Gambar Via: fuah.iainpurwokerto.ac.id

Prosa dan Puisi dalam Sejarah Islam

Posted on

Prosa dan Puisi dalam Sejarah Islam – Kali ini kami akan membahas tentang prosa dalam Sejarah Islam, baik pada Masa Bani Umayyah maupun Masa Shadr Islam. Mari simak pembahasan kali ini.

Prosa Pada Masa Bani Umayyah

Gambar Via: senjatarohani.wordpress.com

Zaman baru dimulai dengan khalifah umawi Al Walid bin Abdul Malik, yang memerintah antara 85-96 H/ 705-715 M. menurut Al Qalqasyandi, penulisan di bawah Umami mengikuti gaya kuno sampai masa Al Walid. Al Walid membawa perbaikan besar pada sekertariat pemerintahan, tulisan dan korespondensi resmi, dan kaligrafi.

Dalam semangat sastra Al Walid itulah Marwan bin Muhammad (126-132H/ 744-750M), khlifah Umawi terakhir, mengutus Abdul Hamid bin Yahya, ahli esai terbesar zaman itu, untuk mengembangkan gaya penulisan yang lebih penuh bunga bahasa yang membuat dirinyua dikenal. Pesan pemerintah menjadi begitu panjang sehingga diceritakan bahwa Abdul Hamid menulis untuk majikannya sebuah surat yang memerlukan seokor unta untuk membawa surat ini ke alamat yang dituju.

Gaya baru ini disebut tawazun (simetri sastra) dan diperkenalkan dengan tiruan gaya Al Qur’an. Tawazun berisi tulisan dalam frase yang jumlah suku katanya, panjangnya, dan susunannya sama. Itulah bentuk ketinggiannya. Tawazun juga dikenal dalam sastra pra-islam, khususnya dalam perumpamaan dan pernyataan lisan ahli ramal (kahin).

Penulis terbesar gaya tawazun adalah Abdul Hamid Al Katib (130/794 M), Abu Amr Ustman Al Jahizh (253/ 868 M), dan Abu Hayyan Al Tahwidi (375/ 987 M). gaya Al Jahizh sesuai dengan zamannya. Tulisannya merealisasikan normanya ketingkat sangat tinggi.

Dia menggambarkan norma ini sebagai berikut:

Gambar Via: tongkronganislami.net

Keselarasan ungkapan dengan makna pembicara/penulis harus menyadari proporsi makna, pembaca/ pendengarnya, dan situasinya, jika kata-katanya ingin di selaraskan dengan mereka.

Al-Bayan (penjelas) Makna menurut Al Jahizh, tersembunyi dalam kesadaran. Di sana, makna berada dalam keadaan teredam tidak terkenali. Bila diberikan ungkapan yang tepat, makna menjadi hidup. Jelaslah al Bayan adalah segala sesuatu yang membentangkan dan menjelaskan makna.

Ringkas dan apa adanya. Komposisi terbaik menurut Al Jahizh, adalah komposisi di mana kata-kata yang sedikit meniadakan kebutuhan akan kata-kata tambahan, di mana maknanya dikandung oleh kata-kat sepenuhnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan