SHARE

Proses Pembentukan Urin Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Proses Pembentukan Urin. Proses ini sendiri melibatkan tiga komponen, yakni filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi. Untuk penjelasan lebih lanjut silakan baca uraian pada postingan ini.

Penyaringan (filtrasi)

Proses penyaringan darah terjadi pada kapiler glomerulus, yaitu kapiler darah yang bergulung di dalam kapsul Bowman. Pada glomerulus ada beberapa sel endotelium hingga memudahkan penyaringan darah. Darah dari glomerulus bakal melewati beberapa sel epitelium dari kapsul Bowman yang berperan sebagai penyaring yang disebut dengan sel podosit. Sel podosit bisa ditembus oleh air serta molekul-molekul memiliki ukuran kecil, namun tidak bisa ditembus oleh oleh molekul besar seperti beberapa sel darah serta protein plasma darah. Tidak hanya proses penyaringan, di glomerulus juga terjadi pengikatan beberapa sel darah, keping darah, serta beberapa protein plasma supaya tidak ikut di keluarkan. Hasil penyaringan ini berbentuk filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah namun tidak memiliki kandungan protein.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,


Dalam proses penyaringan tidak terjadi penentuan molekul-molekul yang memiliki ukuran kecil, hingga beberapa molekul masuk ke dalam saluran nefron. Oleh sebab itu di dalam filtrat itu bisa diketemukan garam, glukosa, vitamin, hasil metabolisme nitrogen dalam bentuk urea, serta molekul-molekul memiliki ukuran kecil yang lain yang mencerminkan konsentrasi substansi tersebut di dalam darah.

Penyerapan kembali (reabsorpsi)

Urin primer yang merupakan hasil proses penyaringan berikutnya mengalir ke pembuluh proksimal. Di dalam pembuluh ini terjadi proses penyerapan kembali bahan-bahan yang masihlah bermanfaat, antara lain glukosa, asam amino, serta sejumlah besar ion-ion anorganik. Penyerapan bahan-bahan itu, air yang ada dalam filtrat glomerulus juga mengalami penyerapan lewat proses osmosis.

Proses penyerapan air terjadi juga di dalam pembuluh distal, lengkung Henle, serta pembuluh pengumpul (pembuluh yang turun). Berikutnya, beberapa bahan yang sudah diserap kembali itu dikembalikan ke dalam darah lewat pembuluh kapiler yang ada di sekitar pembuluh. Proses penyerapan bahan-bahan yang masihlah bermanfaat juga terjadi di lengkung Henle (pembuluh yang naik) terlebih penyerapan ion natrium klorida.

Sesudah terjadi penyerapan bakal dihasilkan urin sekunder yang komposisi beberapa zat penyusunnya amat berbeda dengan urin primer. Di dalam urin sekunder ini beberapa zat yang masihlah diperlukan tidak diketemukan lagi, sedangkan urea kandungannya bertambah dibandingkan dengan urin primer.

Sekresi

Sekresi yaitu proses menambahkan beberapa zat terlarut yang ada di dalam plasma darah ke filtrat yang ada di dalam saluran nefron, yakni di dalam pembuluh proksimal serta pembuluh distal. Tidak sama dengan proses filtrasi, sekresi adalah proses penentuan molekul yang amat selektif, lewat mekanisme transpor aktif serta pasif. Misalnya pengontrolan ion-ion hidrogen dari cairan interstisial ke dalam pembuluh nefron untuk melindungi pH cairan tubuh tetap konstan.

Dari keterangan ketiga proses yang terjadi dalam pembentukan urin, untuk melindungi supaya konsentrasi garam dalam cairan tubuh tetap, adalah dengan reabsorpsi serta sekresi. Fungsi paling utama dari nefron yaitu serta pembuluh pengumpul yaitu sebagai pusat keseimbangan semua organ tubuh dengan merubah komposisi dari filtrat, meningkatkan konsentrasi dari beberapa senyawa, serta menurunkan konsentrasi senyawa tertentu yang terlarut dalam urin dan pada akhirnya bakal diekskresikan.

Proses pembentukan urin

Komposisi urin normal terdiri atas 96% air serta 4% benda padat yang mencakup 2% urea serta 2% hasil metabolik yang lain. Hasil metabolik lain itu antara lain yaitu zat warna empedu yang berfungsi memberikan warna kuning pada urin, garam-garam mineral seperti natrium serta kalium klorida, dan beberapa zat yang berlebihan dalam darah, seperti vitamin B serta C. Volume urin manusia cuma 1% dari filtrat glomerulus, artinya 99% filtrat glomerulus bakal diserap kembali. Tiap harinya, jumlah air yang diserap kembali kurang lebih 178 liter, garam 1. 200 gram, serta glukosa 150 gram.

Urin yang kita keluarkan setiap hari selalu tidak sama jumlahnya, hal semacam ini dikarenakan oleh dampak dari beberapa faktor yakni:

Hormon antidiuretik (ADH)

Hormon antidiuretik (ADH) berperan untuk memudahkan penyerapan air di bagian tubulus distal serta pembuluh pengumpul. Bila konsentrasi air mengalami penurunan di dalam darah (artinya cairan darah lebih pekat), ADH disekresikan serta dialirkan ke dalam ginjal bersama darah. Mengakibatkan, permeabilitas dinding pembuluh distal serta pembuluh pengumpul pada air bertambah hingga air yang masuk diserap kembali. Mengakibatkan, urin yang terbentuk sedikit. Demikian sebaliknya, bila konsentrasi air di dalam darah tinggi (artinya cairan darah lebih encer), sekresi ADH mengalami penurunan, hingga penyerapan air di pembuluh distal serta pembuluh pengumpul menyusut serta urin yang dihasilkan encer serta banyak.

Jumlah air yang diminum

Bila jumlah air yang diminum seseorang banyak, konsentrasi protein darah mengalami penurunan serta konsentrasi air meningkat. Oleh sebab itu tekanan koloid mengalami penurunan, hingga tekanan filtrasinya jadi kurang efisien. Oleh karena itu, air yang diserap menyusut. Hasil urin yang di produksi bertambah.

Konsentrasi hormon insulin

Jika konsentrasi hormon insulin rendah (umpamanya pada penderita kencing manis), kandungan gula dalam darah tinggi serta bakal di keluarkan lewat pembuluh distal. Kehadiran zat gula itu bakal mengganggu proses penyerapan kembali air di dalam pembuluh distal, lantaran konsentrasi gula bertambah. Oleh karena itu penderita DM bakal kerap berkemih.

 

Sumber:
Istamar Syamsuri, dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Proses Pembentukan Urin. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

Sumber:
http://www.softilmu.com/2015/01/proses-pembentukan-urin-ginjal-adalah.html

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...