Sadis! Jalani Ritual Saat Menstruasi, Wanita-Wanita Ini Harus Alami Nasib Mengerikan

Posted on

Lahiya – Meskipun kemajuan zaman sudah serba modern seperti sekarang ini, namun hal tersebut tetap saja tak sanggup menghapuskan sejumlah tradisi membahayakan yang sudah dilakukan sejak masa nenek moyang mereka.

Contoh ritual yang tergolong sadis dan tak berperikemanusiaan adalah ritual menstruasi bagi wanita di pelosok Nepal. Para wanita ini harus menghabiskan malam di lumbung setiap kali mendapatkan periode bulanan mereka.

Karena tradisi tersebut, seorang wanita berusia 21 tahun harus kehilangan nyawa. Ia diduga tewas lantaran terlalu banyak menghirup asap dari api yang ia nyalakan untuk menghangatkan diri saat dipaksa tidur di lumbung meski saat itu temperatur di bawah nol derajat.

Pada musim dingin, suhu di Nepal memang bisa turun sangat drastis. Namun fakta tersebut tak lantas membuat tradisi berhenti dijalankan. Kaum hawa tetap dipaksa tidur di luar rumah, biasanya di lumbung, dengan kondisi yang tak layak ditambah lagi tanpa penghangat.

Baca Juga: Gempar! Viral Video Pernikahan Sesama Jenis a la Saudi, Polisi Kerajaan Ciduk Para Pelaku

Menurut pemerintah administrasi setempat, Tul Bahadur Kawcha, dihimpun dari laman Tribunnews.com, Minggu (14/1/2018), melansir The Guardian, Jumat (12/1), tradisi yang berlaku di wilayah tersebut mewajibkan wanita yang sedang haid untuk tidur di luar rumah.

Adapun alasannya untuk menghindari amarah dari dewa karena rumah mereka dapat tercemari oleh darah menstruasi si wanita. Untuk wanita yang sudah menikah, mereka hanya tinggal di luar selama beberapa hari. Namun ada juga yang diusir selama seminggu.

Sebelumnya, pada November 2016, kematian seorang wanita bernama Dambara Upadhyay berusia 21 tahun akhirnya berhasil membuat pemerintah mengambil tindakan tegas atas tradisi tersebut. Undang-undang untuk menghukum orang yang tetap menjalankan kebiasaan itu akan dihukum.

Baca Juga: Posting Video Naik Jet Pribadi, Inul Terang-Terangan Sindir Syahrini?

Hukuman yang akan menjerat pelaku ritual tersebut bisa berupa hukuman kurungan penjara selama tiga bulan atau membayar denda sebesar 3.000 rupee Nepat atau yang setara dengan Rp 392.000. Namun sayangnya peraturan tersebut baru diberlakukan pada Agustus 2018.

Jasad Dambara ditemukan oleh saudara iparnya dengan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan, yakni darah keluar dari hidungnya. Oleh polisi setempat penyebab kematiannya diduga serangan jantung. Namun laporan awal post-mortem tak menemukan penyebab wanita malang tersebut tewas.

Tak semua kasus kematian wanita saat menjalani tradisi tersebut disebabkan oleh terlalu banyak menghirup asap dari api yang mereka gunakan untuk menjaga tubuh tetap hangat. Beberapa kematian para wanita disebabkan karena serangan binatang liar.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan