberikan secara parenteral. Jika ada penurunan fungsi ginjal karena proses penuaan, maka mesti diingat kemungkinan pemakaian antibiotik khusus perlu penyesuaian dosis (Harasawa, 1989).
  • Pengobatan serta Perawatan Umum. Pengobatan bronkopneumonia serta perawatan bronkopneumonia umum yang dilakukan yaitu diantaranya:
  • Therapy Oksigen. Pemberian oksigen biasanya tidak dibutuhkan, kecuali untuk kasus yang berat.
  • Hidrasi Cairan. Apabila ringan hidrasi oral, namun bila berat dehidrasi dilakukan secara parenteral. (memakai infus)
  • Simptomatik pada batuk. Apabila ada obstruksi jalan napas, serta lendir dan ada febris, maka diberikan bronkodilator
  • Komplikasi Bronkopneumonia. Penyakit bronkopneumonia ini tidak hanya terjadi pada dewasa, sering kali juga terjadi bronkopneumonia pada anak.

Berikut ini beberapa komplikasi dari penyakit bronkopneumonia yakni:

Gambar Via: infeksiparuparu.azkaherbal.com
  • Atelektasis yaitu pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru adalah akibat minimnya mobilisasi atau refleks batuk hilang.
  • Abses paru yaitu pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.
  • Empisema yaitu suatu kondisi di mana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura ada di satu tempat atau seluruh rongga pleura.
  • Endokarditis yakni peradangan pada tiap katup endokardial.
  • Meningitis yakni infeksi yang menyerang selaput otak.
  • Infeksi sitemik.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Penyakit Bronkopneumonia, kami harap semoga Postingan kali ini mengenai Penyakit Bronkopneumonia di atas sedikitnya dapat membantu kalian yang sedang mencari segala hal yang menyangkut Penyakit Bronkopneumonia untuk lebih mengerti lagi apa itu Penyakit Bronkopneumonia dan bagaimana cara mengatasinya. [ask]