SHARE
Loading...

Rantai Makanan dan Jaring – Jaring Makanan Selamat datang di Lahiya, blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Rantai Makanan dan Jaring Jaring Makanan, semoga mudah dipahami dan dapat bermanfaat bagi sahabat.

Pengertian Rantai Makanan

Rantai makanan yaitu rangkaian peristiwa makan serta dikonsumsi antar makhluk hidup untuk kelansungan hidupnya. Proses makan–memakan ini berdasarkan urutan tertentu serta berlangsung terus-menerus. Dalam ekosistem ini makhluk hidup mempunyai perannya masing-masing, dari mulai yang bertindak sebagai produsen, konsumen serta beberapa sebagai dekomposer (pengurai).

Produsen yaitu makhluk hidup yang bisa menghasilkan zat organik dari zat anorganik. Produsen tidak mengonsumsi makhluk hidupnya. Tetapi membuatnya sendiri. Hanya satu jenis makhluk hidup yang dapat melakukan proses itu yaitu tumbuhan lewat cara fotosintesis. Contoh dari produsen yakni alga, lemut serta tumbuhan hijau.

Konsumen yaitu makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri serta bergantung pada organisme lain. Konsumen mengonsumsi organisme yang lain untuk bertahan hidup. Dalam sebuah ekosistem yang bertindak sebagai konsumen biasanya yaitu hewan. Konsumen dibagi atas beberapa tingkatan dalam sebuah rantai makanan. Pertama konsumen primer, yakni hewan yang mengonsumsi tumbuhan (herbivora) secara langsung, misalnya sapi, kelinci, dan sebagainya. Konsumen II (sekunder) yakni hewan yang mengonsumsi konsumen primer (karnivora). Selanjutnya konsumen II dikonsumsi oleh konsumen III (tersier). Selanjutnya kegiatan makan-memakan berjalan terus hingga sampai pada konsumen terakhir atau umum disebut dengan konsumen puncak. Konsumen puncak yaitu tingkatan dari konsumen di mana tidak ada lagi makhluk hidup lain yang mengkonsumsinya. Seperti singa, beruang, buaya serta pastinya manusia.

Loading...

Dekomposer (pengurai) adalah pemeran terakhir dalam sebuah rantai makanan, di mana organisme ini bertindak menguraikan bahan organik jadi bahan anorganik. Dekomposer mengurai bahan organik dari tumbuhan mati atau bangkai hewan serta mengembalikan nutrisinya kedalam tanah yang lantas dipakai oleh produsen untuk berfotosintesis. Dari sinilah siklus rantai makanan dimulai kembali. Dekomposer disebut juga dengan detritivor atau pemakan bangkai. Contoh dari organisme ini seperti bakteri pembusuk serta jamur.

Rantai makanan tersusun atas beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini disebut juga dengan tingkat trofik. Susunan-susunannya dimulai dari produsen sampai dekomposer. Produsen sebagai organisme yang dapat membuat makanan sendiri ada di tingkat trofik pertama. Lantas konsumen yang mengonsumsi produsen ada pada tingkat trofik kedua. Pada tingkat ketiga diduduki oleh konsumen yang mengonsumsi konsumen pertama, demikian halnya pada tingkat trofik ke empat dan seterusnya.

Jenis – Jenis Rantai Makanan

Berdasarkan jenis organisme yang menempati tingkat pertama trofik, rantai makanan di untuk dua yakni, rantai makanan perumput serta rantai makanan detritus.

Rantai makanan perumput (grazing food chain)

Rantai makanan seringkali ditemui serta dikenali. Rantai makanan ini diawali dari tumbuhan sebagai produsen pada tingkat trofik pertamanya. Contoh dari siklus rantai makanan ini yakni:

rumput — belalang — burung — ular.

Rantai makanan detritus

Rantai makanan ini tidak diawali dari tumbuhan, namun diawali dari detritivor. Detritivor yaitu organisme heterotrof yang memperoleh energi lewat cara mengonsumsi beberapa sisa makhluk hidup. Contoh rantai makanan detritus yakni: serpihan daun (sampah) — cacing tanah — ayam — manusia.

Jaring – Jaring Makanan

Jaring-jaring makanan yaitu beberapa kumpulan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan. Rantai makanan cuma bagian kecil dari sebuah jaring-jaring makanan. Secara alami, makhluk hidup mengonsumsi lebih dari satu macam makanan. Serta satu jenis makhluk hidup yang jadi makanan jadi mangsa dari beberapa jenis pemangsa. Seperti pada gambar 4 dan 5. Hingga lebih dari satu rantai makanan yang dibutuhkan untuk menggambarkan satu siklus makan-dimakan yang terjadi dalam sebuah ekosistem.

