Home Gaya Hidup Perlunya Karakter Daya Saing! | [email protected]

Perlunya Karakter Daya Saing! | [email protected]

SHARE

Saya termasuk orang yang bawel sekali dengan daya saing ini karena saya mengalami dan menyaksikan persaingan di dunia global ini.

Kenapa perlu punya daya saing? Karena dalam dunia global ini, yang tak punya daya saing hanya akan jadi objek dari globalisasi. Penentu keberhasilan daya saing suatu negara adalah sumber daya manusia, orang-orang yang ada di negara tersebut.

Masalahnya, secara kolektif, SDM kita ada pada peringkat 80-an dari 90-an Negara yang disurvei oleh INSEAD tahun 2015. Bagaimana Negara-Negara seperti Swiss, Jepang, Amerika, dan negara-negara di Skandinavia dapat memiliki SDM yang punya daya saing tinggi?

Saya akan fokus membahasnya dalam level individu dulu. Apa yang diperlukan orang untuk punya daya saing tinggi? Yang pertama adalah mindset tidak mau jadi orang yang senang ikut-ikut an…mindset try to be different, and find a new things.

Orang-orang yang daya saing nya tinggi itu, bangga kalau bisa menghasilkan sesuatu yang baru, sesuatu yang orisinil dari mereka. Competitive people, proud to make sometahuning new, Non-competitive people, proud to imitate and just follow what otahuner’s did.

Sulitnya, di tempat kita ini, saya kok lihat banyak orang yang senang ikut-ikutan (kadang tanpa mengerti apa yang diikuti). Kalau ada yang sukses bertanam jahe misalnya, sekampung ikut-ikutan tanam jahe…hasilnya harga jahe ya turun lah.

Tentu sah-sah aja kalau ada yang mencoba mengikuti langkah sukses…tapi kalau semuanya seperti itu, ya mandeg inovasinya. Induk dari daya saing itu adalah inovasi, menemukan sesuatu yang baru. Tidak hanya alat, tapi juga metoda, cara, trend, dan ide.

Jadi, sifat kedua yang diperlukan untuk punya daya saing tinggi adalah kepo! Curiosity;keingintahuan
Curiosity ini muncul karena adanya keinginan mempertanyakan sesuatu…why, why not, how, what…(who tidak terlalu penting haha).

Kalau hanya suka berdiam diri, inginnya diikutsertakan pelatihan (apalagi yang di luar negeri), buku dibelikan, ya susah atuh punya daya saing The competitive people itu tentu punya api, passion, untuk compete, dan menang! Menang dengan cara fair competition tentunya.

Saat interview orang yang mau kerja, “fire in his/her eyes” itu penting. Orang yang tidak ada semangat juangnya susah diandalkan. Mindset ingin tahu, ingin berbeda, ingin menemukan sesuatu yang baru, dan ingin menang ini adalah 4 basis dalam membentuk daya saing.

loading...

Nah, keempat hal ini (curious, unique, innovative, and passion to win) bukanlah hal rumit untuk dipelajari. Keempat basis daya saing tadi, hanya memerlukan satu hal utama untuk dipelajari : Ingin maju! Ingin jadi lebih baik!

“Bodo amat”, “bukan urusan gue”…”liat gimana ntar aja” adalah hal-hal yang akan mengikis habis kemampuan daya saing.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana bisa buat banyak orang Indonesia dengan mindset daya saing yang kuat tadi. Menunggu sistem pendidikan yang bagus, ekonomi baik, pemerintah hebat, dsb? Tidak bisa! Terlalu lama! Dunia makin global, daya saing need now!

First, saling mengingatkan, teruma para anak muda…bahwa new nationalism adalah menang di persaingan dunia global. Nasionalisme saat ini tidak cukup cuma dengan marah-marah saat batik diakui sebagai produk negara lain, tapi daya saing negara dalam batik tidak naik-naik.

Tidak susah buat pengusaha luar negeri untuk bawa pembatik Indonesia lalu diminta bikin batik di negara mereka dan digaji bagus. Di Zaman global ini, lokasi pembuatan tak lagi penting; yang produknya dihasilkan oleh perusahaan mana; bayar pajak di mana.

Untuk buat Indonesia punya banyak orang dengan daya saing tinggi saat ini, kita butuh wawasan dan pengetahuan global. Bukan sesuatu hal yang terlalu susah saat ini, pengguna internet di Indonesia banyak. Gunakan internet untuk proses belajar.

Saya sangat mendukung  gerakan-gerakan komunitas anak muda, terutama yang berhubungan dengan inovasi dan proses belajar. Komunitas sudah cukup banyak. Nah, perlu naik kelas sekarang. Make “big idea” yang buat multinational company mau kerjasama.

Zamannya sudah memungkinkan. Ada open innovation yang dijadikan strategi buat Multinasional Co. untuk growing now. Semakin banyak startups dan individu yang bekerjasama dengan MNC, semakin cepat akses pengetahuan global kita dapat.

Dengan banyaknya kerjasama “open innovation” ini, local innovation juga punya kesempatan untyk scale up. Tidak cuma pilot aja. Nah, big idea bagaimana yang dibutuhkan? learn about uber, google, airbnb, dsb. Big, New, Unique, and Impactful ideas.

Kebanyakan cluster industry besar itu munculnya dari usaha startup…ketika bisa bekerjasama dengan MNC, clusternya jd besar!

Finally daya saing itu perlu proses learn, make mistakes, re-learn. Budaya takut salah sehingga tidak mau memulai, takut dicela orang kalau berbeda, dsb. Itu tidak menumbuhkan dan meningkatkan daya saing. Juga kebiasaan ngambek kalau idenya tidak diterima, lalu tidak mau bikin ide lagi. Hal ini harus diubah kalau mau daya saing nya tinggi.

Kalau dilihat-lihat. Ya, negara dengan tingkat daya saing yang tinggi itu, tingkat ke”keuhan” atau resilience nya juga tinggi lho!  Don’t give up!

4 Basis tadi, tentu bisa membuat orang Indonesia berdaya saing tinggi. Dan budaya yang diperlukan utk berdaya saing.

*Kultwit Handry Satriago [email protected]  14/9/2015

SHARE