SHARE
Loading...

Persiapan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing ilmu dan pengetahuan mengenai Sejarah Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Langsung saja ya, mudah-mudahan ilmunya bisa berguna untuk kita semua.

Perlu untuk kita mengingat kembali, banyak hal penting yang merubah Indonesia pada masa-masa penjajahan berkat para pemimpin, pahlawan serta pemuda-pemuda Indonesia dulu. Bahkan juga beberapa negara yang sempat membuat Indonesia terpuruk, mulai Belanda yang menjajah Indonesia pada masa-masa kolonial selama tiga setengah abad lamanya, Inggris yang menjajah selama lima tahun, serta Jepang yang terakhir menjajah, dan pada masa-masa itulah Indonesia merdeka.

Persiapan kemerdekaan Indonesia dimulai ketika Jepang tengah berjuang pada Perang Dunia II. Saat itu Perdana Mentri (PM) Jepang yakni Tojo digantikan oleh PM Koiso yang menjanjikan bahwasanya Indonesia (saat itu Hindia Timur) bakal merdeka dikemudian hari. Mulai 1 Maret 1945 pemerintah pendudukan Jepang lewat Balatentara XIV, yakni Jendral Kumakici Harada menginformasikan rencana pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKPKI) yang dalam Bahasa Jepangnya disebut juga dengan Dokuritsi Junbi Cosakai.
Pengangkatan para anggota BPUPKI itu diumumkan pada tanggal 1 April 1945 yang terdiri dari 60 rakyat yang mewakili setiap daerah di Indonesia, ditambah dengan 7 orang Jepang. Serta diketuai oleh DR. Radjiman Wedyodinigrat, dengan ketua mudanya yakni Icibangase, serta sekretarisnya yaitu R. P Soeroso. Pelantikan peresmian BPUPKI dilaksanakan tanggal 28 Mei 1945 di Gedung Cuo Sangi In (sekarang Gedung Departemen Luar Negeri).

Loading...

Sidang BPUPKI yang pertama dilakukan mulai tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Yang mempunyai tujuan untuk merumuskan serta membentuk rangka dasar dari Undang-Undang Dasar, yang mana merupakan dasar dari negara Indonesia. Kemudian barulah dirumuskan konstitusi negara. Sidang ini di isi oleh Soekarno, Muh. Yamin, serta Supomo yang mengemukakan pemikiran serta pandangannya tentang dasar dari negara Indonesia, yang akan termuat didalam Undang-Undang Dasar.

BPUPKI memiliki ketua kecil yang beranggotakan 9 orang (panitia sembilan) yang dipimpin oleh Soekarno. Panitia sembilan ini bertugas untuk menampung usul dan saran yang diberikan, juga beberapa konsep yang di ajukan. Panitia sembilan berunding, lantas menetapkan secara bersama tentang dasar negara Indonesia. Rancangan itu disebut juga dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) dan rancangan ini di usulkan oleh Muh. Yamin.

Piagam Jakarta ini berisi:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam untuk pemeluk-pemeluknya.
  2. (menurut) Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. (dan) Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan perwakilan
  5. (serta dengan mewujudkan suatu) Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia

Selanjutnya, BPUPKI yang di pimpin oleh Radjiman mengadakan sidang kembali pada tanggal 17 Juli 1945 serta merupakan sidang kedua yang dilaksanakan BPUPKI, dalam sidang tersebut menghasilkan bahasan berupa tiga konsep Undang-Undang Dasar yang dikemukakan oleh Panitia Perancangnya. Yang mana ketiga konsep itu berisi:

  1. Pernyataan kemerdekaan Indonesia
  2. Pembukaan Undang-Undang Dasar
  3. Batang tubuh Undang-Undang Dasar

Setelah sidang-sidang itu dilaksanakan, terbentuklah perumusan dasar negara Indonesia yang sudah disetujui. Yang mana perumusan itu merupakan hasil dari mufakat yang dilakukan oleh panitia sembilan, setelah memilah-milah pendapat yang diutarakan seperti perbedaan pendapat yang muncul tentang falsafah negara Indonesia. Dari mufakat ini, panitia sembilan juga sepakat mengenai:

  1. Bentuk negara, yakni negara kesatuan
  2. Bentuk pemerintahan, yakni republik
  3. Bendera nasional, yang berwarna merah putih dan disebut dengan Sang Merah Putih
  4. Bahasa nasional, yakni Bahasa Indonesia
  5. Pernyataan kemerdekaan Indonesia, Pembukaan UUD, dan Batang Tubuh UUD

Pada tanggal 6 Agustus 1945, Jepang makin terpuruk setelah bom atom pertama dijatuhkan oleh Amerika pada Hiroshima, hingga moral dan mental mereka turun, termasuk juga tentara mereka yang tersebar di seluruh dunia. Satu hari kemudian, tepatnya pada 7 Agustus 1945 dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau disebut juga dengan Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, yang maksud dan tujuan dari pembentukannya yaitu untuk menyatakan bahwa Indonesia akan dengan segera meraih kemerdekaannya.

PPKI yang di pimpin oleh Soekarno, wakilnya yakni Moh. Hatta, dan penasihatnya yaitu Ahmad Soebardjo ini beranggotakan 21 orang. Mereka yaitu 12 orang wakil dari Jawa, 3 wakil dari Sumatera, 2 wakil dari Sulawesi, 1 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Sunda Kecil, 1 orang dari Maluku, serta 1 orang lagi dari penduduk Cina. Seiring waktu berjalan, anggota PPKI pun bertambah hingga jadi 27 orang. Lantas pada 9 Agustus 1945 bom kedua oleh Amerika Serikat jatuh di Nagasaki yang mengakibatkan Jepang menyerah pada sekutunya.

Peristiwa menyerahnya Jepang pada Amerika ini digunakan oleh Indonesia untuk mulai menyiapkan proklamasi kemerdekaannya. PPKI yang di pimpin oleh Soekarno Hatta serta mantan ketua BPUPKI, Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Dalat, yang terletak 250 meter dari Saigon, Vietnam. Dan PPKI pun diresmikan oleh Jenderal Marsekal Terauchi sebagai panglima armada Jepang di wilayah Asia Tenggara. Yang mana pada hari yang sama, bom kedua oleh Amerika Serikat jatuh di Nagasaki yang mengakibatkan Jepang menyerah pada sekutunya.

Jenderal Terauchi memberitahukan sebenarnya Jepang bakal segera memberikan kemerdekaan pada Indonesia, serta Terauchi mengizinkan kegiatan yang akan dilakukan Indonesia, dengan memperhatikan beberapa syarat, yakni:

  • Syarat Pertama: untuk meraih kemerdekaan yaitu menyelesaikan perang yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. Oleh karenanya, bangsa Indonesia harus mengerahkan tenaga sebesar-besarnya serta bersama-sama dengan pemerintah Jepang melanjutkan perjuangan untuk meraih kemenangan akhir dalam Perang Asia Timur Raya
  • Syarat Kedua: Negara Indonesia adalah anggota lingkungan kemakmuran bersama di Asia Timur Raya. Oleh karenanya, harapan bangsa Indonesia mesti disesuaikan dengan harapan pemerintah Jepang yang bersemangan Hakkou-Iciu (dunia bagai satu keluarga)

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita melalui radio, bahwasanya Jepang menyerah pada sekutu tanpa syarat. Disaat itulah para tokoh-tokoh pergerakan nasional bersiap-seiap memproklamirkan kemerdekaan RI, dan menampik bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Dan saat Soekarno-Hatta, serta Radjiman kembali dari Dalat, mereka langsung didesak untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Serta pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia resmi merdeka sesudah Soekarno membaca teks proklamasi, yang berisi:

 

Satu hari setelah merdeka, PPKI kembali melaksanakan sidang, dalam sidang itu, PPKI mengesahkan Pembukaan dan Batang Tubuh Undang-Undang Dasar yang sudah disiapkan BPUPKI. Walau demikian, sebelum disahkan terjadi sedikit perubahan pada beberapa kata yang terdapat pada UUD setelah dilakukan konsultasi dengan empat pemuka islam, yakni Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Kasman Singodimedjo, serta Teuku Moh. Hasan. Seperti kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam untuk pemeluk-pemeluknya” dirubah menjadi “Yang Maha Esa”. Serta setelah disahkan, UUD di kenal dengan nama Undang-Undang Dasar 1945.

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, yaitu mengenai Persiapan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia kita, mudah-mudahan ilmunya bisa berguna untuk kita semua. Dan, jika masih ada yang belum dipahami silakan sahabat tanyakan lewat kotak komentar yang sudah kami sediakan di bawah ini, ya. Terima kasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber:
http://www.softilmu.com/2015/11/Sejarah-Persiapan-Kemerdekaan-Negara-Republik-Indonesia-Adalah.html#

Loading...
Loading...