Pertumbuhan, Perkembangan dan Metamorfosis pada Hewan

Posted on

Pertumbuhan, Perkembangan dan Metamorfosis pada Hewan Selamat datang di softilmu, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Pertumbuhan, Perkembangan dan Metamorfosis pada Hewan. Proses pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai dari proses pembelahan pada zigot. Zigot merupakan hasil fertilisasi (pembuahan) sel telur oleh sperma. Zigot akan berkembang menjadi embrio.

Tahapan Perkembangan Hewan

Tahapan perkembangan pada hewan secara umum mempunyai urutan sebagai berikut ini: pembelahan sel, gastrulasi, serta pembentukan organ (organogenesis).

Perkembangan zigot

Pembelahan sel

Zigot adalah sebuah sel yang datang dari peleburan sel kelamin jantan serta sel kelamin betina. Zigot mengalami pembelahan mitosis dari satu sel jadi dua sel, lantas jadi empat sel, delapan sel, enam belas sel dan seterusnya.
Pembelahan selalu berlanjut hingga berupa seperti bola padat yang disebut dengan marula. Berikutnya sisi tengah dari morula membentuk lubang berisi cairan, serta lubang itu disebut dengan blastosoel. Bentukan seperti ini disebut dengan blastula (embrio).

Gastrulasi (Pembentukan Usus)

Beberapa sel di satu kutub membelah lebih cepat dari pada beberapa sel di kutub yang lain, hingga terbentuk lekukan ke dalam seperti bola yang ditekan di satu sisinya. Pada akhirnya blastula berbentuk seperti mangkok yang mempunyai dua susunan, yakni susunan luar (ektoderm) serta susunan dalam (endoderm). Bentuk sejenis ini disebut dengan grastula. Endoderm membatasi lengkung usus (arkenteron).
Sepanjang proses grastulasi terjadi pembelahan beberapa sel, serta terbentuk susunan baru yang terdapat diantara susunan ektoderm serta endoderm. Susunan itu yaitu mesoderm. Dengan demikian pada tahapan gastrulasi terbentuk tiga susunan, yakni ektoderm, mesoderm, serta endoderm.

Pembentukan Organ

Sesudah gastrulasi selesai, berikutnya susunan ektoderm, mesoderm, serta endoderm berkembang jadi jaringan khusus yang kemudian membentuk beragam organ.

Ektoderm sisi dorsal membentuk bumbung neural sesudah notokord terbentuk. Bumbung neural ini berkembang jadi saraf, otak, serta sumsum tulang belakang. Sisi tubuh lain yang merupakan perkembangan dari ektoderm yaitu kulit luar, bola mata, lensa mata, hidung, telinga, rambut, kuku, system saraf, susunan epitelium mulut serta rektum, dan medula kelenjar adrenal (kelenjar yang terdapat di atas ginjal).
Notokord terbentuk dari mesoderm dorsal. Mesoderm berkembang membentuk dua susunan, yakni susunan yang bersisian dengan susunan ektoderm serta susunan yang bersisian dengan susunan endoderm. Diantara kedua susunan itu ada rongga. Rongga ini bakal berkembang jadi rongga tubuh atau selom. Mesoderm lebih lanjut bakal berkembang jadi susunan kulit dalam (dermis), otot, tulang, pembuluh darah, ginjal, susunan rongga tubuh, ureter, testis, ovarium, oviduk, uterus, serta system limfa.

Endoderm membentuk usus primitif. Usus primitif ini berdiferensiasi jadi faring, esofagus, lambung, usus, hati, serta pankreas. Susunan endoderm juga berkembang jadi organ trakea serta paru-paru.

Setiap hewan mempunyai pola perkembangan yang tidak sama. Umpamanya pada hewan berpori, embrionya mempunyai dua susunan saja, yakni ektoderm serta endoderm; disebut dengan organisme diploblastik. Serangga, Echinodermata, serta Chordata, embrionya mempunyai tiga susunan; disebut dengan organisme triploblastik.

Metamorfosis

Ada hewan yang mengalami beberapa tahap perubahan bentuk sepanjang perkembangan serta perubahannya jadi organisme dewasa. Perubahan seperti ini disebut dengan metamorfosis.

Metamorfosis pada Serangga

Tahapan perkembangan serta perubahan serangga dari telur jadi dewasa ada dua type, yakni metamorfosis sempurna serta metamorfosis tidak sempurna.

Pada belalang, jangkrik, kecoa, capung, serta laron; telur berkembang jadi nimfa. Nimfa kemudian berkembang jadi imago atau hewan dewasa setelah mengalami beberapa kali ganti kulit. Nimfa mempunyai bentuk yang serupa dengan dewasanya namun belum mempunyai organ yang lengkap serta alat reproduksinya belum berkembang sempurna. Contohnya nimfa belalang tidak mempunyai sayap, sayap berkembang setelah memasuki fase imago. Perubahan itu termasuk juga metamorfosis tidak sempurna.

Metamorfosis sempurna serta metamorfosis tidak sempurna

Tahap metamorfosis sempurna berawal dari perubahan telur jadi larva. Larva mempunyai bentuk yang amat berbeda dibandingkan dewasanya, contohnya larva kupu-kupu yaitu ulat. Lava bisa bergerak aktif. Larva tumbuh jadi besar, serta perubahan jadi ukuran yang lebih besar senantiasa didahului oleh pergantian kulit. Sesudah larva mencapai ukuran tertentu, ia bakal memasuki periode tidak aktif (dorman) yang disebut dengan tahap pupa. Dari luar, pupa terlihat tidak aktif, namun aktivitas metabolismenya masihlah tetap berjalan. Sepanjang tahap pupa, terjadi proses diferensiasi sel serta pembentukan organ bar, contohnya sayap serta antena. Sesudah seluruh organ dewasa terbentuk, pupa mengalami pergantian kulit, dan nampaklah individu dewasa. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna yaitu kupu-kupu, kumbang, semut, lebah, tawon, lalat, serta nyamuk.

Metamorfosis pada Katak

Metamorfosis pada katak tidak sama dengan serangga, lantaran katak tidak mengalami pergantian kulit. Zigot awal mula berkembang jadi berudu (kecebong). Berudu tidak mempunyai kaki namun mempunyai ekor serta sirip. Berikutnya tumbuhlah kaki belakangnya. Pergantian organ pada metamorfosis katak disesuaikan dengan perubahan habitat dari air ke darat. Insang berubah bentuk serta fungsi jadi paru-paru. Berudu yang awal mula tidak berkaki, tumbuhan jadi katak yang berkaki, serta ekor menghilang. Proses penghilangan ekor terjadi lewat autofagositosis, artinya lisosom di dalam beberapa sel ekor mengonsumsi selnya sendiri.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan