Rupiah Melemah, Apakah Pertanda Krisis akan Datang oleh @msi_sohibuliman

Posted on

Ekonomi global tidak  menentu karena rencana kenaikan suku bunga The FED direspon oleh Jepang dan Uni Eropa dengan melemahkan mata uangnya. Terakhir bank sentral RRT juga mendevaluasi mata uangnya sebesar 2 persen. Ekonomi global guncang.

Sebagian menilai sekarang terjadi currency war: melemahkan mata uangnya untuk meningkatkan daya saing produk mereka di pasar global. RRT melemahkan mata uangnya karena pasar sahamnya anjlok dan ekonominya sedang melambat. Mereka mau tingkatkan ekspornya.

Apa yang bisa otoritas lakukan untuk krisis ekonomi saat ini?

Siapkan protokol krisis dengan mengesahkan RUU JPSK sebagai antisipasi. Pemerintah dan DPR bisa mempercepat proses ini. Antisipasi kelangkaan likuiditas akibat currency dan maturity mismatch agar risiko utang LN swasta dan publik termitigasi. Antisipasi risiko disisi neraca perusahaan (balance sheet). Tahun 1998 kita terlalu fokus di makro, tapi lengah di mikro.

Siapkan jaring pengaman sosial yang baik, proteksi kelas menengah-bawah dan berikan insentif untuk perusahaan yang tunda PHK. Siapkan paket kebijakan yang kredibel. Lakukan kebijakan kontrasiklis yang tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran. Berikan arahan yang solid dan solutif sehingga public dan pasar meresponnya dengan sentimen positif, bukan sebaliknya.

Eksekusi dana APBN dan APBD yang masih idle.Perhatikan kualitas spending yang bisa ciptakan multiplier effect, jangan asal spending. Jaga daya beli masyarakat menengah-bawah karena mereka yang menjadi pendorong utama pertumbuhan lewat konsumsi. Berikan insentif.

Buat kebijakan yang tegas utk mendorong Devisa Hasil Ekspor (DHE) disimpan di dalam negeri. Perkuat kebijakan penggunaan transaksi dalam mata uang rupiah dan tindak tegas transaksi dalam negeri yang menggunakan USD.

Lakukan secara konsisten reformasi migas dan berantas mafia dengan penegakan hukum yang tegas agar tercipta deterrence effect. Serukan ajakan moral kepada seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama membeli produk-produk dalam negeri, kurangi impor.

Road map industriasliasi nasional harus dijalankan. Jadikan Indonesia sebagai basis produksi bukan sekedar target pasar produk global. Perbaiki kualitas modal manusia, infrastruktur, dan bangun Sistem Inovasi Nasional yang mumpuni. Tuntaskan konsolidasi demokrasi agar institusi2 demokrasi cepat matang dan efektif bekerja.

Semoga segala upaya yang pemerintah dan kita semua lakukan mampu mengelola kondisi ini lebih baik.

Sikap orang beriman adalah sikap orang yang optimis. Dia yakin ada jalan disetiap kesulitan yang ditemui. Allah Swt berfirman, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan (Al-Insyirah: 5).

Demikian pandangan saya ttg situasi ekonomi nasional, semoga bermanfaat. Terimakasih sudah menyimak 🙂

Kultwit Mohamad Sohibul Iman @msi_sohibuliman 29/8/2015