PKS Batal Dukung Deddy Mizwar di Pilkada Jabar 2018, Adakah Kaitannya dengan Pemilu 2019?

Posted on

Lahiya – Putusan politik terkait Deddy Mizwar (Demiz) yang urung diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Jabar 2018 memang cukup menggemparkan. Seperti diketahui, PKS batal mendukung Demiz dan lebih memilih memberikan dukungannya kepada Mayjend (Purn) Sudrajat. Benarkah putusan tersebut diambil atas sejumlah pertimbangan agenda politik menyongsong Pemilu tahun 2019?

Melansir liputan Viva.co.id, Sabtu (30/12/2017), sebenarnya PKS tak begitu lugas menjelaskan tentang alasan pertimbangan politik pemilu mendatang tersebut—apakah yang dimaksudkan adalah pemilu legislatif atau pemilu presiden. Namun yang pasti, putusan tersebut kemungkinan besar diambil demi untuk menyiapkan konsolidasi politik di tahun 2019.

“Kita (PKS) memerlukan mesin politik yang kuat bersama-sama dan teruji untuk bisa memenangkan agenda-agenda politik di 2019,” demikian Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nurwahid menandaskannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat (29/12/2017).

Semula, PKS bersepakat bersama Partai Gerindra untuk mencalonkan Deddy Mizwar yang dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu. Gerindra kemudian berpisah dari PKS. PKS membentuk koalisi dengan partai lain yakni Partai Demokrat dan PAN, yang dinamakan Koalisi Zaman Now.

Baca juga: Deddy Mizwar Batal Didukung PKS di Pilkada Jabar 2018, Fahri Hamzah: Simpanlah Memar di Hatimu

Namun koalisi itu hanya seumur jagung, formasi bubar sebelum keputusan resmi ditetapkan. PKS segera bergabung lagi dengan Partai Gerindra, yang mengusung Sudrajat sebagai calon gubernur. Kedua partai segera mengumumkan menduetkan Sudrajat dengan Ahmad Syaikhu.

Klaim Aspirasi Warga

Karena sedari awal PKS seolah sudah mantap mendukung Deddy Mizwar, maka tak heran jika banyak pihak yang menilai keputusan tersebut adalah janggal. Meski demikian, Hidayat Nurwahid beralasan bahwa keputusan itu sesungguhnya didasari aspirasi masyarakat dan kader konstituen.

“Sampailah kemudian terjadi kondisi di mana Ketua Gerindra Jabar menyebutkan bahwa, menurut aspirasi dari warganya ke mereka, tidak bisa mencalonkan Demiz (Deddy Mizwar), gitu,” Nurwahid berargumentasi.

Nurwahid mengungkapkan, saat pertimbangan itu disampaikan, PKS sebenarnya masih istikamah dengan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Namun seiring dengan dinamika politik yang berkembang dari hari ke hari, PKS kemudian mengubah sikapnya dan memutuskan bergabung lagi dengan Gerindra.

Baca juga: Soal Dugaan Pencemaran Nama Baik Panglima TNI, Begini Pembelaan Dokter Siti

Ia melanjutkan, semua pertimbangan dan keputusan itu sudah disampaikan secara terbuka kepada Deddy Mizwar.

“… dan akhirnya PKS mempunyai itikad politik untuk kembali pada keputusan awal, yaitu untuk di Jabar, PKS berkoalisi dengan Gerindra,” pungkasnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan