Protes Penghematan, Arab Saudi Tangkap 11 Pangeran

Posted on

Lahiya – Sebelas pangeran Arab Saudi ditangkap lantaran memprotes penghematan di kerajaan tersebut. Kabar ini diumumkan oleh Jaksa Agung Arab Saudi. Pada Sabtu (6/1/2018), kesebelas pangeran tersebut juga diketahui mengadakan pertemuan di Istana Pemerintah.

Dikutip dari laman cnnindonesia yang melansir Arab News, Jaksa Agung Arab Saudi, Saud Al-Mujib, mengungkapkan bahwa pertemuan kesebelas pangeran itu adalah untuk menuntut pembatalan dekrit kerajaan soal penundaan pembayaran tagihan listrik dan air oleh kerajaan.

“Para pangeran juga menuntut kompensasi keuangan atas hukuman mati terhadap salah satu sepupu mereka. Mereka telah diberi tahu bahwa mereka telah mengambil pendekatan yang salah, tapi menolak untuk meninggalkan tempat. Perintah kerajaan dikeluarkan untuk menangkap mereka dan mengirimkannya ke Penjara Al-Hair sambil menunggu sidang peradilan,” kata Saud.

Kini Arab Saudi sebagai peghasil minyak terbesar dunia memang telah menerpkan reformasi yang mencakup pemotongan berbagai subsidi, penerapan pajak nilai tambahan (VAT) serta pemangkasan tunjangan bagi anggota keluarga kerajaan.

Baca Juga: Mengejutkan! Jurgen Klopp Beberkan Fakta-Fakta di Balik Kepindahan Coutinho ke Barcelona

Reformasi tersebut dilakukan sebagai upaya menangani penurunan harga minyak mentah. Penurunan harga minyak itu juga sampai membuat Arab Saudi mengalami defisit anggaran yang diperkitakan mencapai 196 miliar riyal atau sekitar Rp 697,8 triliun pada 2008.

“Semua orang sama kedudukannya di depan hukum dan siapa pun yang tidak menjalankan peraturan dan perintah akan diadili, tidak peduli siapa pun dia,” kat Jaksa Agung Arab Saudi tersebut dalam pernyataannya, dikutip dari cnnindonesia.com.

Sebelum diumumkan oleh Jaksa Agung Arab Saudi, kabar penangkapan pangeran ini dilaporkan oleh portal berita sabq.org. situs berita ini menyebut bahwa para petugas yang menangkap para pangeran itu merupakan bagian dari sebuah unit beranggotakan lebih dari 5.000 personel yang terhubung dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Mohammed bin Salman sendiri merupakan sosok yang sekarang sedang memimpin gerakan reformasi di sana. Sebelumnya, gerakan reformasi ini telah mengepung lebih dari 200 pejabat tinggi, termasuk sejumlah anggota kerajaan yang dicurigai melakukan korupsi.

Namun, sabq.org tidak memberikan rincian identitas kesebalas pangeran yang ditangkap itu. media online ini hanya mengatakan bahwa pemimpin kelompokpangeran pemrotes ini berinisial SAS.

Baca Juga: Israel Dukung AS Pangkas Bantuan untuk Pengungsi, Anak-Anak Palestina Terancam Kelaparan

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan