PKS Bakal Temui Bambang Soesatyo, Bahas Pemecatan Fahri Hamzah?

Posted on

Lahiya – Dilantiknya ketua DPR yang baru, Bambang Soesatyo, disambut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan langkah cepat upaya pembahasan pergantian posisis Fahri Hamzah dari kursi pimpinan DPR.

Dilansir dari laman cnnindonsia.com, hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Bidang Humas DPP PKS Ledia Hanifa Amaliah. “Secepatnya kami akan menemui pak Bambang Soesatyo, meski saat ini kami masih menunggu proses kasasi di Mahkamah Agung,” katanya.

Pergantian Fahri sebagai wakil Ketua DPR sendiri masih belum bisa diproses lantaran Fahri dan PKS masih bersengketa di pengadilan. Kendati demikian, Desember tahun lalu, Presiden PKS Sohibul Iman telah menunjuk Lediauntuk menggantikan Fahri dari kursi pimpinan DPR.

Pimpinan fraksi PKS telah melayangkan surat bernomor 09/EXT/FPKS/DPRRI/12/2017 tentang pencabutan Fahri Hamzah saat rapat Badan Musyawarah DPR, 11 Desember 2017 lalu. Namun, surat ini tidak direspon DPR karena ketika itu kursi Ketua DPR sendiri masih kosong usai Setya Novanto mengundurkan dari kursi Ketua DPR.

Perseturuan antara PKS dan mantan kadernya ini dipicu oleh pemecatan Fahri Hamzah sebagai kader oleh DPP PKS pada tahun 2016. Fahri pun saat itu melawan dengan menggugat pemecatannya itu ke Pengadilan Negeri jakarta Selatan.

Hasilnya, PN Jakarta Selatan menyatakan bahwa pemberhentian Fahri sebagai anggota PKS, anggota DPR dan Wakil Ketua DPR keadaannya dalam status quo (tidak mempunyai kekuatan hukum atau tidak berlaku) sampai ada putusan berkekuatan hukum tetap.

PKS kemudian melakukan banding atau putusan tersebut ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun upaya banding tersebut ditolak. Maka, Fahri kini masih berstatus kader PKS. DPP PKS bahkan dikenai sanksi materil denda Rp 30 miliar.

PKS tidak menyerah. Partai ini kemudian mengajukan kasasi ke MA dan hingga kini masih belum ada putusan terkait dengan perkara ini.

Masih dilansir dari cnnindonesia.com, Ledia menyatakan bahwa proses pergantian Fahri sepenuhnya merupakan kewenangan fraksi PKS. “Tunggu putusan MA,” katanya.

Fahri sebelumnya sempat mengatakan dirinya bakal tetap setia menjadi kader PKS. Ia juga mengaku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan partai.

Fahri lantas menyebut bahwa sudah banyak kesalahan yang dilakukan pimpinan PKS. Kesalahan pimpinan PKS itu, ucap Fahri, dilakukan terhadap kader, sistem kaderisasi, dan kultur partai.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan