SHARE

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Proses Pembentukan dan Jenis Batuan, langsung saja kita mulai pembahasannya, ya.

Batuan pembentuk litosfer

Pada lithosfer ada tiga bentuk batuan yakni:

  1. Batuan beku
  2. Batuan sedimen
  3. Batuan metamorf

Awal Mula Batuan

  • Seluruh batuan pada awalnya dari magma
  • Magma yaitu benda cair, panas, pijar yang bersuhu di atas 1000˚C
  • Lava yaitu magma yang udah keluar ke permukaan
  • Lahar yaitu lava yang bercampur dengan gas, meterial piroklastik, air, tanah tumbuhan

Magma keluar di permukaan bumi diantaranya lewat puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan ada juga yang di lautan. Magma yang udah mencapai permukaan bumi bakal membeku. Magma yang membeku lantas jadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu th. lamanya bisa hancur terurai selama terkena panas, hujan, dan aktivitas tumbuhan serta hewan. Berikutnya hancuran batuan itu tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut dengan batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku bisa berubah bentuk dalam tempo yang amat lama lantaran adanya perubahan temperatur serta tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut dengan batuan malihan atau batuan metamorf.

Beberapa Type Batuan

Batuan Beku

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bhs Latin : ignis, ” api “) yakni batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin serta mengeras. Pembekuan magma jadi batuan beku bisa terjadi pada saat sebelum magma keluar dari dapurnya, ditengah perjalanan, dan saat udah ada di atas permukaan bumi. Dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik dibawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) ataupun diatas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Lebih dari 700 type batuan beku sudah sukses digambarkan, beberapa terbentuk dibawah permukaan kerak bumi.

Batuan beku yang membeku saat sebelum magma keluar serta terjadi pada ketika susunan dalam disebut dengan batuan plutonik, bila membeku di dalam perjalanan disebut dengan batuan korok atau porforik. Mengenai bila magma sudah keluar serta membeku di permukaan bumi, disebut dengan batuan beku luar atau efusi/vulkanik.
Bersumber pada teksturnya batuan beku dibedakan jadi 2, yakni:

  1. Batuan beku plutonik
  2. Batuan beku vulkanik

Ketidaksamaan antara keduanya dapat diliat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik biasanya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat hingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Sedangkan batuan beku vulkanik biasanya terbentuk dari pembekuan magma yang amat cepat (contohnya akibat letusan gunung api) hingga mineral penyusunnya lebih kecil.

Batuan Endapan atau Batuan Sedimen

Batuan Sedimen ini adalah batuan yang terbentuk oleh proses geomorfologi serta di pengaruhi oleh lamanya saat. Batuan sedimen secara umum dibedakan jadi 3 bentuk:

Klasifikasi sediment klastik dibedakan berdasarkan atas ukuran butirnya, yakni sebagai berikut ini:

  1. Ludit (psepit) termasuk juga berbutir kasar dari mulai gravel (krikil) halus sampai bongkah (boulder) dengan ukuran diameternya 2-256mm
  2. Arenit (samit) termasuk juga berbutir sedang, dengan ukuran diameternya 0, 06-2mm, dari mulai pasir halus sampai pasir kasar.
  3. Lutit (pelit) termasuk juga berbutir halus, ukuran diameternya 0, 04-0, 06mm, dari mulai lempung higga debu kasar.

Contoh sediment klastik yaitu breksi, konglomerat, batu pasir, lempung, serpih serta kaolin.

Sedimen klastik yang terbentuk oleh proses mekanik

Batuan sediment klastik terbentuk lewat proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik beragam mulai dari ukuran lempung hingga ukuran bongkah. Umumnya batuan itu jadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau dapat pula jadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Contoh sediment klastik yaitu breksi, konglomerat, batu pasir, lempung, serpih serta kaolin

Sedimen non-klastik yang terbentuk lantaran proses kimiawi

Batuan sedimen kimia terbentuk lewat proses presipitasi dari larutan. Umumnya batuan itu jadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Misalnya anhidrit serta batu. Batuan sedimen ini umumnya memiliki kandungan mineral seperti kalsit, dolomit, kuarsa sekunder, gypsum serta chert.
Batuan sedimen terbentuk lewat tiga langkah paling utama: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) lantaran aktivitas biogenik; serta pengendapan (precipitation) dari larutan.

Batuan endapan mencakup 75% dari permukaan bumi. Batuan sedimen mempunyai ciri yang gampang di kenal, yakni sebagai berikut ini:

  • Batuan endapan umumnya berlapis-lapis
  • Memiliki kandungan sisa-sisa jasad atau bekasnya, seperti terdapatnya cangkang binatang koral serta serat-serat kayu.
  • Adanya keseragaman yang nyata dari bebrapa sisi berbentuk bulat yang menyusunnya.
  • Penamaan batuan sedimen berdasarkan butir
  • Penamaan batuan sedimen umumnya bersumber pada besar butir penyusun batuan itu Penamaan itu yaitu:
  • Breksi yaitu batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut.
  • Konglomerat yaitu batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar.
  • Batu pasir yaitu batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm hingga 1/16 mm
  • Batu lanau yaitu batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm hingga 1/256 mm
  • Batu lempung yaitu batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256

Batuan metamorfosis atau Batuan metamorf (methamorphic rock)

Yakni batuan yang datang dari batuan induk yang mengalami perubahan struktur serta komposisi mineral sebagai akibat perubahan keadaan fisik dikarenakan oleh tekanan serta temperatur. batuan di awal bakal berubah tekstur serta strukturnya hingga membentuk batuan baru dengan tekstur serta susunan yang baru juga. Contoh batuan itu yaitu batu sabak atau slate yang disebut perubahan batu lempung. Jika seluruh batuan-batuan yang di awal terpanaskan serta meleleh bakal membentuk magma yang lantas mengalami proses pendinginan kembali serta jadi batuan-batuan baru lagi. Beberapa contoh batuan metamorf yaitu Gneis, batu sabak, batu garnet, serta pualam.

Batuan metamorf membuat beberapa dari kerak Bumi. Mereka terbentuk jauh di bawah permukaan bumi oleh tegasan yang besar dari batuan diatasnya dan tekanan serta suhu tinggi. Mereka juga terbentuk oleh intrusi batu lebur, disebut dengan magma, kedalam batuan padat serta terbentuk terlebih pada kontak antara magma serta batuan yang bersuhu tinggi.

Ciri batuan ini:

  • Adanya perlapisan,
  • Silang siur atau susunan gelembur gelombang klastik.

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Proses Pembentukan dan Jenis Batuan. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

Sumber:
http://www.softilmu.com/2014/07/batuan-pembentuk-litosfer.html

Loading...
Loading...