SHARE
Gambar Via: juragancipir.com

Cerita Rakyat Si Pitung Singkat & Jelas Terbaik – Di bawah ini adalah Ringkasan Cerita Rakyat Tentang seorang pahlawan pembela orang yang lemah dari Betawi. Si Pitung!

Si Pitung dari Betawi

Gambar Via: citraindonesia.com

Pada jaman penjajahan Belanda dahulu, hiduplah seorang pemuda yang sangat gagah dan kuat yang bernama Pitung. Dia sangat terkenal di seluruh daerah Betawi karena kesaktiannya yang konon tidak bisa dilukai oleh senjata apapun. Disamping itu, dia juga terkenal dengan akhlak yang sangat baik. Si Pitung suka beribadah kepada tuhan dan suka menolong orang-orang yang lemah.

Pada suatu hari, dia melihat menir Belanda menyiksa para warga desa. Menir itu memeras warga desa dengan meminta bayaran upeti yang sangat mahal. Melihat kejadian ini, Si Pitung merasa bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk menolong para warga desa. Kemudian, dia bertemu dengan orang yang memiliki keinginan yang sama dengan Si Pitung. Mereka adalah Rais dan Ji’i.

Gambar Via: hiveminer.com

Maka berangkatlah mereka bertiga melaksanakan tujuannya tersebut. Mereka melawan para menir dan pribumi yang berpihak ke pada Belanda. Mereka juga merampok harta-harta mereka dan membagikannya kepada seluruh warga desa.

Semakin lama, Si Pitung dan kawan-kawannya semakin terkenal. Mereka terus melakukan aksinya untuk menolong orang-orang yang lemah. Para menir belanda merasa terusik dengan aksi Si Pitung dan kawan-kawannya, lalu mereka menyewa para ahli silat untuk mencari dan membunuh Si Pitung.

Namun, semua itu sia-sia. Si Pitung dan kawannya berhasil mengalahkan para jagoan silat itu dan merampas harta tuannya. Karena mereka tidak kuat lagi melawan Si Pitung dan temannya, mereka melapor dan meminta bantuan kepada pemerintah Belanda.

Berangkatlah pasukan Belanda itu untuk menghabisi Si Pitung. Namun, lagi-lagi Si Pitung berhasil membunuh mereka semua karena kesaktiannya yang tidak mempan terhadap peluru. Mengetahui Si Pitung sangatlah berbahaya, Pemerintah Belanda mencari akal untuk membunuh Si Pitung dan teman-temannya.

Gambar Via: pekanbaru.tribunnews.com

Karena kehabisan akal, akhirnya pemerintah Belanda melakukan perbuatan yang sangat licik. Dia menangkap orang tua dan guru Si Pitung dan memenjarakan mereka di sebuah tempat. Di penjara itu, mereka terus di siksa untuk memberi tahu keberadaan Si Pitung dan kelemahannya. Namun, orang tua dan guru Si Pitung tidak mau memberi tahu apa-apa kepada mereka.

Mendengar orang tua bersama gurunya di tangkap dan di siksa oleh Belanda, akhirnya Si Pitung memutuskan untuk menyerahkan diri kepada Belanda dengan syarat orang tua dan gurunya dapat di bebaskan. Setelah itu, Si Pitung pun ditangkap dan dipenjarakan dengan penjagaan yang amat sangat ketat. Meskipun begitu, mereka yang berniat untuk menghukum mati Si Pitung belum bisa melaksanakannya karena Si Pitung masih memiliki ilmu kebal. Namun, belum sempat melaksanakan rencana itu, Si Pitung berhasil meloloskan diri dan bersembunyi.

Pemerintah Belanda sangat kesal dan dibuat kewalahan oleh aksi Si Pitung ini. Mereka pun menyebarkan mata-matanya ke seluruh Betawi untuk mencari tahu keberadaan Si Pitung dan teman-temannya.

Akhirnya berkat mata-matanya itu Belanda mengetahui keberadaan dan kelemahan Si Pitung, yaitu tubuh Si Pitung akan kehilangan kekuatannya apa bila dia terkena telur busuk. Pemerintah Belanda menyiapkan ratusan prajurit dan telur busuk yang banyak. Kemudian, mereka pun menyergap tempat persembunyian Si Pitung.

Gambar Via: lilismardiana080213.wordpress.com

Terjadilah pertempuran yang sangat sengit dan tidak berimbang. Si Pitung dan teman-temannya dihujani peluru oleh Belanda, sehingga banyak pengikutnya yang mati. Namun, hal itu tidak terjadi pada Si Pitung. Dia terus melawan dengan goloknya membunuh para tentara belanda.

Karena kalah jumlah Si Pitung terkepung, lalu para prajurit itu melemparkan telur busuk ke arah tubuh Si Pitung dan menghujaninya dengan tembakan. Akhirnya Si Pitung mati. Kabar tentang kematian Si Pitung ini menyebar dengan sangat cepat. Para menir dan antek-anteknya merasa senang dengan kejadian ini. Sementara itu, para warga Betawi merasa sedih karena kehilangan pahlawannya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Cerita Rakyat Si Pitung, kami harap semoga Postingan kali ini mengenai Contoh Cerita Rakyat Si Pitung di atas sedikitnya dapat membantu kalian yang sedang mencari contoh-contoh Cerita Rakyat Si Pitung untuk lebih mengerti lagi pelajaran Bahasa Indonesia tentang Cerita Rakyat. Dan, semoga kamu juga jadi semakin mencintai Bahasa Indonesia, ya.

Loading...