Perseteruannya dengan PKS Makin Panas, Fahri Hamzah Ajak Kader Muda Lakukan Perlawanan

Posted on

Lahiya – Perseteruan antara Fahri Hamzah dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin memanas. Setelah tersiar kabar PKS bakal menarik Fahri dari kursi Wakil Ketua DPR, politikus asal Nusa Tenggara Barat tersebut terang-terangan mengajak kader-kader muda partainya untuk melakukan perlawanan.

Fahri tidak bisa menerima model kepimpinan PKS saat ini yang menerapkan asas ketaatan yang tinggi dan akan memecat setiap kader yang kritis.

“Saya lawan ini, mengajak anak muda di partai ini. Janganlah model kepemimpinan seperti ini dibiarkan, berbahaya!” kata Fahri saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/1/2018), dikutip dari detik.com.

Selain Fahri, ada beberapa kader PKS lainnya yang juga harus dipecat karena sangat kritis terhadap partainya.

Baca Juga: PKS Hubungi Golkar, Fahri Hamzah Bakal Dicongkel dari Kursi Wakil Ketua DPR

Fahri lantas membeberkan mengenai perlakukan petinggi PKS terhadap kader yang menyuaran perbedaan pendapat. Ia juga mengatakan jika kader akan terjamin nasibnya di partai asalnya patuh terhadap ucapan para pimpinan, tidak peduli mereka pernah melakukan kejahatan.

Bahkan ia menganggap sikap para pemimpin partai tersebut menggambarkan kekerdilan jiwa.

“Sekarang kan banyak orang diancam, karena mau pencalegan bisa dihapus namanya atau bisa ditaruh nomor buncit. Pokoknya, kalau mulai berbeda pendapat, dihabisi, tapi melakukan kesalahan lain, nggak. Mau kejahatan moral apa pun dia nggak peduli. Itu menurut saya karena pimpinannya itu kerdil jiwanya,” terang Fahri.

Ia lantas menjelaskan bagaimana ketidakadilan yang diterimanya terkait pemecatan dirinya. Fahri menyatakan prosedur pemecatan dirinya bermasalah sehingga dirinya pun menang saat menggugat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Sama pada saya itu kan mereka persidangan yang melapor, yang menyelidik, yang menyidik, yang menuntut, yang hakimi, yang mengeksekusi, orangnya sama, itu yang dibatalkan pengadilan dan mereka nggak mau percaya pengadilan,” ungkap Fahri.

Baca Juga: Nyelekit! Ini Sindiran Pedas Jokowi Pada Ahok

Sikap yang tak bisa menerima hasil pengadilan tersebut dianggapnya cukup berbahaya.

“Pimpinan itu lebih tinggi daripada pengadilan negara, maka nggak mungkin salah pimpinan, menurut mereka. Ini kan mentalnya salah, bahaya itu mental, nggak bisa hidup di negara kalau seperti itu. Merasa superior, selalu benar, orang itu harus taat, nggak benar. Ini yang saya mau perbaiki di partai ini,” imbuh Wakil Ketua DPR ini.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan