SHARE
Loading...

Proses, Siklus, dan Sistem Termodinamika Selamat datang di Lahiya situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Termodinamika. Beberapa pembahasan utamanya adalah Proses Termodinamika, Siklus Termodinamika, dan Sistem Termodinamika. Yuk langsung saja kita masuk ke pembahasannya, ya.

Termodinamika datang dari bahasa Yunani di mana Thermos yang artinya panas serta Dynamic yang artinya perubahan. Termodinamika adalah pengetahuan yang menggambarkan usaha untuk merubah kalor (perpindahan daya yang dikarenakan ketidaksamaan suhu) jadi daya dan beberapa karakter pendukungnya. Termodinamika berhubungan erat dengan fisika daya, panas, kerja, entropi serta kespontanan proses. Termodinamika juga berhubungan dengan mekanika statik. Cabang pengetahuan fisika ini mempelajari pertukaran daya dalam bentuk kalor serta kerja, system pembatas serta lingkungan. Aplikasi serta penerapan termodinamika bisa terjadi pada tubuh manusia, peristiwa meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik serta industri.

Proses Termodinamika

Proses Isotermal

Selama proses isotermal, temperatur system tetap konstan. Namun pada temperatur rendah bentuk isotermal lebih komplek lantaran gas tidak lagi ideal.

Proses Isokhorik

Selama proses ini, volume system tidak mengalami perubahan. Proses ini terjadi pada system yang memiliki volume (wadah) yang kuat, tertutup serta tidak bisa berubah (konstan).

Proses Isobarik

Selama proses isobarik tidak terjadi perubahan tekanan pada system. Proses ini biasanya terjadi pada system yang memiliki kontak langsung dengan tekanan atmosfer bumi yang dianggap konstan.

Proses Adiabatik

Loading...

Selama proses adiabatik tidak terjadi transfer panas yang masuk atau keluar system. Proses initerjadi pada system terisolasi.

Proses Siklik

Proses yang satu ini system kembali secara periodik ke kondisi termodinamika yang sama. Proses ini bisa dilihat bila diamati pada system natural serta tehnologi. Umpamanya: mesin, compresor udara, osilasi gelombang suara.

Proses siklik kerap kali melibatkan proses sederhana ini:

Dan

Siklus Termodinamika

Pengetahuan tentang siklus termodinamika penting dalam system pembangkit tenaga. Mesin-mesin ini memakai kombinasi bahan bakar udara untuk operasinya.  

Siklus termodinamika bisa diklasifikasikan secara umum, yakni:

Siklus reversibel (bolak balik)

Siklus ini adalah satu siklus di mana perubahan bisa dibalikkan ke kondisi semula tanpa merubah kondisi sekelilingnya. Pada siklus ini semestinya tidak ada kerugian panas lantaran gesekan, radiasi atau konduksi. Siklus bakal reversibel bila seluruh proses yang membuat siklus juga reversibel.

Siklus irreversibel (tidak kembali)

Siklus ini adalah siklus tidak terbalikkan. Untuk mengembalikan ke kondisi semula mesti merubah kondisi sekelilingnya. Pada siklus ini ada kerugian panas lantaran gesekan, radiasi atau konduksi. Siklus ini dapat terjadi bila proses pembentukannya juga proses irreversibel.

Siklus Carnot

Siklus yang satu ini di buat oleh Carnot yang merupakan ilmuan pertama yang mengkaji persoalan efesiensi mesin kalor. Pada mesin carnot, zat kerja melakukan operasi siklus yang terdiri dari dua operasi termal serta dua operasi adiabatik. Mesin Carnot yaitu mesin kalor hipotesis yang beroperasi dalam sebuah siklus reversibel.

Sistem Termodinamika

Dalam termodinamika pembahasan system yaitu hal yang kerapkali kita dengar. System itu sendiri yaitu benda atau beberapa kumpulan apa sajakah yang bakal di teliti. System juga digambarkan dengan jumlah besaran fisis yang menggambarkan kondisinya. Kondisi system yang dilihat yaitu kondisi makroskopik yang bisa berbentuk kondisi rata-rata dari partikel atau kondisi keseluruhan dalam system. Contoh dari kondisi ini yaitu temperatur T, jumlah partikel N, volume V, energi dalam U, tekanan P serta yang lain. Bila bicara mengenai system, tidaklah terlepas dari konsep lingkungan. Lingkungan yaitu beberapa hal yang ada di luar system.

Di antara system serta lingkungan ada dinding pembatasnya. Dinding pembatas inilah yang mengatur hubungan antara system serta lingkungan. Dalam aplikasinya batas system adalah sisi dari system ataupun lingkungannya, serta bisa berubah posisi atau bergerak. Berikut ini karakter dinding pembatas:

  • Pembatas Adiabatik, di mana tidak adanya pertukaran kalor antara system serta lingkungan.
  • Pembatas Tegar, di mana tidak adanya hubungan yang baik dari system pada lingkungan atau demikian sebaliknya.

Dilihat dari karakter dinding pembatas system dengan lingkungan sekitar, system dalam termodinamika bisa dikelompokkan jadi tiga:

System Terbuka

System terbuka terjadi saat partikel serta daya dengan mudahnya keluar masuk system. Saat terjadi kesetimbangan jumlah daya yang keluar serta masuk dan kesetimbangan jumlah partikel yang keluar masuk, system serta lingkungan mempunyai nilai temperatur T serta potensial kimia µ yang sama. Misalnya, lautan serta tumbuh-tumbuhan.

System Tertutup

System tertutup adalah system yang dindingnya cuma bisa dilalui oleh daya panas. Partikel-partikel yang mencoba menerobos tidak bakal dapat memasuki dinding system ini. System sejenis ini mendeskripsikan nilai partikelnya yang konstan namun berkebalikan dengan daya yang bisa berubah. Sebagai gantinya, saat terdapat kesetimbangan jumlah daya yang keluar masuk system, temperatur system serta lingkungan mempunyai nilai temperatur yang sama. Misalnya, Green House yang didalamnya terjadi pertukaran kalor namun tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan.

System Terisolasi

System yang satu ini sangatlah unik. Dinding pembatasnya tidak bisa ditembus oleh partikel ataupun daya serta tidak berhubungan dengan lingkungannya. System inilah yang amat pas dengan ide konsep termodinamika. Di mana system ini bakal melindungi kesetimbangan termodinamika sebuah benda. System sejenis ini dicirikan dengan nilai keseluruhan daya E, jumlah partikel N serta volume V yang tetap.

Namun, amat disayangkan, system ini hanyalah jenis, tidak ada system yang sebegitu uniknya dalam kenyataan. Pengecualian pada system yang dinding pembatasnya amat sulit ditembus. Peristiwa ini bisa dikelmpokkan sebagai system terisolasi. Misalnya tabung gas.

Dalam evaluasi termodinamika umum, beberapa hal inilah yang penting di ketahui. Termodinamika juga mempunyai penjelasan khusus per bidang tergantung urgensinya atau kepentingan dalam penerapannya. Cuma saja ide konsep dasarnya pastilah sama.

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Termodinamika. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber:

Loading...
Loading...