Perusahaan Paksa Karyawan Pakai Atribut Natal Bisa Dipidana

Posted on

Lahiya – Dengan tegas Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menandaskan kepada semua pengusaha, manajemen perusahaan, ataupun perkantoran agar tidak memaksa para karyawan mereka menggunakan atribut Natal. Tito menyampaikan, seseorang dijamin kebebasannya dan tidak ada paksaan untuk menggunakan atribut apa pun bila yang bersangkutan tidak menginginkannya.

“Kepada asosiasi pengusaha, mal-mal dan lain-lain jangan juga memaksa (menggunakan atribut Natal), kepada para pemilik perusahaan, kalau karyawannya tidak ingin menggunakan atribut Natal, ya tentu tidak masalah, ini negara demokrasi,” ungkap Tito di silang Monas usai acara operasi Lilin 2018, Kamis (21/12/2017). Demikian sebagaimana dikutip dari reportase Viva.co.id, Jumat (22/12/2017).

Tito kembali menegaskan bahwa sekecil apa pun, jika ada unsur pemaksaan, hal itu merupakan suatu tindakan pidana yang dapat dikenakan sanksi hukum. Hal ini juga berlaku tak hanya untuk masalah keagamaan, tapi dalam hal seluruh aspek kehidupan tidak diperbolehkan ada pemaksaan. Ini dikarenakan Indonesia merupakan negara Demokrasi.

“Kalau mengancam dipecat kalau tidak menggunakan ini (atribut Natal), itu juga pidana. Bukan hanya menyebut agama, tetapi mengancam pun adalah pidana,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Baca juga: Merasa Dianaktirikan, Warga Perbatasan Ancam Golput Pilpres 2019

Ormas Jangan Main Hakim Sendiri

Kendati demikian, Tito juga mengingatkan kepada seluruh ormas agar jangan main hakim sendiri apabila ada perusahaan yang diduga melakukan tindak pidana pemaksaan tersebut.

Ia menyampaikan agar para ormas diharapkan tetap menaati hukum yang ada dan menyerahkan semuanya kepada pihak yang berwajib.

“Tidak boleh main hakim sendiri, kalau ada yang bisa menegakkan itu adalah penegak hukum. Di luar penegak hukum melakukan itu, itu pidana juga, karena negara masyarakat memberikan monopoli kepada penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah penegakan hukum,” tandas Tito yang juga merupakan mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu.

Tito lantas melanjutkan, apabila karyawan mengenakan atribut Natal secara sukarela, maka seharusnya hal itu tak menjadi masalah. Hal ini harus dibedakan dengan ihwal ancaman pemecatan atau diwajibkam oleh pemilik toko atau para pengusaha. Demikian seperti dikutip dari laman Tirto.ID.

Baca juga: Kota Suci Bagi 3 Agama, Inilah 7 Tempat Wisata di Yerusalem yang Populer dan Bersejarah

“Kita negara beragam dan kita harus berpegang pada Pancasila dan UUD 1945 dimana kita semua bebas menjalankan agama dan keyakinan masing-masing,” pungkasnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan