Perbedaan Hormon Hipofisis Anterior dan Posterior

Posted on

Perbedaan Hormon Hipofisis Anterior dan Posterior Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Perbedaan Hormon Hipofisis Anterior dan Posterior, tak perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Hipofisis mempunyai 2 lobus yang secara anatomis serta fungsional tidak sama, hipofisis posterior serta hipofisis anterior. Hipofisis posterior terdiri dari jaringan saraf dan karena itu juga dinamakan neurohipofisis. Hipofisis anterior terdiri dari jaringan epitel kelenjar dan karena itu juga dinamakan adenohipofisis (adeno memiliki arti “kelenjar”).

Hipotalamus serta hipofisis anterior membentuk sebuah system neuroendokrin yang terdiri dari sebuah populasi neuron neurosekretorik yang tubuh selnya terdapat di dua kelompok di hipotalamus (nukleus supraoptika serta nukleus paraventrikel). Secara fungsional serta anatomis, hipofisis posterior sebetulnya cuma perpanjangan dari hipotalamus.

Hipofisis posterior sebetulnya tidak mengahsilkan hormon apa pun. Sisi ini cuma menyimpan serta, sesudah memperoleh rangsangan yang sesuai sama mengeluarkan dua hormon peptida kecil, vasopresin (ADH) serta oksitosin. ADH dibentuk terlebih di dalam nukleus supraoptika, sedangkan oksitosin dibentuk terlebih di dalam nukleus paraventrikular.

Vasopresin (hormon antidiuretik, ADH) mempunyai 2 dampak:

  1. Meningkatkan retensi H2O oleh ginjal (dampak antidiuretik) serta
  2. Mengakibatkan kontraksi otot polos arteriol (dampak presor pembuluh).

Oksitosin merangsang kontraksi otot polos uterus untuk bantu mengeluarkan janin selama persalinan serta hormon ini dapat merangsang penyemprotan (ejeksi) susu dari kelenjar mamalia (payudara) selama menyusui, tidak hanya itu oksitosin juga dapat dibuktikan meningkatkan ikatan batin antara ibu serta bayinya.

Tidak seperti hipofisis posterior, hipofisis anterior membuat hormon sendiri yang lantas bakal dibebaskan dalam darah. Beragam populasi sel dalam hipofisis anterior keluarkan enam hormon peptida paling utama.

  • Hormon perkembangan (Growth Hormone, GH, Somatotropin) ‘ perkembangan tubuh keseluruhan serta metabolisme intermediat.
  • Thyroid-stimulating hormone (TSH, tirotropin) ‘ sekresi hormon tiroid serta perkembangan kelenjar tiroid.
  • Hormon adrenokortikotropik (adrenocorticotropic hormone, ACTH, adrenokortikotropin) ‘ sekresi kortisol oleh korteks adrenal serta perkembangan korteks adrenal
  • Follicle-stimulating hormone (FSH) ‘ pada wanita merangsang perkembangan serta perubahan folikel ovarium, tempat berkembangnya ovum atau sel telur dan mendorong sekresi hormon estrogen oleh ovarium. Pada pria untuk produksi sperma.
  • Luteinizing hormone (LH) ‘ pada wanita pembentukan korpus luteum penghasil hormon di ovarium sesudah ovulasi dan mengatur hormon estrogen serta progesteron. Pada pria merangsang sel interstisium Leydig di testis untuk mengeluarkan hormon testosteron hingga mempunyai nama alternatif interstisial cell-stimulating hormone (ICSH).
  • Prolaktin (PRL) ‘ perubahan payudara serta produksi air susu pada wanita. Fungsi pada pria belum jelas.

TSH, ACTH, FSH serta LH yaitu hormon tropik lantaran masing-masing mengatur sekresi kelenjar endokrin khusus lain. FSH serta LH secara kolektif disebut dengan sebagai gonadotropin lantaran mengontrol sekresi hormon-hormon sex oleh gonad (ovarium serta testis). Di antara hormon-hormon hipofisis anterior, prolaton yaitu satu-satunya yang tidak mengontrol sekresi hormon lain. Di antara hormon-hormon tropik, FSH, LH, serta hormon perkembangan berefek pada sel tujuan non-endokrin.

Apa ketidaksamaan antara hipofisis anterior serta posterior?

  • Hipofisis anterior datang dari jaringan ektodermal, sedangkan hipofisis posterior datang dari permukaan ventral diensefalon.
  • Hipofisis anterior menghasilkan hormon sendiri lalu hipofisis posterior menyimpan hormon yang awalannya di produksi di hipotalamus.
  • Hipofisis anterior mengeluarkan hormon GH, prolaktin, LH, FSH serta TSH sedangkan hipofisis posterior mengeluarkan hormon ADH serta oksitisin.
  • Hipofisis anterior amat tervaskularisasi dari pada hipofisis posterior.

 

Referensi:

  1. Sherwood, Lauralee. 2011. Fisiologi Manusia : Dari Sel ke Sistem. Jakarta : EGC.
  2. Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC.

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Perbedaan Hormon Hipofisis Anterior dan Posterior. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber: