Polri Ungkap Kebohongan di Ceramah Ustaz Zulkifli Ali

Posted on

Lahiya – Ustaz Zulkifli Muhammad Ali resmi ditetapkan Bareskrim Mabes Polrisebagai tersangka lantaran adanya dugaan dirinya telah melakukan ujaran kebencian.

Menurut Analisis Kebijakan Madya Divisi Humas Polri, Kombes Pol Sulistyo Pudjo, ditetapkannya Zulkifli Ali sebagai tersangka usai petugas melaksanakan proses penyelidikan kemudian menemukan ada tausiyah yang bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Pemeriksaan yang diadakan Zulkifli Muhammad dikarenakan adanya penyebaran berita bohong yang terjadi sekitar November 2017,” ujar Pudjo di Gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/1), seperti dilansir dari Jawapos.com.

Pudjo mengatakan bahwa hal yang disampaikan oleh Zulkifli melalui ceramahnya bisa menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Pasalnya, mereka mengklaim bahwa isu pembuatan jutaan KTP di Perancis dan China itu merupakan kebohongan.

Baca juga: Selepas Seharian Diperiksa, Ustaz Zulkifli Ali jadi Imam di Masjid Mabes Polri

“Adanya konten-konten informasi bahwa jutaan KTP telah dicetak di Perancis maupun di Cina dan akan digunakan oleh orang luar Indonesia. Kemudian adalah adanya pasukan yang akan siap masuk ke Indonesia. Itu berita bohong,” terang Pudjo.

Lebih lanjut, eks Kabid Humas Polda jawa Barat tersebut mengatakan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Ustaz Zulkifli Ali itu tidaklah berdasarkan fakta. “Masa kayak gitu,” kata Pudjo.

Zulkifli Ali dalam kasus ini diduga telah menyebarkan ujaran kebencian yang bernuansa SARA serta tindakan provokasi. Hal tersebut yaitu ketika Ustaz Zulkifi Ali memberikan ceramah di salah satu masjid yang ada di Jakarta. Videonya pun sempat beredar dan jadi viral di media sosial.

Terlihat dalam salah satu cuplikan videonya, Zulkifli Ali menyebutkan bahwa di tahun 2018 nanti kaum muslimin banyak yang bakal dibuang ke laut dan disembelih oleh kaum komunis, cina, syiah dan juga liberal.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan