SHARE

Perambatan dan Sifat Gelombang Bunyi Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Perambatan dan Sifat Gelombang Bunyi yaitu pemantulan gelombang bunyi, pembiasan gelombang bunyi, difraksi gelombang bunyi, interferensi gelombang bunyi dan resonansi.

Bunyi Merambat Sebagai Gelombang Longitudinal

Bunyi atau suara yaitu gelombang longitudinal yang merambat lewat medium, yang dihasilkan oleh getaran mekanis serta adalah hasil perambatan daya.

Sumber bunyi sebagai sumber getar memancarkan gelombang gelombang longitudinal ke semua arah.

Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang tidak pernah merambat tetapi bergetar maju-mundur. Setiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, hingga menghasilkan lokasi tekanan tinggi, namun ditempat lain merenggang, hingga menghasilkan lokasi tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi serta rendah secara bergantian bergerak di udara, menebar dari sumber bunyi. Begitulah argumennya kenapa Gelombang bunyi yaitu gelombang longitudinal.

Karakter – Karakter Gelombang Bunyi

Pemantulan Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi tidak berhenti ketika bertemu dengan batas medium atau ketika bertemu dengan satu penghambat, namun bakal memantul. Hukum pemantulan gelombang, sudut datang = sudut pantul juga berlaku pada gelombang bunyi.

Pemantulan bunyi ini bisa digunakan untuk mengukur jarak antara kedua tempat.

Pemantulan gelombang bunyi oleh serta permukaan bakal menghadap pada satu dari dua fenomena alamiah, yakni gaung serta gema.

  • Gaung

Yakni beberapa bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli hingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Contohnya di ruangan auditorium kalau dindingnya tidak dilapisi dengan bahan kedap suara.

  • Gema

Yakni bunyi pantul yang terjadi sesudah bunyi yang asli usai disampaikan.

Pembiasan Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi yang merambat dari satu medium ke medium lain dengan kerapatan berbeda, bakal mengalami pembiasan gelombang bunyi. Momen pembiasan dalam kehidupan kita, contohnya saat malam hari bunyi petir terdengar lebih keras dari pada siang hari. Hal semacam ini disebabkan karena pada pada siang hari udara susunan atas lebih dingin dari pada di susunan bawah.

Lantaran cepat rambat bunyi pada suhu dingin lebih kecil dari pada suhu panas kecepatan bunyi di susunan udara atas lebih kecil dari pada di susunan bawah, yang menyebabkan medium susunan atas lebih rapat dari medium susunan bawah. Hal yang demikian sebaliknya terjadi saat malam hari. Jadi pada siang hari bunyi petir merambat dari susunan udara atas ke susunan udara bawah.

Difraksi Gelombang Bunyi

Difraksi gelombang bunyi yaitu pembelokan arah gerak gelombang bunyi ketika melalui sebuah celah atau berjumpa dengan penghambat pada lintasan geraknya.  

Gelombang bunyi mempunyai panjang gelombang dalam rentang beberapa sentimeter sampai dengan beberapa mtr. (dibandingkan dengan gelombang cahaya yang panjang gelombangnya kisaran 500 nm). Seperti yang sudah kita pahami kalau gelombang yang panjang gelombangnya lebih panjang bakal gampang didifraksi.

Momen difraksi terjadi contohnya ketika kita bisa mendengar nada mesin mobil di tikungan jalan meskipun kita belum lihat mobil itu lantaran terhambat oleh bangunan tinggi di tepi tikungan.

Interferensi Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi mengalami tanda-tanda kombinasi gelombang dengan membutuhkan dua sumber bunyi yang koheren. Interferensi bunyi dibedakan jadi dua yakni interferensi konstruktif atau penguatan bunyi serta interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Contohnya saat kita ada diantara dua buah loudspeaker dengan frekwensi serta amplitudo yang sama atau nyaris sama kita bakal mendengar bunyi yang keras serta lemah secara bergantian.

Resonansi

Resonansi yaitu ikut bergetarnya molekul udara dalam kolom udara akibat getaran benda, dalam beberapa alat musik bakal menyebabkan dampak bunyi yang merdu. Momen resonansi terjadi sesuai sama getaran udara pada pipa organa tertutup. Jadi, resonansi pertama bakal terjadi bila panjang kolom udara diatas air ¼ λ, resonansi ke dua ¾ λ, resonansi ke tiga 5/4 λ, dan sebagainya.

Momen resonansi bisa menyebabkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, gelas piala bertangkai dapat pecah apabila ditempatkan di dekat penyanyi yang sedang menyanyi. Hal semacam ini terjadi lantaran gelas mempunyai frekwensi alami yang sama juga dengan suara penyanyi hingga gelas mengalami resonansi serta menyebabkan pecahnya gelas itu. Momen resonansi dapat juga mengakibatkan robohnya jembatan gantung bila frekwensi hentakan kaki serentak orang yang berbaris diatas jembatan gantung sama juga dengan frekwensi alami jembatan hingga jembatan bakal berayun hebat serta bisa mengakibatkan robohnya jembatan. Ngeri ya sahabat : 3

Sumber Bunyi

Sumber bunyi yaitu seluruh benda yang bergetar serta menghasilkan suara merambat lewat medium atau zat penghubung hingga ketelinga.

Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Beberapa hal yang menunjukkan kalau bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar yaitu:

  1. Ujung penggaris yang digetarkan menyebabkan bunyi.
  2. Pada saat berteriak, bila leher kita dipegangi bakal terasa bergetar.
  3. Dawai gitar yang dipetik bakal bergetar serta menyebabkan bunyi.
  4. Kulit pada bedug atau gendang ketika dipukul terlihat bergetar.

Bunyi terjadi bila tercukupi tiga syarat, yakni:

  • Sumber Bunyi

Benda-benda yang bisa menghasilkan bunyi disebut dengan sumber bunyi. Contoh sumber bunyi yaitu beragam alat musik, seperti gitar, biola, piano, drum, terompet serta seruling.

  • Zat Penghubung (Medium)

Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal yang tidak terlihat. Bunyi cuma bisa merambat lewat medium penghubung. Misalnya udara, air, serta kayu. Tanpa medium penghubung bunyi tidak bisa merambat hingga tidak bakal terdengar. Bersumber pada riset, zat padat adalah medium perambatan bunyi yang paling baik dibandingkan zat cair serta gas.

Pendengar

Bunyi bisa didengar jika ada pendengar. Manusia dilengkapi indra pendengar, yakni telinga sebagai alat pendengar.

Getaran yang datang dari benda-benda yang bergetar, hingga ke telinga kita biasanya lewat udara berbentuk gelombang. Lantaran gelombang yang bisa ada di udara cuma gelombang longitudinal, bunyi merambat lewat udara senantiasa berbentuk gelombang longitudinal. Kita butuh ingat kalau gelombang longitudinal yaitu perapatan serta perenggangan yang bisa merambat lewat ketiga bentuk zat yakni: bentuk padat, cair serta gas.

Ada tiga segi dari bunyi sebagai berikut ini:

  1. Bunyi dihasilkan oleh sebuah sumber seperti gelombang yang lain, sumber bunyi yaitu benda yang bergetar.
  2. Daya dipindahkan serta sumber bunyi berbentuk gelombang longitudinal.
  3. Bunyi dideteksi (di kenal) oleh telinga atau sebuah instrumen cepat rambat gelombang bunyi di udara di pengaruhi oleh suhu serta massa bentuk zat.

Frekwensi Bunyi

Bersumber pada frekwensinya, bunyi bisa dikelompokkan jadi tiga, yakni:

  1. Infrasonik, yaitu bunyi yang frekwensinya dibawah 20 Hz.
  2. Audiosonik, yaitu bunyi yang frekwensinya antara 20 – 20. 000 Hz.
  3. Ultrasonik, yaitu bunyi yang frekwensinya diatas 20. 000 Hz.

Telinga manusia memiliki batas pendengaran. Bunyi yang bisa didengar manusia yaitu bunyi dengan frekwensi 20 Hz hingga 20. 000 Hz, yakni audiosonik. Infrasonik serta ultrasonik tidak bisa didengar oleh manusia. Infrasonik bisa didengar anjing, jangkrik, angsa, serta kuda. Ultrasonik bisa didengar oleh kelelawar serta lumba-lumba.

Mengenai manfaat gelombang ultrasonik yaitu sebagai berikut ini:

  • Kelelawar

Gelombang ultrasonik yang dipancarkan oleh kelelawar tahu jarak sebuah benda pada dirinya berdasarkan selang waktu yang dibutuhkan oleh gelombang pancar untuk kembali pada kelelawar. Itulah penyebabnya kelelawar yang terbang malam tidak pernah menabrak benda-benda yang ada di sekelilingnya.

  • Mengukur kedalaman laut atau kedalaman gua

Tehnik pantulan pulsa ultrasonik bisa digunakan untuk mengukur kedalaman laut dibawah kapal. Pulsa ultrasonik dipancarkan serta pantulan pulsa ultrasonik di terima oleh alat atau instrumen yang disebut dengan Fathometer.

Saat pulsa ultrasonik dipancarkan oleh Fathometer mengenai dasar laut, pulsa ultrasonik dipantulkan serta di terima kembali oleh Fathometer.

 

Referensi:

  1. Umar Efrizon. 2007. Fisika dan Kecakapan Hidup. Jakarta: Ganeca Exact.
  2. Lasmi Ketut. 2007. Bimbingan Pemantapan Fisika. Bandung. CV. Yrama Widya
  3. http://fisikon.com/kelas3/index.php?option=com_content&view=article&id=86:resonasi-pada-kolom-udara&catid=13:gelombang-bunyi&Itemid=137

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Perambatan dan Sifat Gelombang Bunyi. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber:

Loading...
Loading...