Sebuah jaring-jaring makanan mempunyai susunan yang lebih komplek di banding rantai makanan. Pada jaring-jaring makanan, sebuah organisme dapat mengonsumsi lebih dari satu organisme yang lain dan demikian sebaliknya satu organisme dapat dikonsumsi oleh lebih dari satu organisme yang lain. Contoh gambar dari jaring-jaring makanan sebagai berikut ini:

Perbedaan jaring makanan serta rantai makanan

Rantai makanan

  • Rantai makanan yaitu jalur lurus tunggal di mana energi makanan lewat perjalanan dalam ekosistem
  • Umumnya anggota tingkat trofik yang lebih tinggi pada satu jenis organisme mengonsumsi tingkat trofik yang lebih rendah
  • Rantai makanan terisolasi atau terpisah meningkatkan ketidakstabilan ekosistem
  • Tidak mempunyai dampak pada peningkatan kemampuan adaptasi serta daya saing dariorganisme

Jaringan Makanan

  • Terbagi dalam beberapa rantai makanan yang saling berhubungan di mana energi makanan lewat perjalanan dalam ekosistem
  • Umumnya anggota tingkat trofik yang lebih tinggi mengonsumsi banyak organisme tingkat trofik yang lebih rendah
  • Hadirnya jaring makanan yang kompleks meningkatkan stabilitas ekosistem
  • Jaring makanan yang lebih kompleks meningkatkan adaptasi serta daya saing dari organism
  • Hubungan rantai makanan serta Jaring makanan

Energi mesti terus-menerus mengalir lewat ekosistem agar system tetap stabil. Apa sebenarnya artinya ini? Pada intinya, itu berarti kalau organisme mesti makan organisme lain. Rantai makanan (Gambar dibawah) memperlihatkan pola makan dalam ekosistem. Energi makanan mengalir dari satu organisme ke organisme lain. Panah dipakai untuk memperlihatkan hubungan antara makan binatang. Anak panah dari organisme yang dikonsumsi ke organisme yang mengkonsumsinya. Sebagai contoh, suatu panah dari tanaman menuju belalang memperlihatkan kalau belalang makan daun. Energi serta nutrisi bakal bergerak dari tanaman ke belalang. Berikutnya, burung mungkin memangsa belalang, ular bisa makan burung, dan lantas burung hantu mungkin mengonsumsi ular. Rantai makanan yaitu:

serangga > tanaman > belalang > burung > ular > burung hantu.

Suatu rantai makanan tidak dapat terus terus dan terus. Umpamanya rantai makanan tidak dapat:

tanaman > belalang > laba-laba > katak > kadal > ubah > elang.

Rantai makanan cuma mempunyai 4 atau 5 Total tingkat. Oleh karenanya, rantai cuma mempunyai 3 atau 4 tingkat untuk transfer energi.

Rantai makanan

Rantai makanan ini termasuk juga ke dalam produsen serta konsumen. Bagaimana Anda dapat menambahkan pengurai ke rantai makanan?

Dalam suatu ekosistem laut, salah satu rantai makanan mungkin saja bakal tampak seperti ini: fitoplankton > krill > ikan hiu. Beberapa produsen senantiasa di awal rantai makanan, membawa energi ke ekosistem. Lewat fotosintesis, produsen membuat makanan mereka sendiri berbentuk glukosa, namun juga membuat makanan untuk organisme lain dalam ekosistem. Herbivora datang berikutnya, kemudian karnivora. Saat konsumen ini mengonsumsi organisme lain, mereka memanfaatkan glukosa dalam organisme untuk energi. Dalam contoh ini, fitoplankton dikonsumsi oleh krill, yang kecil, hewan seperti udang. Krill yang dikonsumsi oleh ikan, yang kemudian dikonsumsi oleh hiu.

 

Nah itulah postingan kami kali ini tentang Rantai Makanan dan Jaring Jaring Makanan, semoga ilmunya dapat bermanfaat. Jika masih ada yang belum dimengerti silahkan sahabat tanyakan melalui kotak komentar di bawah, terimakasih telah berkunjung di Lahiya, jangan lupa follow, like dan komentarnya ya

 

Sumber:

Loading...
Loading...