Peta Politik Akan Berubah Jika Aa Gym Maju di Pilkada Jabar 2018

Posted on

Lahiya – Dalam beberapa hasil survei Pilkada Jabar 2018, rupanya nama KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) masih unggul. Bahkan, tak dapat dipungkiri sepertinya Aa Gym merupakan tokoh yang paling diharapkan masyarakat untuk maju dalam kontestasi Pilkada Jabar; baik sebagai calon wakil gubernur atau pun calon gubernurnya itu sendiri.

“Aa Gym itu bagaimanapun kita lihat hari ini menjadi populer dan kembali populer terutama setelah 212,” ungkap Firman Manan yang merupakan pakar politik dan pemerintahan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, di Bandung, Kamis (21/12/2017). Demikian seperti dikutip dari laporan Kompas.com, Jumat (22/12/2017).

Firman kemudian menambahkan, walau kecil kemungkinan, namun jika Aa Gym menyatakan dirinya maju dalam Pilkada Jabar, maka konstelasi politik yang saat ini mulai terbentuk akan kembali berubah.

“Walaupun saya melihat semakin kesini peluangnya juga semakin kecil sebetulnya. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau bisa masuk akan mengubah peta politik termasuk (memengaruhi) elektabilitas yang lain,” bebernya.

Baca juga: Bandingkan! Dulu Ahok Pakai Operasional Gubernur Untuk Bantu Lansia, Kini Anies Pilih Program Khusus Ini

Kehendak 2 Tipe Masyarakat

Firman meyakini, jika Aa Gym diambil sebagai wakil gubernur oleh salah satu kandidat calon gubernur, maka besar kemungkinan pasangan tersebut akan menang di Pilkada Jabar. Namun hal tersebut tidak berlaku jika Aa Gym diusung partai nasionalis.

“Tapi harus dilihat juga, kita tidak bisa membayangkan menjadj kandidat yang diusung PDI-P. Tentu ada juga keterbatasan-keterbatasan, tidak bisa semua kandidat meminang Aa Gym. Tidak terbayang ketika PDI-P meminta Aa Gym jadi calon, lalu kemudian Aa Gym menyatakan bersedia,” paparnya menjelaskan.

Firman melanjutkan, ada dua tipe masyarakat Jawa Barat yang ditengarai menghendaki Aa Gym maju di Pilkada Jabar 2018.

Baca juga: Mengharukan! Lihat Anak-Anak Pengungsi Palestina, Melly Goeslaw: Andai Ku Bisa Membawamu Pulang

“Pertama, masyarakat tradisional. Ketika pemilih itu tradisional tentu calon populer itu punya peluang. Kedua masyarakat religius, bagaimanapun Aa Gym selain populer juga dilihat sebagai tokoh religius,” demikian Firman menuturkan.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan