Puluhan Anak Tewas Akibat Campak dan Gizi Buruk, Bupati Asmat Beberkan Data Memprihatinkan

Posted on

Lahiya – Kondisi memprihatinkan tengah melanda Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Pasalnya, sejak bulan September 2017 sampai saat ini, tercatat ada 61 anak meninggal dunia akibat terkena wabah campak dan gizi buruk.

Dilansir dari laman kompas.com, catatan tersebut diungkapkan oleh pemerintahan setempat. Guna mencegah semakin memburuknya kondisi tersebut, pemda di sana sudah mengirim tim kesehatan ke 23 distrik (kecamatan) yang mencakup 224 kampung (desa).

Atas hal ini, Bupati Asmat, Elisa Kambu, mengatakan bahwa tidak semua wilayah di daerahnya bisa dijangkau dengan mudah oleh tim kesehatan atau pihak pemberi bantuan. Bahkan ia menyebut tidak semua warga bisa ditemui di kampung lantaran mereka kerap keluar masuk hutan dan berpindah-pindah tempat.

Selain itu, Elisa menyebut keterbatasan tenaga medis di Puskesmas dan Pustu menjadi kendala utama dalam memberikan pelayanan kepada warga. Semakin sulit lagi tenaga medis di sana untuk menjangkau warga karena pemukiman masyarakat Asmat terpencar-pencar di wilayah pesisir laut dan sungai.

Elisa lantas membeberkan data laporan terkait warganya yang terkena campak lengkap dengan sebaran wilayahnya.

“Saya sudah mulai memimpin rapat dengan tim medis sepekan lalu untuk menyikapi serius permasalahan tersebut. Kami sepakati membentuk empat tim untuk segera turun ke lapangan untuk mencegah dan pengobatan penyakit campak serta pemberian makanan tambahan bagi balita dan anak-anak,” papar Elisa.

Baca Juga: Ayah Marion Jola Akhirnya Buka Suara Tentang Isu yang Melanda Anaknya

Keempat tim tersebut, ucap Elisa, langsung diterjunkan ke Distrik Pulau Tiga, Distrik Sawa Erma, Distrik Suator, Distrik Akat, Distrik Sirets, Distrik Jetsy, Distrik Kolf dan wilayah-wilayah lainnya seperti Kota Agats sejak 9 Januari 2018.

“Ada kasus di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga, tim Pemkab Asmat menemukan satu pasien balita yang terserang campak dan langsung dievakuasi ke RSUD Asmat untuk menjalani perawatan. Di kampung itu, dilaporkan terdapat dua warga meninggal dunia,” kata Elisa.

Elisa menjelaskan, ada cukup banyak warganya yang terserang campak di Distrik Pulau Tiga. Kemudian di Distrik Suator, lanjut Elisa, dilaporkan mengalami puncak kasus campaknya pada September – Oktober 2017 dan kini sebagian besar sudah sembuh.

Di Distrik Sawa Erma, berdasarkan laporan Puskesmasstempat, ada 39 pasien yang terserang campak pada Desember 2017 lalu. Tidak ada warga yang meninggal di sini.

“Ada juga daerah yang bersih dari wabah ini, yakni di wilayah Tomor,” kata Elisa.

Elisa melanjutkan, di Distrik Akat, ditemukan tiga anak dirawat karena campak. Sementara pada rentang Oktober-Desember 2017, di distrik ini ada 37 orang yang dirawat di Puskesmas. Kemudian di Kampung Yousakor, Distrik Sirets, tercatat ada 11 wara terserang campak dan tiga mengalami gizi buruk pada Desember 2017.

Elis mengungkapkan, tim medis yang pertama sudah bergerak di wilayah Kota Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, menemukan 12 kasus campak dan 7 gizi buruk. Lalu pada 9 Januari 2018, Elisa menyebut pihaknya kembali menggelar rapat evaluasi.

“Dalam rapat itu terungkap ada laporan kematian 13 warga di wilayah Kappi, As dan Atat. Lalu, saya langsung memerintahkan agar seluruh jajaran di Dinas Kesehatan dan perangkat lainnya segera menuntaskan masalah tersebut dan dampak-dampak lainnya seperti gizi buruk hingga Februari mendatang,” terang Elisa.

Masih dilansir dari kompas.com, Elisa kemudian menuturan upaya penanggulangan yang telah dilakukannya. Ia menyebut tim yang akan terjun bergerak ke masyarakat ini akan memberi pengobatan, imunisasi, pemberian vitamin A dan makanan tambahan bagi balita.

Tercatat di Distrik Suator dan Kolf Braza, tim kesehatan menyasa sembilan kampung dengan jumlah warga terlayani sebanyak 933 anak. Di lokasi tersebut ada delapan terdampak suspect campak.

Kemudian di Disrik Fayit dan Aswim, tim kesehatan melakukan pelayanan di 16 kampung dengan jumlah warga yang terlayani sebanyak 1.274 orang, 407 orang di antaranya anak-anak.

“Di lokasi itu ditemukan 101 anak terserang campak, tujuh anak mengalami gizi buruk dan dilaporkan terdapat 22 warga meninggal dunia (satu orang meninggal karena gizi buruk dan sisanya karena campak),” ujar Elisa.

Sementara itu, di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga, dikabarkan ada empat anak yang meninggal karena terserang campak. Di sini ditemukan 63 anak yang terserang campak, 101 orang diberi vaksinasi dan empat anak dirujuk ke RSUD Asmat.

Di Kampung Ao, tim kesehatan memberi vaksinasi kepada 93 anak. Di kampung ini dilaporkan tak ada yang terkena gizi buruk ataupun meninggal.

Sementara di Kampung Kappi, ada tiga anak terserang campak yang langsung diberi pengobatan. 105 anak diberikan vaksinasi dan dua anak dilaporkan tewas akibat campak.

Kemudian di Kampung As, tim kesehatan memberi pengobatan pada 28 anak dan memberi vaksinasi pada 71 anak. Di kampung ini ada delapan anak tewas akibat campak dan satu anak tewas karena kasus gizi buruk.

Selanjutnya di Kampung Atat, ada 53 anak yang menerima pengobatan lantaran terserang campak dan 108 anak diberi vaksinasi. Di kampung ini, dilaporkan ada 23 warga (anak-anak) tewas karena campak dan dua orang karena kasus gizi buruk.

Selain itu, di Distrik Jetsy, ada 320 anak yang mendapat layanan kesehatan, 112 orang di antaranya terserang campak. Lalu di Distrik Sirets, tim kesehatan memberi pelaanan kepada 732 anak/ 108 orang di antaranya terserang penyakit capak.

Sampai saat ini, Pemkab Asmat terus mendata berapa banyak warganya yang meninggal akibat campak dan gizi buruk.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan