Rangkaian Kecelakaan di Proyek Tol Jokowi, Benarkah karena Dikebut?

Posted on

Lahiya – Dari sekian proyek pembangunan jalan tol yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, jalan tol Depok-Antasari (Desari) masuk ke dalam deretan nama yang mengalami kecelakaan konstruksi. Jalan tol yang berlokasi di dekat pertigaan Antasari-TB Simatupang tersebut harus ambruk girder betonnya. Seperti diketahui, proyek jalan tol yang satu ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun kecelakaan konstruksi yang terjadi padanya kini menambah daftar kecelakaan kerja konstruksi tol dalam setahun ke belakang menjadi 4 kejadian.

Guna mengetahui apa penyebab kejadian ini bisa terjadi berulang kali dalam waktu berdekatan, tim wartawan mengonfirmasikannya ke Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna. Namun dirinya mengaku belum bisa memberi tahu pasti penyebab kecelakaan yang terjadi.

Dia bilang pihaknya masih mengidentifikasi secara detail, terkait apa sebenarnya penyebab kecelakaan konstruksi untuk tol Desari. Ia juga menambahkan bahwa penyebab kecelakaan kerja pada tiap jalan tol tentu bisa berbeda-beda. Demikian sebagaimana dilansir dari laman Finance.Detik.com, Selasa (02/01/2018).

“Kalau yang kemarin-kemarin, kan pada saat erection (pemasangan girder). Artinya kalau ditanya seharusnya, seharusnya ini tidak terjadi. Kalau yang Desari kan dia sudah terpasang. Kemudian oleng, lalu menyebabkan menyenggol yang lainnya sehingga jatuh karena pengikatnya belum terpasang. Tapi ini lagi dilihat di lapangan oleh tim,” bebernya saat dihubungi di Jakarta pada Selasa (02/01/2018).

Baca juga: Blak-blakan! Fadli Zon Beberkan Statistik Kegagalan Ekonomi Pemerintah Jokowi

Herry menuturkan, kejadian kecelakaan seperti ini seharusnya tidak terjadi jika semua pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Meski demikian, dirinya enggan untuk memastikan apakah telah terjadi pelanggaran SOP di lapangan.

“Harusnya tidak terjadi. Tapi penyebabnya lagi dicari di lapangan,” tukasnya kemudian.

Bukan karena Percepatan

Herry juga membantah bahwa kecelakaan konstruksi terjadi akibat dilakukannya percepatan untuk mengejar target pengoperasian. Tol Desari sendiri merupakan salah satu tol yang kerap molor jadwal pengoperasiannya dari target yang telah ditentukan.

“Tidak begitu mestinya (karena dikebut). Semua harus dilakukan sesuai SOP yang sudah ditetapkan,” tandas Herry lagi.

“Ini memang sudah mundur (pengoperasiannya), harusnya di pertengahan tahun ini sudah selesai. Artinya kita proyeksikan semester pertama tahun ini sudah selesai. Tapi tetap, bahwa bukan ini kerja cepat-cepatan. Bukan seperti itu juga harusnya. Nanti kita cek di lapangan penyebab sebenarnya,” tegas Herry.

Sebelumnya, kecelakaan konstruksi juga terjadi dalam proyek Tol Pemalang-Batang. Sebuah beton girder dari tol yang juga masuk dalam PSN ini ambruk saat sedang dipasang. Kejadian tersebut bahkan baru saja terjadi pada Sabtu (30/12/2017) kemarin.

Selain itu, ada juga kejadian ambruknya crane proyek pembangunan tol layang Bogor Out Ring Road (BORR) di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor jatuh ke jalan raya. Tak ada korban dalam kejadian tersebut, namun crane setinggi 8 meter tersebut nyaris menimpa mobil dan motor yang tengah melintas.

Baca juga: Beruntung! Presiden Jokowi Persilakan Tiga Gadis Madiun Ini Tidur di Istana

Insiden kecelakaan lainnya yakni ambruknya girder flyover proyek tol Pasuruan-Probolinggo. Kecelakaan ini bahkan menelan satu korban jiwa yang meninggal.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan